Menuju konten utama
Emas

Arti Karat pada Emas, Kode, dan Cara Menghitung Kadarnya

Arti karat pada emas berkaitan dengan persentase kadarnya. Baca penjelasan tentang kode emas dan cara menghitung kadar emas di bawah ini.

Arti Karat pada Emas, Kode, dan Cara Menghitung Kadarnya
Ilustrasi karat emas. ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/foc.

tirto.id - Kandungan kemurnian emas yang terdapat dalam suatu produk emas diukur berdasarkan satuan karat. Kemurnian emas dibedakan menjadi beberapa kategori, mulai dari 1K (1 karat) hingga 24K (24 karat).

Dilansir Britanica, sistem pengukuran karat ini berasal dari pengukuran koin emas abad pertengahan yang disebut Mark.

Mark diukur sebagai 24 karat. Dalam hal ini, karat merupakan ukuran yang sama dalam menimbang permata atau seberat benih pohon koral.

Mark tidak dapat diproduksi menggunakan emas murni karena teksturnya terlalu lunak. Maka, emas dicampurkan dengan logam lain, misalnya perak dan tembaga, untuk menghasilkan paduan yang keras dan meningkatkan durabilitasnya.

Kemurnian Mark dinyatakan dengan proporsi berat karatnya yang disumbangkan oleh emas. Metode pencampuran logam pada produk emas terus berlanjut hingga saat ini, khususnya di industri perhiasan atau pembuatan mata uang. Umumnya, produk koin emas atau perhiasan emas tidak mengandung 100 persen emas.

Cara Menghitung Kadar Emas

Sebelum membeli emas, alangkah lebih baiknya kita mengetahui berapa kadar emasnya. Besaran karat ini akan menentukan harga emasnya di pasaran.

Untuk mengetahui berapa persen kadar emas dalam suatu perhiasan, kita harus menghitungnya dengan cara mengonversi ukuran karat. Misalnya, sebuah kalung emas memiliki ukuran 18 Karat, maka besaran karat atau kemurnian emasnya adalah 75 persen.

Lantas, dari mana persentase tersebut diperoleh? bagaimana cara menghitung kadar emas?

Dilansir dari The Times of India, persentase tersebut didapat dengan membagi angka karat besaran karat maksimal, yakni 24, kemudian dikalikan dengan 100.

Simak contoh di bawah ini untuk memperoleh pemahaman lebih dalam terkait cara menghitung kadar emas:

1. Cara menghitung kadar emas 21K (21 Karat)

Kadar emas: 21K

Kadar emas maksimal: 24K

(21/24)×100

0,875×100

87,5 persen

Jadi, kadar emas 21K adalah 87,5 persen

2. Cara menghitung kadar emas 13K (13 Karat)

Kadar emas: 13K

Kadar emas maksimal: 24K

(13/24)×100

0,541×100

54,1 persen

Jadi, kadar emas 13K adalah 54,1 persen

Infografik SC Karat Emas

Infografik SC Karat Emas. tirto.id/FUad

Arti Karat pada Emas dan Kodenya

Produk-produk emas yang beredar di pasaran umumnya dibedakan menjadi beberapa kategori, mulai dari 5 karat hingga 24 karat. Setiap ukuran kategori karat memiliki persentase yang berbeda-beda, semakin tinggi angka karat, semakin tinggi kandungan emas dalam produk emas, dan semakin tinggi pula harganya.

Kandungan emas tertinggi, atau 99 persen murni, disebut sebagai 24 karat (24K). Emas 24K umumnya dimiliki oleh emas batangan atau koin emas bersertifikat. Sementara itu, produk emas yang mengandung logam lain memiliki kadar karat lebih rendah. Berikut pengertian beberapa kategori satuan karat dan kode emas:

1. Emas 5K

  • Kode emas: 200
  • Kadar emas: 20 persen

2. Emas 6K

  • Kode emas: 250
  • Kadar emas: 25 persen

3. Emas 8K

  • Kode emas: 333
  • Kadar emas: 33,33 persen

4. Emas 10K

  • Kode emas: 416
  • Kadar emas: 41,67 persen

5. Emas 12K

  • Kode emas: 500
  • Kadar emas: 50 persen

6. Emas 13K

  • Kode emas: 541
  • Kadar emas: 54,1 persen

7. Emas 14K

  • Kode emas: 585
  • Kadar emas: 58,5 persen

8. Emas 18K

  • Kode emas: 750
  • Kadar emas: 75 persen

9. Emas 21K

  • Kode emas: 875
  • Kadar emas: 87,5 persen

10. Emas 22K

  • Kode emas: 916
  • Kadar emas: 91,6 persen

11. Emas 23K

  • Kode emas: 958
  • Kadar emas: 95,8 persen

12. Emas 24K

  • Kode emas: 999
  • Kadar emas: 99 persen

Apa Bedanya Emas Muda dan Tua?

Kandungan karat dalam produk emas juga digunakan untuk mengelompokkan jenis emas dalam dua golongan, emas tua dan emas muda. Dilansir Galeri 24, golongan emas tua merupakan produk emas yang memiliki persentase kemurnian emas 70 persen atau lebih.

Namun, tidak sedikit orang yang setuju bahwa kadar emas di atas 50 persen masuk golongan emas tua. Sehingga yang disebut sebagai emas tua adalah produk emas yang memiliki satuan 12 karat hingga 24 karat.

Sementara emas muda adalah produk emas yang memiliki persentase kemurnian emas di bawah 50 persen. Sehingga yang masuk dalam kategori emas muda, adalah produk emas yang memiliki satuan 11 karat, atau lebih rendah.

Lalu, apakah emas tua lebih baik dibanding emas muda? Jawabannya relatif. Dalam kasus perhiasan misalnya, emas tua di atas 20 karat cenderung memiliki warna yang lebih cerah dan mencolok.

Harga jualnya pun lebih tinggi dibandingkan emas muda. Namun, akibat warnanya yang terlalu cerah dan durabilitasnya tidak terlalu baik, membuat emas jenis ini tidak fleksibel untuk digunakan sebagai aksesoris.

Sementara itu, pada emas muda biasanya memiliki kandungan emas yang lebih sedikit daripada emas tua. Hal ini memungkinkan perhiasan memiliki warna yang lebih bervariatif, seperti emas putih yang banyak digemari anak-anak muda.

Namun, karena harganya yang rendah, kemungkinan apabila dijual kembali akan dibeli dengan harga yang juga lebih rendah dibanding emas tua.

Lebih lanjut, Galeri 24 mengklaim bahwa kualitas emas premium adalah campuran antara 75 persen emas dan 25 persen perak. Dengan kualitas seperti ini perhiasan selain memiliki tampilan yang cantik, juga memiliki daya tahan yang baik.

Baca juga artikel terkait EMAS PERHIASAN atau tulisan lainnya dari Yonada Nancy

tirto.id - Ekonomi
Kontributor: Yonada Nancy
Penulis: Yonada Nancy
Editor: Yantina Debora
Penyelaras: Fadli Nasrudin