Menuju konten utama

8 Daerah di Sumsel Tetapkan Status Siaga Darurat Karhutla

Sudirman berharap empat daerah lain di Sumsel segera menyusul menetapkan status siaga darurat karhutla usai penetapan status siaga darurat Karhutla.

8 Daerah di Sumsel Tetapkan Status Siaga Darurat Karhutla
Kebakatan hutan dan lahan di wilayah Ogan Komering Ilir, Sumsel, Sabtu (4/7/2026). FOTO/Manggala Agni
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Sebanyak delapan daerah di Sumatera Selatan menetapkan Status Siaga Darurat Karhutla (kebakaran hutan dan lahan) dalam rangka menghadapi musim kemarau.

Memasuki puncak musim kemarau, titik api makin bertambah dan menyebar. Ke delapan daerah tersebut adalah Muara Enim, Banyuasin, Musi Banyuasin, Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir, Penukal Abab Lematang Ilir, Musi Rawas Utara, dan Ogan Komering Ulu. Semua daerah itu telah terjadi banyak karhutla sejak Mei 2026.

Status yang sama lebih dulu diberlakukan di tingkat Provinsi Sumsel pada 22 April hingga 30 Oktober 2026. Sementara itu, empat daerah rawan karhutla lain diharapkan segera menetapkan status serupa, yakni Lahat, Musi Rawas, OKU Timur, dan OKU Selatan.

"Sudah ada delapan daerah yang menetapkan status siaga darurat karhutla, ditambah tingkat provinsi. Empat daerah lain diharapkan menyusul," ungkap Kabid Penanganan Kedaruratan BPBD Sumsel, Sudirman, Sabtu (4/7/2026).

Sudirman menyebut pada dasarnya seluruh wilayah Sumsel masuk dalam kategori rawan karhutla. Namun, berdasarkan pendataan, pengalaman, dan vegetasi lahan, ada 12 daerah yang menjadi prioritas penanganan.

"Semua daerah rawan terjadi karhutla, tapi yang jadi perhatian saat musim kemarau ada 12," kata Sudirman.

Sudirman mengatakan, penetapan status siaga darurat karhutla menjadi dasar pemerintah daerah dalam memperkuat koordinasi lintas sektor, penyiapan personil, peralatan, hingga dukungan anggaran. Dengan demikian, penanganan bisa lebih optimal dilakukan oleh tim satgas.

"Kalau sudah terbakar sulit dipadamkan, karena itu pencegahan adalah solusiya. Butuh biaya besar dalam operasi pemadaman," kata Sudirman.

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan wilayah Sumatra, Ferdian Krisnanto, mengatakan, belum padam karhutla di wilayah OKI selama tiga hari terakhir, kini muncul dua titik api lagi di daerah lain, yakni di Ogan Ilir, Sabtu (4/7/2026). Areal lahan yang terbakar juga terbilang sangat luas.

Kedua titik karhutla berada di Desa Sungai Rambutan, Kecamatan Indralaya Utara, dan di Kelurahan Sukarami, Kecamatan Pemulutan Barat, Ogan Ilir. Dari pendataan, karhutla di Desa Rambutan sekitar 5 hektare dengan vegetasi semak belukar, belidang, dan sawit. Sementara di Pemulutan Barat belum terdata karena baru dilaporkan terjadi karhutla.

"Ada dua titik karhutla baru, semuanya berada di Ogan Ilir. Satu titik berhasil dipadamkan dan titik satunya masih proses karena baru terdeteksi sore ini," kata Ferdian.

Kedua lahan yang terbakar tersebut merupakan milik masyarakat yang belum diketahui penyebab kebakaran. Ferdian mengimbau masyrakat tidak lagi membakar lahan untuk membuka kebun dan menghindari aktivitas yang berpotensi menimbulkan titik api.

"Kita cuma bisa imbau jangan lagi membakar karena dampaknya sangat luas, bukan cuma butuh anggaran, tapi lingkungan dan kesehatan sangat berpengaruh akibat asap," tutup Ferdian.

Baca juga artikel terkait KARHUTLA atau tulisan lainnya dari Irwanto

tirto.id - Flash News
Kontributor: Irwanto
Penulis: Irwanto
Editor: Andrian Pratama Taher