Menuju konten utama

Benarkah Mobil Matic Tidak Boleh Didorong Saat Mogok?

Apakah boleh mendorong mobil matic mogok? Ketahui faktanya di sini, termasuk penyebab mogok, cara mengatasi, dan yang tak boleh dilakukan pada mobil matic.

Benarkah Mobil Matic Tidak Boleh Didorong Saat Mogok?
Ilustrasi mendorong mobil. FOTO/iStockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Apakah boleh mendorong mobil matic? Hal ini jadi pertanyaan bagi mereka yang memiliki kendaraan dengan transmisi otomatis, terutama saat mobil mendadak mogok di tengah jalan. Banyak yang bilang bahwa mendorong mobil matic yang mati justru akan merusak mesin. Apa benar demikian?

Mendorong mobil saat mogok adalah hal yang biasa dilakukan oleh pemilik kendaraan, khususnya mobil manual. Tujuannya agar mobil bisa menepi atau berpindah ke tempat yang lebih aman dan tidak mengganggu lalu lintas.

Terkadang, mobil yang mogok gara-gara akinya lemah atau soak juga didorong agar mesinnya bisa menyala lagi (push start), tapi cara ini kerap dilarang untuk mobil matic.

Mobil matic sendiri merupakan mobil yang menggunakan transmisi otomatis dan sering dipilih sebagai kendaraan harian karena dirasa lebih praktis, terutama oleh mereka yang tinggal di perkotaan. Lantas, apa bedanya mobil matic dengan mobil manual?

Perbedaan Mobil Matic dan Mobil Manual

Ilustrasi Transmisi Otomatis

Ilustrasi Transmisi Otomatis. FOTO/iStockphoto

Perbedaan utama antara mobil matic dan manual terletak pada cara kerja sistem transmisinya dan metode perpindahan gigi. Pada mobil manual, pengemudi harus mengoperasikan pedal kopling dan tuas persneling untuk memindahkan gigi.

Umumnya, mobil manual memiliki lima atau enam gigi maju serta satu gigi mundur. Ketika pedal kopling diinjak, tenaga dari mesin ke transmisi akan terputus sehingga pengemudi dapat memilih gigi yang diinginkan, kemudian tenaga kembali tersambung saat kopling dilepas.

Sementara itu, mobil matic dapat berpindah gigi secara otomatis tanpa perlu diatur oleh pengemudi. Saat mesin menyala dan mulai dijalankan, mobil matic menggunakan torque converter sebagai pengganti kopling untuk menyalurkan tenaga mesin ke transmisi secara otomatis.

Selanjutnya, sistem transmisi memanfaatkan tekanan oli (fluida hidrolik) dan kontrol elektronik kendaraan untuk menentukan kapan gigi harus berpindah berdasarkan kecepatan mobil, posisi pedal gas, serta beban mesin.

Karena semuanya sudah berjalan secara otomatis, pengemudi tidak perlu menginjak kopling atau memindahkan tuas gigi secara manual saat berkendara. Inilah alasan kenapa mobil matic jauh lebih praktis dan lebih mudah dikendarai.

Penyebab Mobil Matic Mogok

Ilustrasi Mobil overheat

Ilustrasi Mobil Mogok. FOTO/iStockphoto

Layaknya mobil manual, mobil matic pun dapat mogok secara tiba-tiba karena berbagai faktor, mulai dari masalah kelistrikan hingga kerusakan pada sistem transmisi. Berikut beberapa penyebab mobil matic mogok yang paling sering terjadi:

1. Aki Soak

Masalah aki lemah atau soak menjadi salah satu penyebab paling umum mobil matic mogok. Saat aki tidak mampu menyuplai daya yang cukup, mesin tidak dapat dinyalakan meskipun kunci kontak sudah diputar atau tombol start ditekan.

Sebelum benar-benar mogok, biasanya mobil matic sudah menunjukkan tanda-tanda kalau akinya bermasalah, misalnya lampu mobil terlihat redup. Namun, jika tanda-tanda ini tidak diperhatikan atau malah diabaikan, mobil bisa mogok di tengah perjalanan.

2. Sistem Bahan Bakar Bermasalah atau BBM Habis

Pasokan bahan bakar yang terganggu juga dapat membuat mesin mati secara mendadak. Penyebabnya bisa karena tangki kehabisan BBM atau pompa bahan bakar mulai melemah sehingga tidak mampu mengalirkan bensin ke mesin dengan baik.

