Menuju konten utama

Bandung Ajukan Kawasan Asia Afrika Jadi Warisan Dunia ke UNESCO

Kawasan ikonik Simpang Lima hingga Jalan Otista ditarget masuk daftar kandidat Warisan Budaya Dunia untuk diajukan ke UNESCO 4 tahun ke depan.

Bandung Ajukan Kawasan Asia Afrika Jadi Warisan Dunia ke UNESCO
Suasana kawasan Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Selasa (21/4/2026). tirto.id/Muhamad Nizar.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menyambut peringatan ke-71 Konferensi Asia Afrika (KAA), Pemerintah Kota Bandung mengajukan kawasan Jalan Asia Afrika sebagai calon Warisan Budaya Dunia ke UNESCO. Kawasan ikonik dari Simpang Lima hingga Jalan Otista ini ditarget masuk dalam daftar kandidat resmi dalam empat tahun ke depan sebagai pengakuan atas nilai sejarah globalnya.

"Jalan Asia Afrika dari Simpang Lima sampai Jalan Otista layak didaftarkan sebagai kawasan warisan budaya dunia," sebut Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, kepada wartawan di Pendopo Bandung, Selasa (21/4/2026).

“Kami sedang mengajukan kawasan Jalan Asia Afrika sebagai kawasan warisan dunia dengan target dalam empat tahun ke depan bisa masuk kandidat UNESCO,” sambungnya.

Farhan menyebut, kawasan bersejarah ini harus terus hidup melalui berbagai kegiatan dan event agar memiliki daya tarik global yang kuat. Salah satu upaya yang dilakukan Pemkot Bandung adalah menggelar rangkaian peringatan KAA dari April hingga Juli.

“Kawasan ini tidak boleh sepi, harus terus dihidupkan dengan berbagai event agar memiliki nilai tambah dan daya tarik global,” sambungnya.

Jalan Asia Afrika Bandung

Suasana kawasan Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Selasa (21/4/2026). tirto.id/Muhamad Nizar.

Farhan menambahkan, rangkaian Festival KAA bakal digelar mulai dari 24 April sampai sekira 12 Juli 2026. Menurutnya, seluruh agenda kegiatan tersebut disampaikan secara berkala kepada UNESCO.

"Kenapa acara [festival] ini menjadi penting? Karena apa yang dimulai Kementerian Kebudayaan lewat pameran foto dan peluncuran buku foto-foto KAA, itu sampai 12 Juli nanti akan menjadi rangkaian yang kita laporkan terus menerus ke UNESCO," imbuhnya.

Farhan lantas mengungkap dukungan dari Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon. Dia bilang, bahkan Fadli Zon berencana membuka koleksi foto konferensi yang dimilikinya sebagai domain publik. Agar dapat diakses luas masyarakat.

Dalam upaya mencapai targetnya, Pemkot Bandung menyiapkan penataan infrastruktur dalam waktu dekat. Penataan secara menyeluruh akan dilakukan mulai dari perbaikan jalan, trotoar ramah disabilitas, hingga revitalisasi gedung-gedung bersejarah yang kini belum dimanfaatkan secara optimal.

“Kami juga menyiapkan penataan infrastruktur, mulai dari perbaikan jalan, trotoar ramah disabilitas hingga revitalisasi gedung bersejarah,” ucap Farhan.

Baca juga artikel terkait UNESCO WORLD HERITAGE atau tulisan lainnya dari Muhammad Nizar

tirto.id - Flash News
Reporter: Muhammad Nizar
Penulis: Muhammad Nizar
Editor: Siti Fatimah