tirto.id - Astronot Artemis II kini tengah bersiap untuk kembali masuk atmosfer Bumi dan mendarat di Samudera Pasifik. Misi eksplorasi Bulan selama 10 hari ini ini telah memasuki hari ke-9 pada Jumat (10/4/2026) waktu Indonesia.
Jumat merupakan hari terakhir bagi para astronot Artemis II di luar angkasa. Mereka dijadwalkan mendarat di Bumi pada Sabtu (11/4) pagi sekitar pukul 07.00 WIB.
Seturut laman resmi Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA), Christina Koch, Reid Wiseman, Victor Glover, dan Jeremy Hansen kini telah bergerak kembali ke atmosfer Bumi. Laporan terbaru NASA menyebut para astronot sudah separuh jalan menuju permukaan Bumi.
Per Kamis pukul 18.24 WIB, data real time yang termuat dalam laman AROW NASA menunjukkan pesawat Orion kini berjarak 81.000 mil atau 130.356 km dari Bumi. Pesawat tersebut bergerak dalam kecepatan lebih dari 4 ribu mil per jam.
Pada Kamis (9/4/2026) tengah malam waktu Indonesia, para astronot dilaporkan telah memulai persiapan pendaratan. Koch dan Hansen dilaporkan telah menyimpan peralatan, melepas jaring kargo hingga menyesuaikan kursi kru agar siap selama pendaratan berlangsung.
Seluruh persiapan itu juga termasuk persiapan untuk melakukan operasi pasca-pendaratan. Pesawat Orion yang membawa empat astronot itu dijadwalkan mendarat di lepas pantai San Diego. Nantinya, pendaratan para astronot itu akan disambut oleh tim NASA di permukaan Bumi.
Alur Pendaratan Kapsul Orion Artemis II ke Bumi
Misi pendaratan ini akan jadi salah satu bagian krusial dari keseluruhan misi Artemis II. Pendaratan kembali ke Bumi ini akan dilakukan para astronot dalam beberapa tahap.
Pada Sabtu sekitar pukul 06.33 WIB, pesawat Orion dijadwalkan melakukan pemisahan modul layanan (service modul). Ini merupakan bagian pesawat untuk menyimpan sistem pendukung kehidupan, panel surya, dan mesin-mesin tertentu.
Modul layanan tersebut akan dilepaskan sebelum pendarat dimulai karena bagian tersebut tidak dirancang untuk menahan panasnya gesekan atmosfer.
Kemudian, sekitar pukul 06.37 WIB setelahnya, pesawat akan melakukan manuver terakhir. Sistem pendorong pesawat akan dihidupkan beberapa saat agar tidak bertabrakan dengan modul layanan yang baru saja dilepas.
Pada 06.53 WIB setelahnya, pesawat Orion diperkirakan akan mencapai kecepatan tertingginya, yakni sekitar 23.800 mil per jam. Pesawat akan mulai merasakan efek gesekan pada tahap ini.
Sekitar pukul 06.53 WIB juga diperkirakan akan jadi fase masuknya pesawat ke atmosfer Bumi. Pada tahap ini, gesekan akan membentuk lapisan plasma di sekitar pesawat, menyebabkan komunikasi tidak bisa dilakukan (blackout) selama sekitar enam menit. Pada fase tersebut, para astronot akan mengalami tekanan 3,9 Gs.
Kemudian pada 07.03 WIB pesawat Orion diperkirakan telah berada di ketinggian 22.000 kaki dan pesawat akan melepaskan pelindung parasut. Hal tersebut akan memicu parasut kecil (drogue parachutes) mengembang.
Semenit kemudian, pesawat akan berada di ketinggian 6.000 kaki dan pada saat itu tiga parasut utama berukuran besar akan dikembangkan. Ketiga parasut ini akan menghambat laju jatuhnya pesawat hingga pada kecepatan aman untuk menyentuh air.
Kemudian, pada 07.07 WIB pesawat akan menyentuh lautan. Setelah mendarat di lepas pantai San Diego, tim evakuasi akan menjemput para astronot yang baru mendarat.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar
Masuk tirto.id


































