Bacaan Niat Sholat Witir 3 Rakaat 2 Salam & 1 Salam Serta Tata Cara

Oleh: Dewi Rukmini - 12 April 2021
Dibaca Normal 6 menit
Bacaan niat sholat witir berjamaah dan sendirian sedikit berbeda. Adapun sholat witir 3 rakaat dapat dilakukan dengan 2 salam atau 1 kali salam.
tirto.id - Shalat Witir merupakan ibadah sunah yang dilaksanakan sebagai penutup dari salat sunah lainnya, seperti salat tahajud, salat hajat (saat Ramadhan atau hari biasa), dan salat tarawih (di Ramadan). Pelaksanaan sholat Witir dimulai pada malam hari seusai salat isya hingga menjelang waktu subuh.

Waktu pelaksanaan sholat witir tersebut merujuk salah satu hadist yang meriwayatkan, Aisyah RA pernah mengatakan: "Dari setiap malam, Nabi Muhammad SAW pernah mengerjakan sholat witir pada permulaan malam, tengah malam, akhiran malam, dan berakhir pada waktu subuh,” (Hadist shahih, riwayat Bukhari:941 dan Muslim: 1230).

Keutamaan Sholat Witir dan Jumlah Rakaatnya

Salat witir termasuk salah satu ibadah sunah yang sangat dianjurkan (sunah muakkad) untuk diamalkan. Ibadah sunah adalah ibadah yang apabila dilakukan akan mendapat pahala.

Sedangkan jika tidak dilaksanakan tidak apa-apa. Namun, mereka yang tidak melaksanakannya termasuk golongan orang yang kurang beruntung karena tidak mendapatkan tambahan pahala.

Salat witir mempunyai keutamaan sebagai penyempurna salat malam di hari-hari biasa, atau juga qiyamul lail pada bulan Ramadhan, serta merupakan salah satu wasiat Rasulullah SAW.

Sebagaimana dalam hadist Bukhari-Muslim, dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu beliau berkata: ‘Kekasihku (Muhammad) SAW mewasiatkan kepadaku tiga perkara, puasa tiga hari setiap bulan, salat dhuha dua rakaat, dan salat witir sebelum tidur.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Dalam pengerjaannya, salat witir termasuk ke dalam salat sunah yang dapat dilaksanakan sendiri (munfarid). Namun, khusus di bulan Ramadhan, salat Witir dapat ditunaikan secara berjamaah setelah salat tarawih.


Anjuran ini disampaikan oleh para ulama Mazhab Syafii dan Hambali serta sebagian ulama Mazhab Maliki. Akan tetapi, untuk mereka yang berencana melakukan salat tahajud di tengah malam pada bulan Ramadhan, dapat tidak melaksanakan salat witir berjamaah usai tarawih dan menggantinya dengan salat witir sendiri di akhir malam setelah salat tahajud.

Pendapat ini didasari oleh hadist Imam Muslim, yang meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda: “Barang siapa di antara kalian yang khawatir tidak bisa bangun di akhir malam, hendaklah ia witir dan baru kemudian tidur. Dan siapa yang yakin akan terbangun di akhir malam, hendaknya ia witir di akhir malam, karena bacaan di akhir malam dihadiri (para malaikat) dan hal itu adalah lebih utama,” (Hadis Shahih Muslim Nomor 1256).

Salat witir harus dikerjakan dengan jumlah rakaat ganjil. Witir dapat ditunaikan dengan minimal satu rakaat, 3 rakaat, 5 rakaat dan maksimal 11 rakaat. Hal ini sesuai dengan beberapa hadist yang diriwayatkan oleh Abu Daud dan Muslim.

Dalam hadist Abu Daud, Raulullah pernah bersabda: “(Salat) Witir itu adalah hak setiap muslim, siapa yang lebih uka witir lima rakaat, maka kerjakanlah, dan barang siapa yang lebih suka witir satu rakaat, maka kerjakanlah,” (Hadist shahih, riwayat Abu Daud:1212 dan Al-Nasa’i:1693).

