Menuju konten utama

Anwar Abbas Kenang Kwik Kian Gie: Dia Politisi yang Negarawan

Anwar mengenang Kwik Kian Gie sebagai sosok yang sangat nasionalis serta tidak pernah berhenti berbicara dan berfikir kritis terhadap masalah bangsa.

Anwar Abbas Kenang Kwik Kian Gie: Dia Politisi yang Negarawan
Mantan Menteri Koordinator Ekonomi Kwik Kian Gie (tengah) memberikan keterangan kepada wartawan saat keluar dari Gedung KPK, Jakarta, Selasa (6/6). ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

tirto.id - Wakil Ketua Umum MUI, Anwar Abbas, menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya ekonom Indonesia, Kwik Kian Gie. Anwar merasa kehilangan atas kepergian Kwik Kian Gie, seorang tokoh yang dinilainya sebagai sosok suri tauladan.

Pria yang juga Ketua PP Muhammadiyah ini menerangkan, Kwik Kian Gie pernah menduduki berbagai posisi, mulai dari Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Industri, serta Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas di era pemerintahan Presiden Gus Dur. Meski demikian, Kwik dikenal sebagai tokoh yang tidak haus akan jabatan.

“Selamat jalan Kwik Kian Gie, sosok politisi yang negarawan,” kata Anwar dalam keterangan resmi yang diterima Tirto, Selasa (29/7/2025).

“Kita sebagai warga negara benar-benar kehilangan dengan meninggalnya Kwik Kian Gie, seorang tokoh dan guru bangsa yang sangat patut kita suri tauladan,” ujarnya.

Selain itu, Kwik juga pernah menjabat sebagai anggota Dewan Pertimbangan Agung dan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD).

“Dia adalah sosok politisi yang negarawan di mana lewat dunia politik yang digumulinya, dia ingin berbuat hal-hal yang terbaik bukan untuk dirinya dan keluarga serta partai dan kelompoknya tapi adalah untuk bangsa dan negara yang dicintainya,” ucap Anwar.

Anwar juga mengenang Kwik Kian Gie sebagai sosok yang sangat nasionalis serta tidak pernah berhenti berbicara dan berfikir kritis terhadap sejumlah persoalan yang dihadapi bangsa dan negaranya. Katanya, Kwik berkeinginan besar agar bangsa dan negaranya menjadi negara maju.

Oleh karena itu, melalui sikap kritisnya, Kwik merupakan salah satu tokoh penting yang terusik dengan kehadiran para pejabat yang telah melakukan praktik korupsi yang telah banyak merugikan rakyat, bangsa, dan negaranya.

“Oleh karena itu, sebagai seorang ekonom, dia sangat sering menyampaikan kritik terhadap berbagai kebijakan yang dibuat oleh pemerintah karena banyak sekali dari kebijakan-kebijakan yang mereka buat dan lahirkan tersebut yang tidak sesuai semangat dan jiwanya dengan amanat konstitusi sehingga akhirnya negara dan rakyat sangat banyak dirugikan,” jelas Anwar.

Sementara itu, Kwik juga disebut sebagai pihak yang merasa terganggu dengan kehadiran dan campur tangan pihak asing dalam kebijakan ekonomi dan politik Indonesia.

“Kwik Kian Gie juga sangat terganggu dengan kehadiran pihak asing yang masuk dan campur tangan terlalu jauh dalam mempengaruhi kebijakan ekonomi dan politik dalam negeri indonesia sehingga telah mengakibatkan kerugian besar bagi bangsa dan negara yang sama-sama kita cintai ini,” ucapnya.

“Selamat jalan pak Kwik. Politisi negarawan yang kami cintai,” pungkas Anwar.

Kwik Kian Gie dikabarkan meninggal pada Senin (28/7/2025) malam. Kwik tutup usia di umur 90 tahun.

Kabar kepergian Kwik Kian Gie disampaikan oleh mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, melalui unggahan Instagram pribadinya pada Senin (28/7/2025) malam.

"Selamat jalan, Pak Kwik Kian Gie. Ekonom, pendidik, nasionalis sejati. Mentor yang tak pernah lelah memperjuangkan kebenaran. Yang berdiri tegak di tengah badai, demi kepentingan rakyat dan negeri. Indonesia berduka," demikian unggahan Sandiaga Uno sebagaimana dikutip Antara, Selasa (29/7/2025).

Baca juga artikel terkait KABAR DUKA atau tulisan lainnya dari Nabila Ramadhanty

tirto.id - Flash News
Reporter: Nabila Ramadhanty
Penulis: Nabila Ramadhanty
Editor: Andrian Pratama Taher