Menuju konten utama
Liputan Haji 2026

Jemaah Haji Dapat Paket Makanan RTE pada 7, 8, dan 13 Dzulhijjah

Paket siap santap ini diberikan karena pada tanggal tersebut jemaah tidak mendapatkan konsumsi rutin yang biasa diberikan tiga kali sehari.

Jemaah Haji Dapat Paket Makanan RTE pada 7, 8, dan 13 Dzulhijjah
Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi akan memberikan paket makanan siap santap atau ready to eat (RTE) untuk konsumsi jemaah pada 7, 8, dan 13 Dzulhijjah. Foto/Media Center Haji (MCH) 2026.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi akan memberikan paket makanan siap santap atau ready to eat (RTE) untuk konsumsi jemaah pada 7, 8, dan 13 Dzulhijjah. Paket ini diberikan karena pada tanggal tersebut jemaah tidak mendapatkan konsumsi rutin yang biasa diberikan tiga kali sehari.

Wakil Koordinator Bidang Ekosistem Ekonomi Haji Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Tri Hidayatno, mengatakan distribusi makanan siap santap dilakukan karena layanan dapur jemaah di Makkah tidak beroperasi saat rekayasa lalu lintas menjelang puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

"Jadi, semua menunya ini akan ada enam jenis menu yang akan diterima bapak ibu sekalian," kata Tri Hidayatno saat konferensi pers di Makkah, Arab Saudi, Kamis (21/5/2026).

Tri menjelaskan pada 7 Dzulhijjah jemaah akan menerima tiga kali makan, yakni pagi, siang, dan sore. Sementara pada 8 Dzulhijjah jemaah mendapat satu kali makan. Adapun pada 13 Dzulhijjah, jemaah menerima dua kali makan.

Tri mengatakan, paket makanan tersebut diproduksi oleh perusahaan Indonesia maupun perusahaan Indonesia yang bekerja sama dengan perusahaan di Arab Saudi.

“Jadi di sini ada dua jenis nanti yang akan diterima bapak ibu yang sebelah kiri saya ini ada enam jenis menu yang diproduksi oleh PT Halalan Thayyiban dengan brand-nya adalah Makanku dan Family Food dengan brand-nya Manaf,” ucapnya sambil menunjukkan paket makanan siap saji.

Menurut Tri, terdapat enam menu yang bisa dipilih jemaah untuk dikonsumsi selama masa tersebut.

“Misalkan di sini ada gulai ayam, kemudian ada daging lada hitam. Ada kari ayam, semur ayam dan juga ada rendang daging. Jadi nanti bapak ibu bisa memilih bebas,” tuturnya.

Tri mengungkapkan dalam satu paket tersedia nasi, lauk, sendok, dan tisu sehingga bisa langsung dikonsumsi oleh jemaah.

“Jadi, ada dua jenis ada warna merah ini adalah nasi, kemudian yang warna putih ini adalah lauknya. Kemudian untuk makannya ini juga disediakan sendok dan juga tisu,” kata Tri.

Tri menjelaskan makanan dapat langsung disantap dengan cara membuka kemasan dan menuangkannya ke wadah yang tersedia.

“Untuk cara makannya bapak ibu nanti tinggal menyobek. Di sini ada sobekan kecil nah ini tinggal disobek, kemudian bapak ibu tuangkan di mangkuk plastik yang tersedia,” katanya mencontohkan.

Tri mengingatkan agar paket makanan tersebut dikonsumsi di hotel di Makkah dan tidak perlu dibawa ke Armuzna. Sebab, selama di Armuzna, jemaah haji akan mendapatkan paket berbeda.

Tri menegaskan pada tanggal tersebut jemaah tidak mendapatkan layanan makanan siap saji (fresh meal) karena penutupan sejumlah akses transportasi dan layanan shuttle menjelang puncak haji.

Tri juga meminta jemaah tetap sarapan sebelum bergerak menuju Arafah pada 8 Dzulhijjah agar kondisi tubuh tetap terjaga selama menjalani rangkaian ibadah Armuzna.

“Nanti ketika di Armuzna, Bapak Ibu juga akan mendapatkan makanan tersendiri yang disediakan oleh syarikah. Bentuknya juga ready to eat," tutur dia.

Tri mengimbau jemaah tidak membawa paket makanan dari hotel ke Armuzna karena dapat menambah beban bawaan.

Baca juga artikel terkait HAJI 2026 atau tulisan lainnya dari Abdul Aziz

tirto.id - Flash News
Reporter: Abdul Aziz
Penulis: Abdul Aziz
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama