Apa yang Sedang Terjadi dalam Berita Internasional Hari Ini?

Penulis: Alexander Haryanto - 30 Sep 2021 14:58 WIB
Dibaca Normal 2 menit
Berikut adalah rangkuman dari berita internasional terkini dan politik luar negeri teraktual.
tirto.id - Isu internasional hari ini, Kamis, 30 September 2021, diisi dengan berbagai gejolak antar negara, terutama yang memiliki riwayat konflik. Seperti dalam pemberitaan baru-baru ini, pasukan Israel yang membunuh pria bersenjata Palestina.

Selain itu, ada pula isu warga Afghanistan yang mengubur lukisan dan menyembunyikan buku karena takut akan Taliban terkait dengan sikap mereka terhadap seni dan budaya. Kemudian ada juga sikap Kim Jong-un yang menawarkan adanya pemulihan antar-Korea.

Baru-baru ini, Prancis juga mengumumkan kalau mereka akan mengurangi separuh jumlah visa yang tersedia untuk Maroko dan Aljazair dan mengurangi sepertiga yang tersedia untuk Tunisia. Berikut adalah kumpulan berita internasional terkini seperti dirangkum dari berbagai sumber:


Pasukan Israel Membunuh Pria Bersenjata Palestina

Seperti diberitakan Reuters, pasukan Israel membunuh seorang pria bersenjata Palestina di wilayah Tepi Barat. Polisi melaporkan, seorang wanita Palestina juga mencoba menikam petugas di Kota Tua Yerusalem.

Pada hari Minggu, lima warga Palestina dilaporkan tewas, setidaknya empat dari mereka diklaim sebagai anggota oleh kelompok Hamas. Insiden itu terjadi dalam pertempuran senjata dengan pasukan Israel yang melakukan serangan penangkapan di Tepi Barat.

Berdasarkan keterangan polisi, tentara Israel dan polisi paramiliter yang beroperasi menembak dan membunuh seorang warga Palestina yang menembak mereka. Insiden itu terjadi di dekat kota Jenin, Tepi Barat.

Sedangkan sumber medis Palestina mengkonfirmasi, seorang pria yang tewas itu berusia 22 tahun. Kelompok militan Jihad Islam pun mengeluarkan pernyataan dengan mengatakan pria itu adalah salah satu anggota mereka. Pria itu terbunuh dalam baku tembak dengan pasukan Israel yang melakukan serangan.

Di sisi lain, polisi juga mengatakan, petugas polisi Israel menembak mati seorang wanita Palestina yang mencoba menikam mereka. Polisi pun mengidentifikasi kalau wanita itu adalah penduduk Tepi Barat.


Warga Afghanistan Mengubur Lukisan dan Buku

Washington Post melaporkan, warga Afghanistan mengubur lukisan dan menyembunyikan buku karena takut akan tindakan keras Taliban terhadap seni dan budaya.

Didorong oleh ingatan masa lalu tentang Taliban, seniman Afghanistan mengubur 15 lukisan karya seni modern yang menggambarkan wanita. Tidak hanya itu, seorang pembuat film terkenal juga menyimpan hard drive besar lebih dari 20 film di lokasi rahasia sebelum dia meninggalkan negara itu.

Seorang penjual buku tua di toko pinggir jalan bahkan menyembunyikan setiap buku yang dianggap oleh para militan sebagai kutukan, itu termasuk dua Alkitab yang diterjemahkan. “Jika pejuang Taliban menemukan ini, mereka akan menghukum saya,” kata orang yang tak ingin diungkapkan identitasnya dengan syarat keamanan.

Taliban juga melarang tukang cukur di provinsi Helmand mencukur atau memotong janggut. NPR melaporkan, perintah itu dikeluarkan oleh wakil dan departemen kebajikan pemerintah provinsi Taliban kepada tukang cukur di Lashkar Gah, ibu kota provinsi.

"Sejak saya mendengar (tentang larangan mencukur jenggot) saya patah hati," kata Bilal Ahmad, warga Lashkar Gah. "Ini adalah kota dan semua orang mengikuti cara hidup, jadi mereka harus dibiarkan sendiri untuk melakukan apa pun yang mereka inginkan."


Kim Jong-un Buka Peluang Rekonsiliasi dengan Korsel?

Dilaporkan BBC News, Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un mengaku bersedia untuk memulihkan hotline komunikasi vital dengan negara tentangganya, Korea Selatan, bahkan membuka peluang untuk tawaran rekonsiliasi.

Sebelumnya, Pyongyang memutuskan sambungan telepon pada Agustus tahun ini sebagai protes terhadap latihan militer Korea Selatan-AS.

Kantor berita KCNA melaporkan: "[Kim Jong-un] menyatakan niat untuk memastikan bahwa jalur komunikasi Utara-Selatan yang telah terputus karena hubungan antar-Korea yang memburuk dipulihkan pertama kali dari awal Oktober."

"[Tapi] itu tergantung pada sikap otoritas Korea Selatan apakah hubungan antar-Korea akan dipulihkan atau terus memperburuk keadaan saat ini."


Aljazair dan Maroko Marah ke Prancis

BBC News juga melaporkan, Aljazair dan Maroko menyikapi dengan kemarahan soal keputusan Prancis yang memangkas jumlah visa bagi warganya. Pada hari Selasa, Prancis memutuskan untuk mengurangi separuh jumlah visa yang tersedia untuk Maroko dan Aljazair, bahkan mengurangi sepertiga yang tersedia untuk Tunisia.

Aljazair telah memanggil duta besar Prancis dan melakukan protes secara resmi tindakan tersebut. Menteri Luar Negeri Aljazair, Amar Belani mengatakan kepada kantor berita negara APS bahwa keputusan Prancis "tidak proporsional".

Sedangkan Menteri Luar Negeri Maroko Nasser Bourita menuding keputusan itu "tidak dapat dibenarkan", dan mengatakan negaranya "selalu bertindak secara bertanggung jawab atas masalah migrasi ilegal".

Kendati demikian, tidak ada kabar segera dari pihak berwenang Tunisia terkait sikap Prancis tersebut. Juru bicara pemerintah Prancis Gabriel Attal mengakui keputusan untuk memotong visa "belum pernah terjadi sebelumnya".

Kepada stasiun radio Europe 1, ia pun mengatakan: "Tetapi satu hal yang diperlukan karena fakta bahwa negara-negara ini menolak untuk mengambil kembali warga negara yang tidak kami inginkan atau tidak dapat kami pertahankan di Prancis."


Baca juga artikel terkait BERITA INTERNASIONAL atau tulisan menarik lainnya Alexander Haryanto
(tirto.id - Politik)

Penulis: Alexander Haryanto
Editor: Iswara N Raditya

DarkLight