Menuju konten utama

Benarkah Mengecas HP di Mobil Bikin Aki Cepat Rusak?

Ketahui apakah mengecas HP di mobil bisa bikin aki cepat rusak, lengkap dengan tips aman mengecas HP, penyebab aki mobil cepat rusak, dan cara perawatannya.

Benarkah Mengecas HP di Mobil Bikin Aki Cepat Rusak?
Ilustrasi cas HP di Mobil. FOTO/iStockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Mengecas HP di mobil termasuk hal yang cukup umum dilakukan, terutama saat sedang bepergian jauh dan daya baterai HP mulai menipis. Namun, ada anggapan bahwa kebiasaan ini bisa membuat aki mobil cepat soak, apa benar?

Aki menjadi salah satu komponen penting pada mobil karena berperan menunjang sistem kelistrikan kendaraan. Aki berfungsi menyimpan dan menyuplai energi listrik, terutama untuk menghidupkan mesin saat hendak digunakan.

Tak hanya itu, aki juga mendukung berbagai perangkat kelistrikan di mobil, mulai dari lampu, AC, hingga sistem audio. Mengingat banyak perangkat yang perlu disokong oleh aki, muncul anggapan bahwa penggunaan aksesori lain seperti charger HP bisa menambah beban aki.

Ketika beban bertambah, aki mobil diduga lebih cepat soak dan rusak. Inilah alasan mengapa banyak orang menyarankan untuk tidak mengecas HP di mobil.

Apa Benar Cas HP di Mobil Bikin Aki Cepat Rusak?

Ilustrasi charge HP di Mobil

Ilustrasi Cas HP di Mobil. FOTO/iStockphoto

Mengisi daya HP di mobil tidak serta-merta membuat aki cepat rusak, apalagi jika dilakukan ketika mesin sedang menyala. Saat mobil berjalan, kebutuhan listrik untuk perangkat seperti charger HP ditopang oleh sistem kelistrikan kendaraan, termasuk alternator.

Saat mesin menyala, alternator memasok listrik ke sistem kelistrikan mobil dan mengisi aki. Bila HP dicas saat mobil sedang berjalan, daya charger pada dasarnya berasal dari sistem kelistrikan yang ditopang alternator, bukan hanya dari aki.

Mengutip dari situs Engadget, charger HP hanya membutuhkan daya yang relatif kecil, sekitar 5–15 watt. Dengan kata lain, tambahan beban terhadap sistem kelistrikan mobil juga sangat kecil. Konsumsi listrik charger HP bahkan jauh lebih rendah dibandingkan perangkat seperti AC mobil.

Jadi, anggapan bahwa mengecas HP di mobil bisa membuat aki cepat rusak atau soak tidaklah benar, tentunya selama sistem kelistrikan dan kondisi aki mobil dalam keadaan normal.

Akan tetapi, kondisinya bisa agak berbeda jika HP dicas ketika mesin mobil dalam keadaan mati. Dalam situasi ini, energi untuk mengisi daya HP bukan lagi dari alternator, tapi akan diambil langsung dari aki karena alternator tidak sedang menghasilkan listrik.

Lalu, apakah mengecas HP di mobil yang mati selama berjam-jam bisa menguras aki? Kemungkinannya kecil, tapi bukan berarti tidak mungkin. Oleh karena itu, disarankan untuk tidak mengecas HP saat mesin mobil mati, apalagi jika aki mobil sudah berumur.

Risiko Lain Cas HP di Mobil

Mengecas HP di mobil memang tidak akan langsung merusak aki, tapi hal ini tetap memiliki risiko tersendiri yang dampaknya mungkin akan dialami oleh HP. Salah satunya berkaitan dengan aliran daya yang tidak konsisten.

Sebagian besar mobil dilengkapi port colokan cigarette atau cigarette lighter yang punya daya 12 V, sedangkan smartphone biasanya membutuhkan sekitar 5 V sehingga diperlukan adaptor untuk mengatur tegangan tersebut.

Masalah akan muncul ketika adaptor rusak, berkualitas rendah, atau bukan buatan produsen resmi ponsel. Arus listrik yang masuk bisa terlalu besar dan merusak perangkat. Kerusakan ini biasanya tidak langsung terlihat, tapi bisa menggerogoti kesehatan baterai HP secara perlahan.

Risiko lain berkaitan dengan suhu. Terkadang orang mengecas HP di mobil yang sedang terparkir dan terpapar sinar matahari. Hal ini bisa membuat perangkat cepat panas berlebih (overheat). Bila dilakukan berulang kali, maka risiko kerusakan ponsel dan kesehatan baterainya lebih besar.