Selain itu, dalam hadist lainnya, diriwayatkan bahwa Aisyah RA berkata: "Rasulullah SAW salat 11 rakaat di antara alat Isya sampai terbit fajar. Beliau salam setiap 2 rakaat dan mengerjakan salat witir dengan satu rakaat,” (Hadis shahih, riwayat Muslim: 1216).

Di Indonesia, pada bulan Ramadhan, salat witir umumnya dilaksanakan secara berjamaah dalam 3 rakaat. Ada dua cara dalam melaksanakan salat witir tiga rakaat.

Cara pertama, salat witir tiga rakaat dikerjakan dengan dua kali salam. Jadi, sholat witir 2 rakaat dilaksanakan dulu dan kemudian salam. Lantas, dilanjutkan dengan satu rakaat dan diakhiri salam.

Cara kedua, mengerjakan 3 rakaat salat witir yang tersambung sekaligus dengan satu salam. Pada cara ini, salat witir dilakukan tanpa melakukan tasyahud awal.

Tata Cara Sholat Witir 3 Rakaat dengan 2 Kali Salam

Tata cara sholat witir 3 rakaat dengan 2 kali salam secara berjamaah maupun sendirian tidak jauh berbeda. Perbedaan terletak pada lafal niatnya dan juga adanya posisi imam serta makmum dalam sholat witir berjamaah.

Berikut tata cara sholat witir 3 rakaat dengan 2 kali salam beserta urutan gerakannya:

  • Mengucapkan bacaan niat salat witir untuk 2 rakaat (salam pertama)
  • Mengucapkan takbir ketika takbiratul ihram sambil membaca niat di dalam hati
  • Baca Surat Al-Fatihah dan setelah itu membaca salah satu surat dalam Al-Quran
  • Rukuk
  • Itidal
  • Sujud pertama
  • Duduk di antara dua sujud
  • Sujud kedua
  • Berdiri kembali pada rakaat kedua
  • Baca surat Surat Al-Fatihah dan membaca salah satu surat dalam Al-Quran
  • Rukuk
  • Itidal
  • Sujud pertama
  • Duduk di antara dua sujud
  • Sujud kedua
  • Duduk tasyahud akhir di rakaat kedua
  • Salam pada akhir rakaat kedua
  • Lalu, berdiri lagi untuk mengerjakan sholat witir satu rakaat (salam kedua)
  • Diawali membaca niat sholat witir untuk 1 rakaat
  • Mengucapkan takbir saat takbiratul ihram sambil melafalkan niat dalam hati
  • Baca Surat Al-Fatihah dan lalu membaca salah satu surat dalam Al-Quran
  • Rukuk
  • Itidal
  • Sujud pertama
  • Duduk di antara dua sujud
  • Sujud kedua
  • Duduk tasyahud akhir
  • Dan, salam.


Tata Cara Shalat Witir 3 Rakaat dengan 1 Kali Salam

Pengerjaan sholat witir 3 rakaat dengan 1 kali salam secara berjamaah atau sendirian sebenarnya juga tidak jauh berbeda.

Hal yang membedakan terletak pada lafal niatnya. Selain itu, pada keberadaan posisi imam serta makmum dalam sholat witir berjamaah.

Perlu diketahui pula, sholat witir 3 rakaat dengan 1 kali salam dikerjakan tanpa ada tasyahud awal. Hal itu membuat ibadah ini berbeda dari shalat maghrib yang juga dikerjakan dengan 3 rakaat.

