Menuju konten utama
Periksa Fakta

Benarkah Prabowo Tidak Minta Dukungan Kiai, Ulama, dan Santri?

Dalam versi yang lebih panjang dari pidato Prabowo, diketahui kalau dia malah mengharapkan dukungan dan doa dari para ulama dan kiai.

Benarkah Prabowo Tidak Minta Dukungan Kiai, Ulama, dan Santri?
Header Periksa Fakta Prabowo Tidak Minta Dukungan Kiai dan Ulama. tirto.id/Fuad

tirto.id - Memasuki masa kampanye Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, beragam cara dilakukan masing-masing pasangan calon presiden dan wakil presiden (capres dan cawapres) untuk menarik perhatian dan suara masyarakat. Sayangnya di media sosial muncul pula sejumlah serangan ke masing-masing capres dan cawapres.

Salah satu yang ramai di media sosial adalah potongan pidato calon presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto, yang menyebut bahwa ia tidak meminta dukungan dari para kiai, ulama, dan santri.

Unggahan (arsip) ini datang dari akun Instagram @anto_0487 pada akhir November 2023 lalu.

"Tolong dicatat dan direkam, Prabowo tidak butuh dukungan kiai, ulama, dan santri (tapi butuh)," begitu teks yang tertempel dalam video berdurasi sekitar 30 detik tersebut.

Periksa Fakta Prabowo Tolak Dukungan

Periksa Fakta Prabowo Tidak Minta Dukungan Kiai dan Ulama. (Sumber: Instagram)

Video pendek tersebut telah ditonton sebanyak 1,8 juta kali, mendapatkan 8,4 ribu tanda suka, 803 komentar, serta telah dibagikan ulang sebanyak 7,9 ribu kali.

Video pendek serupa juga ditemukan dari unggahan (arsip) akun Instagram @nkriberbicara dan mengumpulkan 2,1 juta penonton, 11,4 ribu tanda suka, 2 ribu komentar. Unggahan itu juga telah dibagikan ulang sebanyak 6,4 ribu kali.

Lantas, benarkah Prabowo mengatakan bahwa ia tidak meminta dukungan kiai, ulama, dan santri?

Penelusuran Fakta

Tirto menelusuri versi keseluruhan video pendek tersebut. Kami mengambil beberapa potongan gambar dari video untuk menjadi bahan penelusuran menggunakan metode reverse search image dari Google Lens.

Hasil penelusuran mengarahkan Tirto ke video yang diunggah di kanal YouTube Kompas TV. Dari video tersebut, diketahui bahwa saat itu, konteksnya, Prabowo sedang menghadiri Istghosah Nasional dan doa bersama di Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang, pada 21 Mei 2023 lalu.

Pidato Prabowo dari video pendek terlihat punya latar yang serupa dengan acara tersebut. Kami kemudian coba mencari versi lengkap dari acara Istighotsah Nasional dan doa bersama tersebut. Hasilnya ditemukan video dari kanal Gerindra TV berikut.

Pidato dari Prabowo secara penuh terdokumentasi dalam video tersebut. Saat video memasuki menit ke 95 (sekitar 1 jam 35 menit), perkataan Prabowo soal dukungan kiai dan ulama ini muncul.

Prabowo menyampaikan bahwa mengingat saat itu belum masa kampanye, dia enggan meminta dukungan secara terbuka. Namun, dia justru mengharapkan dukungan dan doa dari para kiai dan ulama.

"Saya berkali-kali katakan, karena ini kita harus hati-hati karena saya pejabat, sekarang dan ini masih suasana yang sebenarnya belum boleh kampanye terbuka. Jadi ke mana-mana saya mengatakan, saya tidak minta dukungan dari para kiai, para ulama, para santri. Saya tidak minta dukungan. Tolong dicatat dan direkam," katanya.

Tapi kemudian, ia melanjutkan, "Tapi kalau di dalam hati saya, saya berharap dukungan kan boleh. Kalau dalam hati diam-diam berharap kan boleh. Jadi enggak melanggar apa-apa. Jadi saya tidak minta dukungan."

Kemudian, pada pidato tersebut, Prabowo juga menyatakan, "Tapi dalam hati saya, hati yang paling dalam, saya sungguh-sungguh berharap dukungan para ulama dan kiai. Tidak hanya berharap dukungannya, justru berharap doanya. Doanya ulama itu luar biasa."

Jadi, bisa disimpulkan bahwa pernyataan Prabowo soal tidak meminta dukungan kiai dan ulama itu adalah dalam konteks menghindari melakukan kampanye sebelum waktunya. Setelahnya, Prabowo justru menegaskan kalau dia mengharapkan dukungan serta doa dari para kiai dan ulama.

Dalam pidatonya tersebut, Prabowo juga menceritakan kedekatannya dengan beberapa sosok ulama.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelusuran fakta, klaim Prabowo mengatakan tidak meminta dukungan kiai, ulama dan santri bersifat missing context (menyesatkan tanpa tambahan keterangan).

Potongan video yang tersebar di media sosial tidak memberikan narasi penuh pidato Prabowo dalam acara Istighotsah Nasional dan doa bersama pada Mei 2023 lalu dan memotong pesan yang disampaikan.

Prabowo menyatakan ia hanya menghindari melakukan kampanye terbuka sebelum waktunya. Ia menegaskan pada pidato yang sama kalau dia malah mengharapkan dukungan dan doa dari para kiai dan ulama.

==

Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Periksa Data, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

Baca juga artikel terkait PERIKSA FAKTA atau tulisan lainnya dari Alfons Yoshio Hartanto

tirto.id - Periksa fakta
Penulis: Alfons Yoshio Hartanto
Editor: Farida Susanty