Bacaan Surat Asy Syams: Latin, Tulisan Arab dan Terjemahan Artinya

Kontributor: Beni Jo, tirto.id - 20 Jul 2023 15:33 WIB | Diperbarui 27 Jul 2023 14:33 WIB
Dibaca Normal 3 menit
Surat Asy Syams adalah surah yang sering dibaca Nabi Muhammad SAW saat salat. Berikut bacaan surat Asy Syam latin, tulisan Arab, arti, dan terjemahannya.
tirto.id - Bacaan surat Asy Syams ayat 1-15 dalam tulisan latin dan arab beserta artinya berikut ini bersumber dari mushaf Al-Quran terbitan Kementerian Agama RI (Kemenag). Surat Asy Syams menjelaskan tentang keutamaan orang yang menyucikan jiwanya, serta kerugian mereka yang mengotorinya.

Surah Asy Syams juga menerangkan tentang kekuasaan Allah SWT atas fenomena alam semesta, terutama yang terkait astronomi. Kandungan Surat Asy Syams lainnya adalah penjelasan tentang azab Allah SWT pada kaum Samud yang mendustakan perintah-Nya.

Surah Asy Syams terdiri dari 15 ayat. Surat Asy Syams adalah surah ke-91 di Al-Quran, serta tergolong surah Makkiyah (turun di Kota Makkah).

Adapun nama surah ini, yakni Asy-Syams artinya matahari. Surat Asy Syams dibuka oleh kalimat berbunyi "Wasy-syamsi wa ḍuḥaha." Ayat 1 Surah Asy Syams ini artinya adalah: "Demi matahari dan sinarnya pada waktu duha (ketika matahari naik sepenggalah)."


Bacaan Surat Asy Syams Latin dan Arab

Bacaan surat Asy Syams dalam tulisan latin dan arab adalah sebagai berikut:

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ


وَالشَّمْسِ وَضُحٰىهَاۖ - ١

wasy-syamsi wa ḍuḥāhā

وَالْقَمَرِ اِذَا تَلٰىهَاۖ - ٢

wal-qamari iżā talāhā

وَالنَّهَارِ اِذَا جَلّٰىهَاۖ - ٣

wan-nahāri iżā jallāhā

وَالَّيْلِ اِذَا يَغْشٰىهَاۖ - ٤

wal-laili iżā yagsyāhā

وَالسَّمَاۤءِ وَمَا بَنٰىهَاۖ - ٥

was-samā`i wa mā banāhā

وَالْاَرْضِ وَمَا طَحٰىهَاۖ - ٦

wal-arḍi wa mā ṭaḥāhā

وَنَفْسٍ وَّمَا سَوّٰىهَاۖ - ٧

wa nafsiw wa mā sawwāhā

فَاَلْهَمَهَا فُجُوْرَهَا وَتَقْوٰىهَاۖ - ٨

fa al-hamahā fujụrahā wa taqwāhā

قَدْ اَفْلَحَ مَنْ زَكّٰىهَاۖ - ٩

qad aflaḥa man zakkāhā

وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسّٰىهَاۗ - ١٠

wa qad khāba man dassāhā

كَذَّبَتْ ثَمُوْدُ بِطَغْوٰىهَآ ۖ - ١١

kadżdżabaṡ ṡamụdu biṭagwāhā

اِذِ انْۢبَعَثَ اَشْقٰىهَاۖ - ١٢

idżimba'aṡa asyqāhā

فَقَالَ لَهُمْ رَسُوْلُ اللّٰهِ نَاقَةَ اللّٰهِ وَسُقْيٰهَاۗ - ١٣

fa qāla lahum rasụlullāhi nāqatallāhi wa suqyāhā

فَكَذَّبُوْهُ فَعَقَرُوْهَاۖ فَدَمْدَمَ عَلَيْهِمْ رَبُّهُمْ بِذَنْۢبِهِمْ فَسَوّٰىهَاۖ - ١٤

fa każżabụhu fa 'aqarụhā fa damdama 'alaihim rabbuhum biżambihim fa sawwāhā

وَلَا يَخَافُ عُقْبٰهَا ࣖ - ١٥

wa lā yakhāfu 'uqbāhā

Terjemahan Surat Asy Syams Ayat 1-15

Terjemahan surat Asy Syams ayat 1-15 dalam bahasa Indonesia adalah sebagai berikut:

1. Demi matahari dan sinarnya pada pagi hari,

2. demi bulan apabila mengiringinya,

3. demi siang apabila menampakkannya,

4. demi malam apabila menutupinya (gelap gulita),

5. demi langit serta pembinaannya (yang menakjubkan),

6. demi bumi serta penghamparannya,

7. demi jiwa serta penyempurnaan (ciptaan)-Nya,

8. maka Dia mengilhamkan kepadanya (jalan) kejahatan dan ketakwaannya,

9. sungguh beruntung orang yang menyucikannya (jiwa itu),

10. dan sungguh rugi orang yang mengotorinya.