Berikut adalah tata cara sholat witir 3 rakaat dengan 1 kali salam, beserta urutan gerakannya:
  • Mengucapkan atau melafalkan bacaan niat salat witir untuk 3 rakaat
  • Mengucapkan takbir saat takbiratul ihram sambil membaca niat dalam hati
  • Baca Surat Al-Fatihah dan lalu membaca salah satu surat dalam Al-Quran
  • Rukuk
  • Itidal
  • Sujud pertama
  • Duduk di antara dua sujud
  • Sujud kedua
  • Berdiri kembali pada rakaat kedua
  • Baca surat Surat Al-Fatihah dan lantas membaca salah satu surat Al-Quran
  • Rukuk
  • Itidal
  • Sujud pertama
  • Duduk di antara dua sujud
  • Sujud kedua
  • Berdiri kembali pada rakaat ketiga
  • Baca surat Surat Al-Fatihah dan lalu membaca salah satu surat Al-Quran
  • Rukuk
  • Itidal
  • Sujud pertama
  • Duduk di antara dua sujud
  • Sujud kedua
  • Duduk tasyahud akhir
  • Kemudian, salam.

Bacaan Doa Setelah Sholat Witir

Setelah menunaikan salat witir, disunnahkan membaca doa sebagai berikut dengan mengulangi sebanyak tiga kali:

سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوْسُ

Subhaanal malikil quddus

Artinya: “Maha Suci Allah Yang Maha Merajai dan Maha Bersih.”

Kemudian dilanjutkan kalimat,

رَبُّ الْمَلآئِكَةِ وَالرُّوْحِ

Robbul malaa‘ikati warruh

Bermakna: “Yang Menguasai para Malaikat dan Ruh/Jibril.”

Selain itu, merujuk pada buku Risalah Tuntunan Shalat Lengkap karya Moh, Rifai (1976: 115-116), setelah mengerjakan sholat witir juga bisa membaca doa sebagai berikut:

Allahumma innaa nas-aluka iimaanan daa imaa. Wanas-aluka qalban khaasyi'aa. Wanas-aluka ilman naafi'aa. Wanas-aluka yaqiinan shaadiqaa. Wanas aluka 'amalan shaalihaa. Wanas-aluka diinan qayyimaa. Wanas aluka khairan katsiiraa. Wanas alukal afwa wal 'aafiyata. Wanas-aluka tamaamal aafiyati. Wanas-alukasy syukra alal 'aafiyati. Wanas alukal ghinaa 'anin naasi. Allahumma rabbanaa taqabbal minnaa shalaatanaa, washiyaamanaa, waqiyaamanaa watakhsysyu'anaa, watadlarru'anaa, wata'abbudanaa, watammim taqshiiranaa, yaa Allah, yaa Allah, yaa Allah, yaa Arhamar Raahimiin. Washallallaahu alaa khairi khalqihi Muhammadin wa 'alaa aalihii washahbihii ajmain. Walhamdu lillaahi rabbil 'aala-miin.

Artinya:

"Ya Allah ya Tuhan kami, kami memohon kepadaMu (mo­hon diberi) iman yang langgeng, dan kami mohon kepadaMu hati kami yang khusyu', dan kami mohon kepadaMu ilmu yang bermanfaat, dan kami mohon ditetapkannya keyakinan yang benar, dan kami mohon (dapat melaksanakan) amal yang shaleh, dan kami mohon tetap dalam agama Islam, dan kami mo­hon diberikan kebaikan yang melimpah-limpah, dan kami mohon memperoleh ampunan dan kesehatan, dan kami mohon kesehatan yang sempurna, dan kami mohon bisa mensyukuri atas kesehatan ka­mi, dan kami mohon kecukupan. Ya Allah ya Tuhan kami, terimalah shalat kami, puasa kami, ruku' kami, dan khusyu' kami, dan pengabdian kami, dan sempurnakanlah apa yang kami lakukan selama shalat ya Allah, ya Allah, ya Allah, Dzat yang Maha Penga­sih dan Penyayang."

Panduan Ibadah Ramadhan 2021 saat Pandemi

Berdasarkan Surat Edaran dari Menteri Agama (Menag) Nomor 3 Tahun 2021 tentang Panduan Ibadah Ramadhan dan Idul Fitri 1442 Hijriyah, masyarakat muslim Indonesia dapat melaksanakan kegiatan salat tarawih dan witir baik di rumah masing-masing maupun di Masjid dan Mushola pada tahun ini.

