Bagaimana Aturan Legalisasi Ganja di Thailand Resmi Hari Ini?

Penulis: Alexander Haryanto, tirto.id - 9 Jun 2022 12:55 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Thailand resmi memperbolehkan orang-orang menanam ganja di rumah, bagaimana aturannya?
tirto.id - Pada hari ini, Kamis, 9 Juni 2922, negara Thailand secara resmi akan menghapus ganja dan tanama rami dari daftar narkotikanya. Hal itu dilakukan sebagai bagian dari upaya memanfaatkan minat yang meningkat pada minuman infus dan perawatan medis.

Seperti dilaporkan Bangkok Post, undang-undang tentang legalisasi ganja itu mulai berlaku pada hari ini, Kamis, 9 Juni 2022. Ini adalah tonggak sejarah yang menjadikan Thailand sebagai negara Asia pertama yang mengeluarkan peraturan tentang budidaya ganja dan rami di rumah. Lantas bagaimana aturannya?

Menurut pemerintah Thailand, tujuan utama undang-undang baru itu dalah untuk mendorong para penggemar menggunakan ganja buatan sendiri di Thailand serta meringankan kondisi kesehatan tertentu dan meningkatkan kesehatan di tingkat rumah tangga.

Thailand sudah memiliki setidaknya 10 spesies tanaman ganja lokal. Baru-baru ini, Thailand menjadi berita utama global ketika pemerintah mengumumkan kampanye nasional dengan membagikan 1 juta bibit ganja untuk memasok petani yang tertarik.

Thailand juga akan mengizinkan orang menanam ganja di rumah, tetapi bagi mereka yang merokok untuk tujuan rekreasi masih dilarang. Para pejabat memperingatkan, siapa pun yang merokok ganja di depan umum bisa dikenai hukuman.

Kendati demikian, meskipun sudah dilegalkan, hanya penggunaan ganja dengan potensi rendah yang diizinkan pemerintah. Sedangkan ekstrak yang mengandung lebih dari 0,2 persen tetrahydrocannabinol, zat psikoaktif tanaman yang membuat orang merasa mabuk tetap ilegal atau dilarang.

Infografik SC Legalisasi Ganja di Thailand
Infografik SC Legalisasi Ganja di Thailand. tirto.id/Sabit


Bolehkah Merokok Ganja di Depan Umum Thailand?

The Guardian melaporkan, meskipun diperbolehkan menanam ganja di rumah, orang-orang di Thailand masih dilarang merokok ganja di depan umum karena dianggap sebagai gangguan publik.

“Departemen kesehatan [akan] mengeluarkan pengumuman yang menentukan bahwa bau dan asap dari ganja dan rami adalah penyebab gangguan di bawah Undang-Undang Kesehatan Masyarakat,” kata Thongchai Keeratihattayakorn, wakil sekretaris tetap kementerian kesehatan masyarakat mengatakan kepada media Thailand.

Di bawah aturan baru, perusahaan dan individu akan diizinkan menanam tanaman dalam jumlah tak terbatas di pertanian atau di kebun mereka untuk tujuan pengobatan. Namun, petani harus memberi tahu pihak berwenang, dan siapa pun yang menanam tanaman untuk alasan komersial juga harus mendapatkan izin.

Thailand telah melonggarkan undang-undang ganja selama beberapa tahun terakhir dengan harapan meningkatkan sektor pertanian dan pariwisata negara itu.

Saat ini, semakin banyak kafe dan restoran menjual makanan dan minuman yang dicampur dengan ganja. Dengan harapan, bisnis seperti itu mampu menarik investor dari turis asing, yang jumlahnya turun drastis selama pandemi.

Menurut media lokal, aturan penghapusan ganja dari daftar narkotika Thailand juga akan membuka jalan bagi tahanan yang dihukum dalam kasus terkait ganja untuk dibebaskan, dan catatan kriminal mereka dihapus.

Rancangan undang-undang baru tentang pengendalian ganja, yang mencakup perincian tentang produksi dan penggunaan komersialnya, saat ini sedang dipertimbangkan di parlemen.


Baca juga artikel terkait LEGALISASI GANJA DI THAILAND atau tulisan menarik lainnya Alexander Haryanto
(tirto.id - Sosial Budaya)

Penulis: Alexander Haryanto
Editor: Iswara N Raditya

DarkLight