11. (Kaum) samud telah mendustakan (rasulnya) karena mereka melampaui batas (zalim),

12. ketika bangkit orang yang paling celaka di antara mereka,

13. lalu Rasul Allah (Saleh) berkata kepada mereka, "(Biarkanlah) unta betina dari Allah ini dengan minumannya."

14. Namun mereka mendustakannya dan menyembelihnya, karena itu Tuhan membinasakan mereka karena dosanya, lalu diratakan-Nya (dengan tanah),

15. dan Dia tidak takut terhadap akibatnya.


Isi Kandungan Surat Asy Syams tentang Apa?

Surah Asy-Syams diawali beberapa ayat yang menyatakan sumpah Allah SWT mengenai kekuasaan-Nya atas fenomena-fenomena astronomi, seperti matahari, bulan, langit dan bumi, hingga pergantian siang-malam.

Setelah itu, pada ayat 7-10 fokus pembahasan adalah jiwa manusia yang senantiasa perlu disucikan dari kepekatan atau kejahatan. Bagian tengah Surat Asy Syams ini pun memuat penegasan dari Allah SWT tentang kerugian orang-orang yang mengotori jiwanya dengan perbuatan maksiat.


Salah satu intisari Surah asy-Syams terdapat di ayat 9 yang artinya, "Sungguh beruntung orang yang menyucikan (jiwa itu)." Mengutip tafsir Surah Asy Syams ayat 9 yang dilansir oleh laman quran.kemenag.go.id, maksud dari "penyucian jiwa" ialah membersihkan jiwa dari kekotoran akibat perbuatan dosa, seperti syirik, kufur, takabur, iri-dengki, tamak, dan lain sebagainya. Penyucian jiwa itu lantas diiringi dengan menjalankan perintah Allah SWT untuk beriman, ikhlas, bersabar, dan lainnya.

Bagian akhir Surah Asy-Syams mengisahkan kaum Tsamud, yang diberkati Allah dengan kemampuan memahat bukit dan gunung untuk dijadikan tempat tinggal. Kaum ini tidak mau mengikuti ajaran Nabi Saleh.

Sang nabi memiliki mukjizat berupa onta betina hamil, yang diharapkan bisa meminum dari sumur secara bergantian dengan kaum Tsamud: sehari untuk onta betina, dan sehari untuk kaum tersebut. Sebenarnya, pada hari giliran onta itu minum, kaum Tsamud dapat memerah susunya.

Namun, kaum Tsamud kemudian menyembelih onta tadi dan menyantap dagingnya. Atas tindakan tersebut, Allah memberikan azab kepada Kaum Tsamud berupa gempa, suara keras menggelegar, dan sambaran petir sehingga semua rata dengan tanah.


Waktu Membaca Surah Asy Syams yang Utama

Surah Asy Syam termasuk surat dalam Al-Quran yang sering dibaca oleh Nabi Muhammad SAW saat sholat fardhu, terutama isya'. Hal ini sebagaimana hadits berikut:

"Dari Abdullah bin Buraidah, bersumber dari ayahnya, bahwa Rasulullah sallallāhu ‘alaihi wa sallam membaca Wasy-Syamsi wa duhaha (Surah asy-Syam), dan surah-surah serupa lainnya saat melaksanakan salat Isya." (H.R Ahmad dan at-Tirmidzi).

Rasulullah SAW juga menganjurkan surah Asy Syam dibaca oleh imam shalat. Anjuran ini sesuai dengan hadits yang menyebutkan, bahwa Rasulullah SAW bersabda pada Muadz bin Jabal al-Anshari sebagai berikut:

"Apabila kamu mengimami manusia, maka bacalah surah asy-Syams wa dhuhaha (asy-Syams), Sabbihisma Rabbika al-A'la (Surah Al-A'la), dan Iqra' Bismi Rabbika (Surah Al-Alaq), serta Wal-Laili idza Yaghsya (Surah al-Lail)," (H.R. Muslim).

Dua hadits di atas menjelaskan keutamaan membaca Surah Asy-Syams saat pelaksanaan sholat Isya', atau ketika menjadi imam salat.

Surah Asy Syams juga dianjurkan untuk dibaca saat melaksanakan sholat dhuha. Surat ini termasuk surat yang sunnah dibaca saat sholat Dhuha, selain surat al-Kafirun, surat al-Ikhlas, dan surat ad-Adhuha.

Baca juga artikel terkait BACAAN SURAT PENDEK atau tulisan menarik lainnya Beni Jo
(tirto.id - Sosial Budaya)

Kontributor: Beni Jo
Penulis: Beni Jo
Editor: Fitra Firdaus
Penyelaras: Addi M Idhom
DarkLight