Surat edaran Menteri Agama RI tersebut juga berisi sejulah poin ketentuan mengenai pelaksanaan ibadah di masjid atau mushola selama bulan Ramadhan 2021, atau saat pandemi Covid-19 belum berakhir. Terkait pelaksanaan ibadah di masjid, ketentuan ada poin ke-4 dan ke-5.

Poin ke-4 dalam surat edaran Menang memuat ketentuan bahwa Pengurus masjid/mushala dapat menyelenggarakan kegiatan ibadah antara lain:

a. Shalat fardu lima waktu, shalat tarawih dan witir, tadarus Al-Qur'an, dan iktikaf dengan pembatasan jumlah kehadiran paling banyak 50% dari kapasitas masjid atau mushala, dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat, menjaga jarak aman 1 meter antarjamaah, dan setiap jamaah membawa sajadah/mukena masing-masing;

b. Pengajian/Ceramah/Taushiyah/Kultum Ramadan dan Kuliah Subuh paling lama dengan durasi waktu 15 menit. Peringatan Nuzulul Qur'an di masjid/mushala dilaksanakan dengan pembatasan jumlah audiens paling banyak 50 per orang dari kapasitas ruangan dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat;

Kemudian, poin ke-5 surat edaran Menang memuat ketentuan, bahwa pengurus dan pengelola masjid/mushala sebagaimana ketentuan di poin ke-4, wajib menunjuk petugas yang memastikan penerapan protokol kesehatan dan mengumumkan kepada seluruh jamaah, seperti melakukan disenfektan secara teratur, menyediakan sarana cuci tangan di pintu masuk masjid/mushala, menggunakan masker, menjaga jarak aman, dan setiap jamaah membawa sajadah / mukena masing-masing.

Niat Sholat Witir 3 Rakaat Jika Sendiri

Sebagaimana dijelaskan sebelumnya, sholat witir pada bulan Ramadhan bisa dilaksanakan dengan berjamaah ataupun sendirian (munfarid).

Adapun di setiap ibadah, termasuk sholat witir, harus diawali dengan niat, terutama dalam hati dan dianjurkan diucapkan. Ada sedikit perbedaan dalam bacaan niat sholat witir 3 rakaat versi 2 salam dengan 1 salam. Berikut ini bacaan niat sholat witir.

1. Bacaan niat shalat witir 3 rakaat 2 kali salam jika dilaksanakan sendirian

Bacaan niat shalat witir sendiri untuk 2 rakaat (salam pertama) adalah berikut ini:

أصلى سنة من الوتر ركعتين لله تعالى

Ushallii sunnatam minal witri rak'ataini lillaahhi ta'aalaa.

Artinya: "Aku niat shalat sunnah witir 2 rakaat karena Allah ta'ala."

Sementara bacaan niat shalat witir sendiri untuk 1 rakaat (salam kedua) adalah sebagai berikut:

أصلى سنة من الوتر ركعة لله تعالى

Ushallii sunnatam minal witri rak'atal lillaahhi ta'aalaa.

Artinya: "Aku niat shalat sunnah witir satu rakaat karena Allah ta'ala."

2. Bacaan niat shalat witir 3 rakaat dengan 1 kali salam jika dilaksanakan sendirian

اُصَلِّى سُنَّةَ الْوِتْرِ ثَلَاثَ رَكْعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatal witri tsalâtsa raka‘âtin mustaqbilal qiblati adâ’an lillâhi ta‘âlâ

Artinya: "Aku menyengaja sembahyang sunnah shalat witir tiga rakaat dengan menghadap kiblat, karena Allah Ta’ala."

Niat Shalat Witir 3 Rakaat Jika Berjamaah

Apabila sholat witir 3 rakaat dilaksanakan secara berjamaah, ada perbedaan lafal niat antara orang yang menjadi imam dengan yang berposisi sebagai makmum.