Sebelum benar-benar mogok, mobil biasanya terasa kehilangan tenaga, tersendat saat berakselerasi, atau mesin brebet. Jika dibiarkan, mesin akhirnya akan mati dan sulit dihidupkan kembali.

3. Overheat

Overheat atau mesin yang terlalu panas juga bisa menyebabkan mogok. Kondisi ini biasanya terjadi ketika sistem pendingin mobil tidak bekerja dengan baik. Risiko overheat juga meningkat saat mobil terjebak kemacetan dalam waktu lama atau digunakan dalam kondisi beban berat.

4. Gangguan pada Sistem Transmisi Otomatis

Penyebab lainnya adalah adanya masalah pada transmisi otomatis sehingga tidak bisa berjalan sebagaimana mestinya. Tuas transmisi mungkin terasa sulit dipindahkan atau kendaraan tidak mau bergerak meskipun posisi tuas sudah berada di D atau R.

Kondisi ini dapat dipicu oleh oli transmisi yang sudah kotor, volumenya berkurang, atau adanya keausan pada komponen internal.

5. Gangguan pada Sensor atau ECU

Mobil matic biasanya mengandalkan berbagai sensor dan Electronic Control Unit (ECU) untuk mengatur sistem pembakaran, suplai bahan bakar, hingga kinerja transmisi. Apabila salah satu sensor mengalami gangguan, mesin tidak akan bekerja secara normal dan bisa mogok secara tiba-tiba.

Pada banyak kasus, masalah ini ditandai dengan menyalanya lampu check engine di panel instrumen untuk menunjukkan bahwa sistem elektronik kendaraan perlu segera diperiksa.

Apakah Boleh Mendorong Mobil Matic?

Ilustrasi Mendorong Mobil

Ilustrasi mendorong mobil. FOTO/iStockphoto

Banyak orang mengira mobil matic yang mogok bisa diperlakukan sama seperti mobil manual, yaitu cukup didorong untuk memindahkannya atau bahkan untuk menghidupkan mesin. Padahal, cara kerja mobil matic sangat berbeda dari mobil manual.

Dikutip dari laman Toyota Astra, sistem transmisi otomatis memiliki konstruksi yang lebih kompleks dan dirancang hanya bekerja ketika mesin menyala.

Mobil matic pun tidak disarankan didorong ketika mogok karena dapat merusak komponen transmisi. Meskipun tuas transmisi sudah dipindahkan ke posisi N (Netral), beberapa komponen mekanis di dalam transmisi tetap ikut berputar saat roda bergerak.

Mesin Mati, Sirkulasi Oli Berhenti

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, mobil matic mengandalkan torque converter dan sistem hidrolik yang bekerja dengan bantuan oli transmisi. Sirkulasi oli transmisi berperan penting untuk melumasi sekaligus melindungi komponen internal dari gesekan.

Proses pelumasan ini berlangsung ketika mesin menyala bersamaan dengan pompa oli transmisi yang mulai ikut bekerja. Sebaliknya, saat mesin mati, pompa oli transmisi juga akan berhenti sehingga pelumas tidak dapat bersirkulasi ke seluruh komponen transmisi.

Maka, ketika mobil mogok (mesin mati) dan didorong, hal ini membuat beberapa komponen akan berputar tanpa pelumasan yang memadai. Akibatnya, akan terjadi gesekan antar komponen yang bisa meningkatkan risiko keausan atau kerusakan.

Ilustrasi Mendorong Mobil

Ilustrasi mendorong mobil. FOTO/iStockphoto

Mobil Matic Tetap Boleh Didorong untuk Jarak Dekat

Mendorong mobil matic memang tidak disarankan, tapi bukan berarti ketika mogok di tengah jalan, mobil matic tidak boleh didorong sama sekali.

Dalam kondisi darurat seperti mendadak mogok di tengah jalan, mobil matic bisa didorong untuk sekadar menepi di baju jalan. Dengan demikian, mobil kita yang mogok tidak menggangu lalu lintas dan terhindar risiko tertabrak kendaraan lain.

Perlu diperhatikan bahwa mobil matic harus didorong secara perlahan dan benar-benar hanya untuk jarak pendek beberapa meter, seperti saat menepikan mobil yang mogok ke bahu jalan.

