tirto.id - Tiga hari setelah lepas dari Bumi, misi Artemis II berjalan mulus. Kru yang terdiri dari empat astronot bahkan tidak perlu melakukan manuver koreksi pertama karena pesawat ruang angkasa Orion sudah berada pada jalur yang tepat menuju Bulan.
Para pengendali penerbangan di Pusat Kendali Misi NASA Johnson Space Center di Houston memutuskan membatalkan outbound trajectory correction (OTC) burn yang semula dijadwalkan Jumat (3/4) malam. Keputusan ini diambil karena trajektori Orion dinilai sudah presisi.
"Manuver ini adalah yang pertama dari tiga penyesuaian yang direncanakan. Karena jalurnya sudah benar, penyesuaian jika diperlukan akan digabung ke manuver koreksi berikutnya," demikian pernyataan NASA dikutip Sabtu (4/4/2026).
Tiga Hari di Luar Angkasa
Kru Artemis II yang terdiri dari tiga astronot NASA: Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, serta astronot CSA (Badan Antariksa Kanada) Jeremy Hansen kini sudah mulai terbiasa dengan ritme operasi di luar angkasa dalam.
Mereka menjadi manusia pertama yang meninggalkan orbit terjauh Bumi sejak program Apollo tahun 1972, setelah manuver injeksi trans-lunar berhasil dilakukan pada 2 April.
Jumat siang waktu setempat, kru dibangunkan dengan lagu "...In a Daydream" dari Freddy Jones Band. Saat itu, posisi Orion dan kru-nya berada sekitar 99.900 mil dari Bumi dan terus mendekati Bulan dengan jarak 161.750 mil.
Siap Foto Sisi Jauh Bulan
Yang menarik, kru sedang mempersiapkan diri untuk tugas observasi bulan pada Senin (6/4/2026). Saat Orion melintas selama enam jam, posisi matahari, bulan, dan pesawat akan sejajar. Kru diperkirakan bisa melihat sekitar 20 persen sisi jauh bulan, belahan yang tak terlihat dari Bumi, dalam kondisi tersinari matahari.
Beberapa fitur yang akan terlihat dengan mata telanjang untuk pertama kalinya antara lain cekungan Orientale utuh, kawah Pierazzo, dan kawah Ohm.
Untuk mengabadikan momen bersejarah itu, keempat astronot telah menyiapkan kamera genggam dengan lensa 80-400 mm dan 14-24 mm. Mereka juga berlatih bergerak di ruang kabin yang hanya seluas dua minivan dalam kondisi mikrogravitasi.
Kamera iPhone hingga GoPro
Melansir Reuters, selama perjalanan kru disebut dibekali beragam perangkat dokumentasi, mulai dari kamera aksi GoPro, iPhone, hingga kamera profesional Nikon yang biasa dipakai di Stasiun Luar Angkasa Internasional.
Keputusan menggunakan iPhone disebut-sebut berasal dari Administrator NASA Jared Isaacman, miliarder astronot yang sudah memakainya dalam penerbangan swasta sebelumnya.
Komandan Reid Wiseman sempat mengeluh soal kesulitan memotret Bumi dari jarak sekitar 40.000 mil.
"Ini seperti berjalan ke belakang rumah Anda, mencoba mengambil foto Bulan. Seperti itulah rasanya saat ini mencoba mengambil foto Bumi," tuturnya kepada pusat kendali di Houston sembari menjepret dengan iPhone.

Uji Medis dan Komunikasi
Selain persiapan observasi, kru juga melakukan demonstrasi prosedur darurat seperti CPR dan respons tersedak di dalam pesawat. Mereka rutin berolahraga menggunakan alat roda gila Orion untuk menjaga kondisi kardiovaskular.
Astronot Christina Koch juga akan menguji sistem komunikasi darurat pada Jaringan Luar Angkasa Dalam (Deep Space Network). Sementara itu, Sistem Komunikasi Optik Orion sudah berhasil terhubung dengan dua stasiun darat di AS, mengirimkan video definisi tinggi dan data misi secara langsung ke pusat kendali di Houston.
Editor: Bayu Septianto
Masuk tirto.id






