Perbedaan bacaan niat juga ada pada sholat witir 3 rakaat yang dikerjakan dengan 2 kali salam, dengan salat witir 3 rakaat yang dilakukan memakai 1 kali salam.

Hal ini karena sholat witir 3 rakaat dengan 2 kali salam dilakukan dalam dua tahap, yakni tahap pertama 2 rakaat dan selanjutnya 1 rakaat.

Sedangkan sholat witir 3 rakaat dengan 1 kali salam, langsung dikerjakan dalam 1 tahapan saja. Jadi, shalat Witir dikerjakan dengan 3 rakaat, tanpa tasyahud awal, dan diakhiri dengan salam.

Berikut ini ada 6 jenis bacaan niat sholat witir 3 rakaat jika dilaksanakan secara berjamaah. Lafal niat nomor 1-4 diperuntukkan bagi mereka yang melaksanakaan sholat witir 3 rakaat dengan 2 kali salam. Adapun lafal niat nomor 5-6 bagi pelaksana shalat witir 3 rakaat dengan 1 kali salam.

1. Lafal Niat Shalat Witir 2 Rakaat (salam pertama) Sebagai Imam

اُصَلِّى سُنَّةً مِنَ الوِتْرِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً إِمَامًا لِلهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatan minal witri rak’ataini mustaqbilal qiblati ada’an imaman lillahi ta’ala.

Artinya: “Aku menyengaja salat sunah bagian dari salat witir dua rakaat dengan menghadap kiblat, tunai sebagai imam, karena Allah Ta’ala.”

2. Niat Salat Witir 2 Rakaat (salam pertama) Sebagai Makmum

اُصَلِّى سُنَّةَ مِنَ الوِتْرِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً مَأْمُوْمًا لِلهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatan minal witri rak’ataini mustaqbilal qiblati ada’an makmuman lillahi ta’ala

Artinya: “Aku menyengaja salat sunah bagian dari salat witir dua rakaat dengan menghadap kiblat, tunai sebagai makmum, karena Allah Ta’ala.”

3. Niat Salat Witir 1 Rakaat (salam kedua) Sebagai Imam

اُصَلِّى سُنَّةَ الوِتْرِ رَكْعَةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً إِمَامًا لِلهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatan minal witri rak’atan mustaqbilal qiblati ada’an imaman lillahi ta’ala

Artinya: “Aku menyengaja salat sunah bagian dari salat witir 1 rakaat, dengan menghadap kiblat, tunai sebagai imam, karena Allah Ta’ala.”

4. Niat Salat Witir 1 Rakaat (salam kedua) Sebagai Makmum

اُصَلِّى سُنَّةَ الوِتْرِ رَكْعَةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً مَأْمُوْمًا لِلهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatan minal witri rak’atan mustaqbilal qiblati ada’an makmuman lillahi ta’ala

Artinya: “Aku menyengaja salat sunah bagian dari salat witir satu rakaat dengan menghadap kiblat, tunai sebagai makmum karena Allah Ta’ala.”

5. Niat Salat Witir 3 Rakaat dengan 1 Kali Salam Sebagai Imam

Usholli sunnatal witri tsalaatsa raka’aatin mustaqbilal qiblati adaan imaaman lillahi ta’aala

Artinya: “Aku menyengaja salat sunah witir tiga rakaat, dengan menghadap kiblat, sebagai imam, karena Allah Ta’ala.”

6. Niat Salat Witir Tiga Rakaat dengan 1 Kali Salam Sebagai Makmum

Usholli sunnatal witri tsalaatsa raka’aatin mustaqbilal qiblati adaan ma’muuman lillahi ta’aala

Artinya: “Aku menyengaja salat sunah witir 3 rakaat, dengan menghadap kiblat, sebagai makmum karena Allah Ta’ala.”


Baca juga artikel terkait RAMADHAN 2021 atau tulisan menarik lainnya Dewi Rukmini
(tirto.id - Sosial Budaya)

Kontributor: Dewi Rukmini
Penulis: Dewi Rukmini
Editor: Addi M Idhom
DarkLight