Saat melakukannya, pastikan juga tuas transmisi berada pada posisi N (Neutral) agar roda dapat berputar dengan lebih bebas, serta pastikan sistem pengereman masih berfungsi dengan baik sehingga kendaraan tetap dapat dikendalikan.

Sebaliknya, mendorong mobil matic untuk jarak jauh atau mencoba menghidupkan mesin dengan cara didorong (push start) sangatlah tidak disarankan. Selain tidak efektif pada mobil matic modern, tindakan tersebut juga dapat meningkatkan risiko kerusakan pada sistem transmisi.

Cara Mengatasi Mobil Matic Mogok

Ilustrasi rem mobil

Ilustrasi Mobil Mogok. FOTO/iStockkphoto

Saat mobil matic mogok, hal terpenting adalah tetap tenang dan tidak melakukan tindakan yang justru berisiko memperparah kerusakan. Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan ketika mobil matic mendadak mati di tengah perjalanan:

1. Nyalakan Lampu Hazard

Segera nyalakan lampu hazard sebagai tanda peringatan bagi pengendara lain bahwa kendaraan kita sedang mengalami masalah. Cara ini membantu meningkatkan visibilitas dan mengurangi risiko kecelakaan, terutama jika mobil mogok di jalan yang ramai, saat malam hari di kondisi gelap, atau di tengah hujan.

2. Pinggirkan Mobil

Apabila mobil masih dapat bergerak karena memiliki sisa momentum, usahakan mengarahkannya ke bahu jalan atau lokasi yang aman.

Hindari membiarkan kendaraan berhenti di jalur lalu lintas karena dapat membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya. Jika benar-benar dibutuhkan, dorong mobil secara perlahan sampai ke tepi jalan.

3. Periksa untuk Tahu Penyebabnya

Coba periksa aki dan sistem kelistrikan. Aki soak atau lemah merupakan salah satu penyebab paling umum mobil matic mogok. Jika penyebabnya adalah aki soak dan memiliki kabel jumper, mobil mungkin dapat dihidupkan kembali dengan bantuan kendaraan lain.

Perhatikan juga apakah terdapat lampu indikator yang menyala. Informasi tersebut dapat memberikan petunjuk tentang sumber masalah, misalnya gangguan pada sistem kelistrikan, mesin overheat, atau kerusakan sensor.

4. Hubungi Bengkel atau Layanan Derek

Segera hubungi bengkel atau layanan derek profesional. Hindari mencoba memperbaiki kerusakan yang tidak benar-benar dipahami, terutama jika berkaitan dengan sistem transmisi otomatis.

Selain itu, gunakan derek yang sesuai untuk mobil matic (towing gendong) agar proses pemindahan mobil tidak menimbulkan kerusakan tambahan pada komponen transmisi.

Apa Saja yang Tidak Boleh Dilakukan pada Mobil Matic?

Ilustrasi Mobil

Ilustrasi Mobil. foto/istockphoto

Mengendarai mobil matic memang lebih praktis dibandingkan mobil manual karena pengemudi tidak perlu mengoperasikan kopling dan sering memindahkan gigi. Namun, kemudahan tersebut bukan berarti mobil matic bebas dari kesalahan penggunaan.

Beberapa kebiasaan yang terlihat sepele justru dapat mempercepat keausan komponen transmisi, menurunkan performa kendaraan, hingga meningkatkan risiko kecelakaan. Berikut adalah beberapa hal yang sebaiknya tidak dilakukan pada mobil matic:

1. Memakai Mobil Matic Tanpa Memahami Fungsi Tuas Transmisi

Salah satu kesalahan paling mendasar adalah mengemudikan mobil matic tanpa memahami fungsi setiap posisi tuas transmisi. Agar tidak keliru, berikut kode tuas transmisi dan artinya:

  • P (Parkir): Digunakan saat memarkir kendaraan dan untuk mengunci transmisi agar mobil tidak bergerak.
  • R (Mundur): Berfungsi untuk menggerakkan mobil mundur. Biasanya digunakan saat akan parkir mundur atau mengeluarkan kendaraan dari garasi/tempat parkir.
  • N (Netral): Transmisi dalam keadaan netral dan mesin tidak terhubung dengan transmisi.
  • D (Drive): Berfungsi menggerakkan mobil untuk maju dan paling sering digunakan saat berkendara.
  • L (Low): Berfungsi untuk mempertahankan gigi rendah dan cocok digunakan di tanjakan, turunan, atau jalan berat.
  • Angka 2 dan Angka 3: Menunjukkan batas kerja gigi. Misalnya, saat melewati tanjakan bisa pakai gigi 2, sedangkan gigi 3 dipakai untuk mengemudi dengan kecepatan yang lebih tinggi.

