Menuju konten utama

Alasan Jokowi Biarkan Airlangga Rangkap Jabatan

Presiden Jokowi mengatakan bahwa Airlangga Hartarto telah menguasai hal-hal yang  berkaitan dengan industri sehingga jabatannya sebagai Menteri Perindustrian tidak diganti. 

Alasan Jokowi Biarkan Airlangga Rangkap Jabatan
Ilustrasi. Presiden Jokowi dengan menggunakan pakaian adat Bugis (Makasar) di Gedung Paripurna I usai Sidang Tahunan MPR RI, Rabu (16/8). tirto.id/Arimacs Wilander

tirto.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menanggapi terpilihnya Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto sebagai Ketua Umum Partai Golkar. Jokowi mengatakan bahwa masa kerja Kabinet Kerja yang dipimpinnya saat ini praktis tinggal satu tahun lagi.

“Kalau ditaruh orang baru, ini belajar paling tidak 6 bulan kalau enggak cepet bisa setahun untuk menguasai itu,” kata Presiden Jokowi usai melantik Idrus Marham sebagai Mensos, Moeldoko sebagai Kepala Staf Presiden, Agum Gumelar menjadi anggota Wantimpres, dan Marsekal Madya Yuyu Sutisna sebagai KSAU, di Istana Negara, Jakarta, Rabu (17/1/2018) siang.

Sementara di Kementerian Perindustrian, lanjut Presiden, Airlangga Hartarto menguasai dan mengerti betul yang berkaitan dengan konsep makro industri, dan menyiapkan strategi industri hilirisasi ke depan seperti apa.

“Jangan sampai kita tinggal waktu seperti ini kita ubah dan yang baru bisa belajar lebih. Ini Kementerian yang juga tidak mudah,” terang Jokowi, seperti dilansir dari laman resmi Sekretariat Kabinet Republik Indonesia.

Saat ditanyai wartawan terkait apakah ini isyarat bahwa jabatan Airlangga sebagai Menteri Perindustrian tidak diganti, Jokowi membenarkan hal tersebut.

“Tadikan sudah saya sampaikan, sudah disampaikan jelas gitu kok,” ujar Presiden.

Sementara terkait posisi Idrus Marham yang juga menjabat Sekjen Partai Golkar, Presiden Jokowi mengatakan, bahwa proses di Golkar itu belum selesai. Untuk itu, ia menyarakankan kepada wartawan agar hal ini ditanyakan kepada Ketua Umum Partai Golkar.

Sebelumnya pada 20 Desember 2017, dalam Forum Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Golkar, Airlangga Hartarto telah disahkan sebagai ketua umum menggantikan Setya Novanto.

Penetapan Airlangga dilakukan setelah Ketua Sidang Munaslub Dedi Mulyadi menanyakan pandangan forum mengenai posisi ketua umum Golkar.

Baca juga artikel terkait RANGKAP JABATAN atau tulisan lainnya dari Yandri Daniel Damaledo

tirto.id - Politik
Reporter: Yandri Daniel Damaledo
Penulis: Yandri Daniel Damaledo
Editor: Yandri Daniel Damaledo