BBM Dalam Cengkeraman Emtek

Oleh: Nurul Qomariyah Pramisti - 28 Juni 2016
Dibaca Normal 2 menit
Grup Elang Mahkota Teknologi (Emtek) menjalin aliansi dengan BlackBerry. Emtek akan mengelola BlackBerry Messenger (BBM) yang sudah mulai terpinggirkan karena banyaknya aplikasi messenger lainnya. Bagaimana masa depannya?
tirto.id - “Tolong Bedakan BB dengan BBM.” Penegasan itu langsung disampaikan Adi Sariaatmadja, CEO KMK Online ketika ditanya tentang bisnis BlackBerry yang diperkirakan segera tamat. Induk KMK Online, PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (Emtek) baru saja menandatangani kesepakatan aliansi strategis dengan BlackBerry Limited (BBRY) . Aliansi ini tentu memunculkan pertanyaan, mengapa Emtek mau menandatangani kesepakatan dengan BBRY yang kinerjanya memburuk dalam beberapa tahun terakhir.

Dalam perbincangannya dengan tirto.id, Adi mengungkapkan optimismenya tentang BlackBerry Messenger (BBM). Ibaratnya, kinerja BB mungkin masih goyah, tapi BBM tetap tumbuh penggunanya. Di Indonesia, pengguna BBM bahkan masih merupakan yang tertinggi dibandingkan platform lainnya dengan jumlah pengguna aktif mencapai 60 juta. Jumlah pengguna di Indonesia itu mewakili 80 – 90 persen dari total pengguna BBM secara global.

Di posisi pertama dari pengguna messenger terbanyak adalah Facebook sebanyak 90 juta, BBM kedua. Kata Adi, WhatsApp 30 juta, Line 20 juta, dan YM! sebanyak 10 juta. Sementara menurut data We Are Social, BBM berada di peringkat pertama dengan 19 persen pangsa pasar messenger di Indonesia. Disusul Facebook (15 persen), WhatsApp (14 persen), Facebook Messenger (13 persen), Google (12 persen), Line (12 persen).

Emtek yang juga pemilik SCTV, Indosiar dan O Channel ini berharap nantinya 90 persen pengguna smartphone juga menggunakan BBM. Hal itu memungkinkan karena BBM sudah menjadi sebuah ekosistem. Platformnya dibuka untuk umum sehingga iOs, Android dan Windows leluasa mengunduhnya.

Banyak yang mengatakan BBM sudah semakin ditinggalkan. Data menunjukkan anggapan itu tidak benar. Adi menilai, loyalitas orang Indonesia untuk menggunakan BBM masih sangat kuat. Berbekal optimisme itu, Emtek menjalin aliansi yang mencakup pengelolaan BBM selama 6 tahun.

Emtek ingin menggarap peluang bisnis dari pengelolaan BBM ini. Dengan kerja sama ini, para pelanggan akan memiliki akses baru untuk konten, perdagangan, pedagangan online ke offline, serta keuangan. Konten yang bisa diakses berupa musik, video streaming, game, jaringan olahraga dan berita, blog selebriti, dll. Perdagangan berupa belanja, hadiah, dan kupon atau voucher. Perdagangan online dan offline mencakup reservasi bioskop, perjalanan wisata, pelayanan kesehatan atau lowongan pekerjaan. Sementara keuangan akan mencakup proses pembayaran, transfer uang, isi ulang ponsel, dan utilitas penagihan.

“Kerja sama kami dengan BlackBerry akan memungkinkan pengguna BBM untuk mengakses kontek eksklusif berupa hiburan, teknologi dan produk dan layanan digital Emtek yang banyak dicari,” kata Alvin Sariaatmadja, CEO Emtek.

Dengan penyediaan seluruh layanan itu, Emtek berharap bisa menghidupkan ekosistem digital Indonesia. Misalnya untuk developer game lokal. Emtek juga akan membuka application programming interface (API) dan software development kit (SDK) untuk semua produk dan layanan internet di Indonesia.

“Kita akan membuat ekosistem terdepan di Indonesia,” kata Adi, seraya menjanjikan kontennya tidak pilih-pilih dari grup Emtek. Indonesia akan dijadikan model baru untuk bisnis pengelolaan BBM ini. Jika sukses, Emtek akan melanjutkannya untuk pengguna di luar Indonesia.

“Yang saya mimpikan, semoga Indonesia bisa mempunyai banyak perusahaan-perusahaan teknologi lokal yang mapan. Dengan adanya BBM sebagai platform yang kuat di Indonesia, kita bisa membantu mengembangkan sektor ICT jauh lebih cepat,” urai Adi.



Grup Emtek memang sedang giat berekspansi. Selain mengoperasional tiga stasiun televisi, Emtek juga memiliki lini bisnis digital yang sangat ekspansif dalam beberapa tahun terakhir. Untuk fokus pada industri online, Emtek memiliki KMK Online yang saat ini memiliki dan mengoperasikan portal Liputan6.com dan sejumlah portal lainnya. KMK juga berinvestasi di sejumlah perusahaan lain, termasuk Bukalapak.com yang merupakan salah satu e-commerce terbesar di Indonesia.

Sementara BlackBerry Limited kini justru sedang mengalami transformasi bisnis. Mereka secara perlahan ingin melepas bisnis hardware dan fokus ke software serta jasa untuk pemerintah dan pebisnis. Mereka sadar, sulit untuk bertahan di bisnis hardware di tengah persaingan yang sangat ketat.

Transformasi bisnis BlackBerry memberikan hasil yang cukup menggembirakan. Bisnis software dan jasa menyumbang penjualan hingga 166 juta dolar untuk kuartal I tahun fiskal 2016. Angka itu meningkat 8 persen dari kuartal sebelumnya. Pada tahun fiskal 2015, lini bisnis ini berhasil menembus target penjualan 500 juta dolar. BlackBerry berharap linis bisnis ini bisa menyumbang 30 persen pertumbuhan pendapatan untuk tahun fiskal 2016.

Namun, secara keseluruhan bisnis BlackBerry memang masih mengkhawatirkan. Ini dikarenakan bisnis ponselnya semakin lesu dengan pendapatan hanya 400 juta dolar untuk kuartal I tahun fiskal 2016. Angka ini tidak sesuai dengan ekspektasi perusahaan dan juga analis.

Ketika pertama kali menjadi CEO BlackBerry ada 2013, John Chen sudah bersumpah untuk membuat bisnis hardware-nya menguntungkan. Di saat yang sama, bisnis software juga akan didorong sebagai salah satu mesin pertumbuhan.

“Bisnis software kami telah membuat pertumbuhan yang besar dan meningkatkan pangsa pasar,” kata Chen, seperti dilansir dari WSJ.

BlackBerry sepertinya ingin mengembalikan kejayaannya. Transformasi bisnis terus dilakukan agar mereka tidak mati muda. Menggaet Emtek untuk menggarap pasar messenger yang cukup besar di Indonesia merupakan salah satu jalannya.

“Latar belakang Emtek yang kuat dalam industri hiburan, konten, dan teknologi menjadikan Grup Emtek sebagai rekanan bisnis yang sempurna untuk memaksimalkan potensi aplikasi pesan BBM sekaligus juga memenuhi tujuan keuangan dan operasional kami,” kata John Chen.

Dengan menggandeng Emtek, BlackBerry tak perlu takut kehilangan pangsa pasar messenger-nya yang sebagian besar ada di Indonesia. Sudah ada Emtek yang mengurusnya. Emtek juga akan mendapatkan untung dari maksimalnya konten yang sudah dimiliki. Sementara Indonesia bisa untung dari terbentuknya sebuah ekosistem digital.

Baca juga artikel terkait BLACKBERRY atau tulisan menarik lainnya Nurul Qomariyah Pramisti
(tirto.id - Indepth)

Reporter: Sapto Anggoro
Penulis: Nurul Qomariyah Pramisti
Editor: Sapto Anggoro
Artikel Lanjutan
DarkLight