Menuju konten utama

Bus Shalawat Berhenti Sementara Mulai 22 Mei, Fokus Armuzna

​Layanan bus shalawat baru akan kembali beroperasi normal setelah fase Armuzna, tepatnya pada 14 Dzulhijjah mulai pukul 01.00 WAS.

Bus Shalawat Berhenti Sementara Mulai 22 Mei, Fokus Armuzna
Bus shalawat nomor rute 15 yang melayani jemaah haji pulang-pergi Masjidil Haram ke hotel jemaah di sektor 10, wilayah Aziziyah, Makkah, Sabtu (2/5/2026). MCH 2026/ Abdul Aziz

tirto.id - Layanan bus shalawat yang melayani jemaah haji Indonesia 24 jam dari hotel ke Masjidil Haram (pulang-pergi) berhenti beroperasi sementara mulai Jumat (22/5/2026), pukul 18.00 Waktu Arab Saudi. Jemaah diimbau salat berjamaah di masjid hotel dan menjaga stamina jelang puncak haji di Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina).

Puncak haji dijadwalkan dilaksanakan pada 9 Dzulhijjah hingga 13 Dzulhijjah 1447 H atau 26-30 Mei 2026. Jemaah haji mulai didorong ke Arafah untuk menjalani wukuf pada 8 Dzulhijjah atau 25 Mei 2026. Praktis, jemaah haji punya waktu dua hingga tiga hari untuk beraktivitas di hotel, tidak perlu ke Masjidil Haram.

​Kepala Bidang Transportasi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Syarif Rahman, mengimbau para jemaah untuk menyesuaikan aktivitas ibadah mereka dengan kebijakan ini.

​"Kami mengimbau jemaah untuk beribadah di musala atau masjid di sekitar hotel saja. Karena penghentian ini bertepatan dengan hari Jumat, sebaiknya jemaah tidak memaksakan diri untuk tetap salat di Masjidil Haram," ujar Syarif di Kantor Daker Makkah, Rabu (20/5/2026) malam.

​Layanan bus shalawat baru akan kembali beroperasi normal setelah fase Armuzna, tepatnya pada 14 Dzulhijjah mulai pukul 01.00 WAS.

​Bagi jemaah gelombang pertama, khususnya kloter-kloter awal yang akan segera kembali ke Tanah Air setelah fase Armuzna, PPIH memastikan layanan bus shalawat siap memfasilitasi kebutuhan ibadah mereka.

Jemaah bisa memanfaatkan bus shalawat untuk melaksanakan Thawaf Ifadhah dan Thawaf Wada'. Dengan adanya layanan ini, jemaah tidak perlu berjalan kaki jauh atau mengeluarkan biaya ekstra untuk naik taksi.

"Sekali lagi, kita akan berikan (layanan bus) kepada jemaah yang akan melaksanakan Thawaf Ifadhah dan Wada'," kata Syarif.

​Syarif juga menjelaskan, PPIH telah mengantisipasi kedatangan kloter akhir yang diperkirakan tiba di Makkah mendekati batas waktu penutupan layanan bus shalawat. Pihaknya telah mengantongi izin dari Naqabah (otoritas transportasi Arab Saudi) untuk menyiapkan armada khusus umrah wajib bagi kloter akhir yang tiba pada 22 Mei. Disiapkan sekitar 30 armada bus, jumlah yang dinilai cukup untuk melayani sekitar 6 hingga 10 kloter terakhir.

Armada dibagi menjadi dua model, yaitu bus biasa dan bus khusus lansia yang ramah bagi jemaah pengguna kursi roda. "Jemaah tidak perlu risau karena kami telah menyiapkan bus untuk umrah wajib mereka," tambah Syarif.

​Untuk kelancaran pemulangan dan mobilisasi, petugas menyiapkan opsi penggunaan terminal operasional. Jika situasi memungkinkan, ada 3 terminal yang akan disiagakan yakni Terminal Syib Amir, Terminal Jiad (Ajyad), dan Terminal Jabal Ka'bah.

​Namun, jika kondisi di lapangan tidak memungkinkan akibat kepadatan lalu lintas, petugas telah mengajukan izin khusus agar Terminal Syib Amir disiagakan secara khusus untuk melayani kepulangan kloter-kloter terakhir tersebut.

Poster Pelayanan Busa Shalawat

Poster Pelayanan Busa Shalawat. FOTO/Dok. Kementrian haji dan umrah

Baca juga artikel terkait HAJI 2026 atau tulisan lainnya dari Abdul Aziz

tirto.id - Flash News
Reporter: Abdul Aziz
Penulis: Abdul Aziz
Editor: Andrian Pratama Taher