tirto.id - Muhammad Firdaus Ahklan, jemaah haji Indonesia yang sempat hilang dan ditemukan meninggal, telah dimakamkan di Maqbarah Asy-Syara'i, Makkah, pada Sabtu (23/5/2026). Jenazah jemaah asal Embarkasi Jakarta-Pondok Gede itu disalatkan di Masjidil Haram usai salat subuh.
Sejumlah jurnalis dari tim Media Center Haji (MCH) yang sedang meliput di sekitar area Masjidil Haram, Makkah, berkesempatan mengantarkan almarhum dari ambulans nomor 51 ke area salat jenazah. Almarhum dibawa ke Masjidil Haram dengan buggy car sekitar pukul 03.10 waktu Arab Saudi. Jenazah diturunkan di area salat sekitar pukul 03.21.
Almarhum Firdaus disalatkan bersama tujuh jenazah lainnya. Salat jenazah di Masjidil Haram dilakukan setiap selesai salat wajib. Almarhum Firdaus dan para jenazah lainnya disalatkan setelah salat subuh.
Sebelumnya, Firdaus mandikan di tempat pemandian jenazah Al-Muhajirin. Sementara istri Firdaus, Nafsiah, hadir di pemakaman ditemani sejumlah petugas dari Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi.
Nafsiah berterima kasih banyak kepada petugas PPIH yang telah membantu proses pencarian hingga pemakaman jenazah almarhum.
"Mudah-mudahan, atas bantuannya dari [petugas] Indonesia juga, Allah berikan seluruh kesehatan, Allah jaga, Allah pelihara," kata Nafsiah usai pemakaman sang suami, Sabtu (23/5/2026).
Nafsiah juga mendoakan sang suami agar diampuni dosanya, diterima amal ibadahnya, diluaskan kuburnya, dilapangkan jalannya menuju surga.
"Sekali lagi, saya mohon maaf dari bapak-bapak semua. Mohon maaf dan terima kasih," kata Nafsiah memungkasi.
Firdaus Ditemukan Wafat, Hajinya akan Dibadalkan
Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kemenhaj cum Koordinator Bidang Media Center Haji (MCH) PPIH Arab Saudi 2026, Moh. Hasan Afandi, mengatakan, proses pencarian jemaah atas nama Firdaus telah mencapai titik temu. Berdasarkan laporan tim di lapangan dan koordinasi dengan otoritas Arab Saudi, almarhum ditemukan dalam keadaan wafat.
“Berdasarkan laporan tim di lapangan dan koordinasi dengan otoritas Arab Saudi, Bapak Muhammad Firdaus diketemukan dalam keadaan wafat,” ujar Hasan dalam keterangannya di Makkah, Jumat (22/5/2026).
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Kami segenap PPIH Arab Saudi menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya almarhum. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat dan ampunan-Nya kepada almarhum, dan memberikan kesabaran kepada keluarga yang ditinggalkan,” sambungnya.
Hasan menyampaikan terima kasih kepada keluarga almarhum, KJRI Jeddah, otoritas Arab Saudi, pihak rumah sakit Arab Saudi, petugas haji yang melakukan pencarian, serta seluruh masyarakat Indonesia yang turut mendoakan selama proses pencarian berlangsung.
Ia menegaskan, pemerintah melalui PPIH Arab Saudi akan menyiapkan badal haji bagi almarhum. Pelaksanaan badal haji tersebut akan dilakukan oleh petugas haji.
“Pemerintah melalui PPIH Arab Saudi akan menyiapkan badal haji yang dilakukan oleh petugas haji bagi almarhum,” kata Hasan.
Pada kesempatan tersebut, Hasan juga mengajak seluruh jemaah dan petugas untuk meningkatkan kepedulian satu sama lain, terutama terhadap jemaah lansia, disabilitas, perempuan, serta jemaah dengan kondisi kesehatan tertentu.
Menurutnya, setiap jemaah dan petugas perlu lebih peka apabila melihat jemaah berjalan sendirian, tampak kebingungan, kelelahan, atau terpisah dari rombongan.
“Bila melihat jemaah berjalan sendirian, tampak kebingungan, kelelahan, atau terpisah dari rombongan, segera sapa dan tanyakan kondisinya. Jika jemaah tersebut tidak mengetahui arah tujuan atau membutuhkan bantuan, antarkan ke petugas terdekat, pos layanan, atau laporkan kepada petugas sektor dan kloter,” imbaunya.
Hasan mengingatkan agar tidak membiarkan jemaah berjalan sendiri tanpa pendampingan, khususnya jemaah yang membutuhkan perhatian lebih. Kepedulian antarsesama dinilai sangat penting untuk mengurangi risiko jemaah tersesat atau terpisah dari rombongan.
“Jangan biarkan jemaah berjalan sendiri tanpa pendampingan. Kepedulian Bapak dan Ibu sekalian sangat penting untuk mengurangi kemungkinan jemaah tersesat atau terpisah dari rombongannya,” tegasnya.
Kemenhaj juga mengimbau jemaah yang membutuhkan bantuan agar tidak sungkan menyampaikan kondisi dan kebutuhannya kepada petugas. Hasan menegaskan, petugas haji Indonesia hadir untuk mendampingi, melayani, dan melindungi jemaah selama berada di Tanah Suci.
“Bagi jemaah yang membutuhkan bantuan, jangan sungkan menyampaikan kepada petugas. Petugas haji Indonesia hadir untuk mendampingi, melayani, dan melindungi jemaah selama berada di Tanah Suci,” kata dia.
Penulis: Abdul Aziz
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id





