2. Memundurkan Mobil, tapi Tuas Masih di Posisi D

Hindari membiarkan mobil bergerak mundur saat tuas transmisi masih berada di posisi D, atau menggerakkan mobil berlawanan dengan tuas transmisi (mobil maju, tapi tuas di posisi R).

Hal ini bisa memberikan beban berlebih pada mesin mobil dan meningkatkan risiko kerusakan pada komponen penting di sistem transmisi serta kemudi kendaraan.

3. Memasukkan Posisi P Sebelum Mobil Berhenti Total

Posisi P hanya boleh digunakan setelah kendaraan benar-benar berhenti. Jika tuas dipindahkan ke P saat mobil masih bergerak, pengunci transmisi dapat menerima tekanan berlebih sehingga berisiko rusak.

4. Memindahkan Tuas Transmisi Sambil Menginjak Pedal Gas

Saat akan memindahkan posisi transmisi, pastikan kaki tidak menginjak pedal gas. Mengoperasikan tuas sambil menginjak gas bisa menyebabkan lonjakan percepatan yang tiba-tiba sehingga membahayakan pengemudi dan pengguna jalan lain.

5. Terlalu Lama Berhenti di Posisi D

Ketika berhenti cukup lama, misalnya saat terjebak kemacetan, sebaiknya pindahkan tuas ke posisi N dan aktifkan rem tangan jika diperlukan. Menahan mobil terus-menerus di posisi D sambil menginjak rem dapat membuat transmisi bekerja lebih keras dan cepat panas.

6. Menginjak Pedal Rem dengan Kaki Kiri

Pedal mobil matic hanya ada dua, yaitu gas dan rem. Keduanya juga sebaiknya dikendalikan oleh satu kaki, yaitu kaki kanan saja. Namun, terkadang masih ada orang yang menggunakan dua kaki, biasanya kaki kiri untuk rem dan kaki kanan untuk pedal gas.

Hal ini mungkin terlihat sepele, tapi menggunakan dua kaki dapat meningkatkan risiko salah injak pedal saat panik, atau menyebabkan pedal rem dan gas terinjak bersamaan secara tak sengaja, sedangkan hal ini bisa mempercepat keausan atau kerusakan komponen.

Selain itu, menggunakan kaki kiri untuk menginjak rem juga tidak dianjurkan. Kaki kiri biasanya kurang halus dalam menekan pedal sehingga mobil bisa berhenti secara mendadak atau mengejutkan.

7. Tidak Menyesuaikan Gigi dengan Kondisi Jalan

Banyak pengemudi hanya menggunakan posisi D di segala situasi. Padahal, saat melewati tanjakan atau turunan curam, mode seperti D2 atau L (tergantung tipe transmisi) dapat membuat kendaraan lebih mudah dikendalikan.

8. Menyalakan Mesin Tanpa Menginjak Pedal Rem

Sebelum menyalakan mesin mobil matic, biasakan menginjak pedal rem terlebih dahulu. Langkah ini merupakan prosedur keselamatan untuk mengantisipasi mobil bergerak secara tiba-tiba ketika mesin baru dinyalakan.

Demikian penjelasan terkait apakah boleh mendorong mobil matic saat mogok dan apa saja yang harus dilakukan ketika mobil mendadak berhenti di tengah jalan. Hal paling penting dalam berkendara adalah memahami mobil yang digunakan dan bagaimana cara kerjanya sehingga kita bisa mengambil keputusan yang tepat dan bijak ketika terjadi hal-hal yang tak diiginkan.

Temukan berbagai tips, rekomendasi, info spesifikasi, hingga berita terkini seputar dunia otomotif melalui kumpulan artikel Tirto di tautan ini:

Kumpulan Artikel Otomotif

Baca juga artikel terkait MOBIL MATIC atau tulisan lainnya dari Erika Erilia

tirto.id - Gearbox
Kontributor: Erika Erilia
Penulis: Erika Erilia
Editor: Erika Erilia & Yulaika Ramadhani