Tips Mengecas HP di Mobil dengan Aman

Ilustrasi Charger Smartphone di Mobil

Ilustrasi charger smartphone di mobil. Getty Images/iStockphoto

Mengecas HP di mobil memang praktis, apalagi jika sedang dalam perjalanan jauh. Namun, agar proses pengisian daya tetap aman, berikut beberapa tips yang bisa diterapkan:

  • Gunakan charger atau adapter berkualitas yang sesuai dengan kebutuhan daya HP dan soket mobil.
  • Pilih adapter dengan output minimal 2 ampere agar pengisian lebih optimal.
  • Pastikan charger memiliki output listrik yang stabil untuk membantu melindungi HP.
  • Pantau proses pengisian dan segera cabut charger setelah baterai penuh. Hindari membiarkan charger terpasang terlalu lama ketika sudah tidak digunakan.
  • Sebaiknya charge HP saat mesin mobil menyala, bukan ketika mesin mati, agar daya tidak terus diambil dari aki.
  • Jika HP atau adapter terasa terlalu panas, segera hentikan pengisian dan cabut charger.
  • Jangan meninggalkan HP yang sedang di-charge tanpa pengawasan di dalam mobil, apalagi jika mobil sedang diparkir di bawah terik matahari.

Penyebab Utama Aki Mobil Cepat Rusak

Ilustrasi aki mobil

Ilustrasi aki mobil. FOTO/Istockphoto

Aki mobil berperan penting dalam menyediakan daya listrik, terutama saat mesin mobil menyala, tapi aki juga bisa soak atau rusak karena beberapa faktor.

Meski charger HP tidak menjadi salah satu penyebabnya, perangkat aksesori lain bisa jadi biang keroknya. Dikutip dari laman Toyota, berikut beberapa penyebab aki mobil cepat rusak yang perlu diperhatikan:

1. Sistem Pengisian Aki Tidak Optimal

Pada kondisi normal, tegangan pengisian umumnya berada di kisaran 13,8–14,5 volt. Jika tegangannya terlalu rendah, aki tidak mendapatkan pengisian yang cukup.

Sebaliknya, tegangan yang terlalu tinggi dapat menyebabkan overcharge dan mempercepat kerusakan komponen di dalam aki. Kondisi ini akan membuat aki lebih sering berada dalam keadaan kurang terisi.

Pengisian daya yang tidak stabil dan dibiarkan terus-menerus akan memicu kristalisasi sulfat pada pelat aki. Hal ini lambat laun menurunkan kapasitas simpan arus secara drastis. Bahkan, aki baru sekalipun bisa mengalami penurunan performa hanya dalam kurun waktu beberapa bulan.

2. Beban Listrik Terlalu Besar

Penambahan perangkat seperti sistem audio berdaya besar, lampu tambahan, inverter, atau berbagai aksesori elektronik dapat meningkatkan kebutuhan listrik mobil.

Baterai standar mobil umumnya memiliki batas kapasitas tertentu. Ketika konsumsi daya dari aksesori melebihi kemampuan pasokan alternator, aki dipaksa untuk terus menutupi kekurangan arus tersebut.

Kebiasaan menggunakan perangkat listrik ketika mesin mati juga dapat mempercepat pengosongan aki. Semakin sering aki mengalami kondisi kekurangan daya, semakin besar pula kemungkinan performanya menurun lebih cepat.

Jadi, penggunaan aksesori sebenarnya tidak selalu menjadi masalah, selama kebutuhan dayanya masih sesuai dengan kemampuan sistem kelistrikan mobil.

3. Mobil Terlalu Sering Digunakan untuk Jarak Pendek

Proses menyalakan mesin mobil membutuhkan lonjakan arus listrik yang sangat besar dalam hitungan detik. Untuk mengembalikan energi yang terbuang tersebut, alternator membutuhkan waktu beberapa menit untuk mengisi aki kembali.

Jika mobil sering digunakan untuk rute sangat dekat, misalnya di bawah 5 km, alternator tidak punya cukup waktu untuk mengembalikan daya aki yang sebelumnya digunakan untuk menyalakan mesin.

Apabila kebiasaan ini dilakukan terus-menerus, daya aki perlahan berkurang dan kinerjanya dapat menurun meski usia aki masih tergolong baru. Kondisi seperti ini cukup umum terjadi pada mobil harian di perkotaan yang lebih sering menempuh rute pendek dan jarang melakukan perjalanan jauh.

4. Terjadi Kebocoran Arus Listrik

Aki tetap mengalirkan sejumlah kecil listrik ketika mobil dalam keadaan mati untuk mempertahankan fungsi komponen tertentu, seperti sistem keamanan, jam, atau modul elektronik. Namun, daya yang digunakan biasanya relatif kecil, yaitu sekitar 20–50 mA.

Masalah baru akan muncul ketika terdapat komponen atau instalasi yang membuat konsumsi listrik jauh lebih besar dari seharusnya. Kebocoran arus bisa terjadi akibat modul elektronik yang bermasalah maupun pemasangan aksesori yang kurang tepat.

Akibatnya, aki bisa kehilangan daya meskipun mobil tidak digunakan. Salah satu tanda yang patut dicurigai adalah aki berulang kali terkuras setelah mobil diparkir semalaman atau selama beberapa hari.

5. Aki Sudah Tua atau Kondisinya Menurun

Aki timbal-asam pada mobil memiliki masa pakai yang terbatas. Seiring waktu, material aktif di dalam aki akan mengalami penurunan sehingga kemampuannya menyimpan dan menghasilkan arus juga ikut berkurang.

Salah satu tanda penurunan kondisi aki adalah tegangannya turun cukup drastis ketika mobil distarter, meskipun ketika diukur voltasenya terlihat normal.

6. Terlalu Sering Terpapar Suhu Panas

Suhu lingkungan yang tinggi juga dapat membuat aki cepat soak. Suhu ekstrem, misalnya mobil sering diparkir di bawah terik matahari dalam waktu lama, bisa memengaruhi proses kimia di dalam aki.

Dalam jangka panjang, paparan panas berlebih bisa mempercepat degradasi komponen internal dan mengurangi masa pakai aki. Pada jenis aki tertentu, suhu tinggi juga dapat meningkatkan penguapan elektrolit sehingga kondisinya menjadi lebih cepat menurun.

7. Terminal Aki Kotor atau Tidak Kencang

Terminal aki yang kotor, berkarat, atau kurang kencang dapat menghambat aliran listrik antara aki dan sistem kelistrikan kendaraan. Kondisi tersebut meningkatkan hambatan pada sambungan.

Akibatnya, pengisian dari alternator menjadi kurang optimal dan arus yang dibutuhkan saat menyalakan mesin juga tidak tersalurkan dengan baik. Kondisi ini membuat pemilik mobil salah mengira akinya benar-benar soak, padahal yang terjadi adalah adanya masalah pada bagian koneksinya.

Cara Merawat Aki Mobil agar Tak Cepat Rusak

Ilustrasi aki mobil

Ilustrasi aki mobil. FOTO/iStockphoto

Perawatan aki yang tepat akan membantu mencegah aki kehilangan daya dengan cepat sebelum masa pakainya berakhir. Beberapa tips sederhana berikut bisa diterapkan untuk menjaga kondisi aki sekaligus mengurangi risiko aki tiba-tiba soak:

1. Panaskan Mobil secara Rutin

Untuk mobil yang jarang digunakan, disarankan untuk tetap memanaskan atau menghidupkan mesin secara rutin minimal selama 10–15 menit agar aki tetap mendapatkan pengisian dari alternator.

2. Hindari Menyalakan Aksesori Saat Mesin Mati

Perangkat seperti AC, audio, lampu, atau aksesori elektronik lainnya dapat mengambil daya langsung dari aki ketika mesin belum menyala. Karena alternator belum bekerja untuk mengisi aki, kebiasaan menyalakan aksesori mobil saat mesin mati bisa mempercepat berkurangnya daya.

3. Periksa Tegangan Aki secara Berkala

Kondisi aki dapat dipantau menggunakan voltmeter atau saat melakukan servis rutin. Tegangan aki idealnya ada di kisaran 12,4–12,7 volt (kondisi mesin mati). Jika tegangannya mulai turun jauh dari angka tersebut, aki perlu diperiksa lebih lanjut.

4. Bersihkan Terminal Aki

Terminal yang kotor atau karatan bisa meningkatkan hambatan listrik dan mengganggu aliran arus. Disarankan untuk melakukan pembersihan terminal secara berkala sekitar 3–6 bulan sekali.

5. Pastikan Alternator Bekerja dengan Baik

Aki yang sehat bisa cepat soak apabila alternator tidak mampu mengisi daya dengan optimal. Oleh karena itu, jika aki masih baru, tapi berulang kali kehilangan daya, sebaiknya sistem pengisian atau alternator ikut diperiksa.

Itulah penjelasan seputar mengecas HP di mobil yang ternyata tidak secara langsung membuat aki cepat rusak, terutama jika dilakukan ketika mesin menyala. Meski demikian, dianjurkan untuk tetap berhati-hati jika ingin mengecas HP di dalam mobil, termasuk memperhatikan kualitas charger.

Temukan berbagai tips, rekomendasi, info spesifikasi, hingga berita terkini seputar dunia otomotif melalui kumpulan artikel Tirto di tautan ini:

Kumpulan Artikel Otomotif

Baca juga artikel terkait OTOMOTIF atau tulisan lainnya dari Erika Erilia

tirto.id - Gearbox
Kontributor: Erika Erilia
Penulis: Erika Erilia
Editor: Erika Erilia & Yulaika Ramadhani