Menuju konten utama

8 Cara untuk Menjaga Kesehatan Sperma Bagi Suami

Ada beberapa cara untuk menjaga kesehatan sperma, termasuk menjaga berat badan ideal, konsumsi suplemen, hingga berhenti merokok.

8 Cara untuk Menjaga Kesehatan Sperma Bagi Suami
Ilustrasi sperma. FOTO/iStockphoto

tirto.id - Menjaga kesehatan sperma penting dilakukan khususnya bagi pasangan yang berencana untuk memiliki anak. Kesehatan sperma tentu berperan besar terhadap kesuburan suami.

Faktanya, kualitas kesehatan sperma sangat dipengaruhi oleh gaya hidup individu. Menurut Mayo Clinic, makanan, stres, alkohol, dan rokok rentan memengaruhi kualitas sperma.

Oleh karena itu, suami dari pasangan yang sedang merencanakan kehamilan sangat disarankan untuk menerapkan gaya hidup sehat demi menjaga kualitas sperma.

Faktor yang Memengaruhi Kesuburan Suami

Sebelum mengetahui lebih lanjut tentang cara menjaga kesehatan sperma, ada baiknya memahami dulu faktor-faktor yang memengaruhi kesuburan.

Dikutip dari Healthline, kesuburan adalah kemampuan sesorang untuk bereproduksi tanpa bantuan medis. Kemampuan ini dimiliki oleh pria maupun wanita.

Pria bisa dikatakan tidak subur (infertil) apabila ia memiliki kesempatan yang kecil untuk membuat pasangan wanitanya hamil. Kondisi ini umumnya dipengaruhi oleh kualitas sel spermanya.

Selain kualitas sperma, ada faktor lainnya yang memengaruhi kesuburan pria, termasuk fungsi seksual hingga hormon. Berikut faktor-faktor yang memengaruhi kesuburan suami:

  • Libido atau keinginan untuk berhubungan seks.
  • Disfungsi ereksi atau impotensi, yaitu kondisi ketika pria tidak dapat ereksi atau mempertahankan ereksi.
  • Jumlah sperma atau konsentrasi sel sperma dalam air mani.
  • Motilitas sperma atau kemampuan sperma dalam bergerak atau berenang.
  • Tingkat testosteron atau tinggi rendahnya hormon seks yang dimiliki individu.

Cara Menjaga Kesehatan Sperma bagi Suami

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan bagi suami untuk menjaga kesehatan spermanya, sebagai berikut:

1. Menjaga berat badan ideal

Pria perlu menjaga berat badannya tetap ideal untuk menjamin kesehatan sperma. Menurut Siap Nikah Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) hal ini karena obesitas dapat memengaruhi kesuburan.

Penelitian menemukan bahwa pria yang memiiki berat badan berlebih, dua kali lebih berisiko memiliki jumlah sperma yang lebih sedikit. Selain itu, obesitas juga dikaitkan dengan pergerakan sperma yang buruk.

2. Konsumsi suplemen

Jika diperlukan, pria juga bisa mengonsumsi suplemen untuk menjaga kesehatan spermanya. Menurut Healthline, salah satu suplemen yang disarankan untuk menjaga kualitas sperma adalah suplemen yang mengandung Asam D-aspartat (D-AA).

D-AA sendiri merupakan sejenis asam amino yang ditemukan pada testis, air mani, dan sel sperma. Penelitian mengungkapkan, individu yang tidak subur memiliki kadar D-AA rendah.

Selain D-AA pria juga bisa mempertimbangkan konsumsi suplemen yang mengandung antioksidan seperti vitamin C. Vitamin C berfungsi dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh, khususnya pada individu yang lanjut usia, menerapkan gaya hidup tidak sehat, dan sering terpapar polusi.

Sebuah penelitian pada pria tidak subur menemukan bahwa mengonsumsi suplemen vitamin C 1.000 mg dua kali sehari selama 2 bulan bisa meningkatkan motilitas sperma sebesar 92 persen dan jumlah sperma lebih dari 100 persen.

Nutrisi lain yang dibutuhkan oleh pria dalam menjaga kesehatan sperma termasuk zinc dan protein.

3. Olahraga teratur

Olahraga secara rutin diperlukan untuk memperbaiki kualitas sperma. Menurut Mayo Clinic, aktivitas fisik seperti olahraga sedang dapat meningkatkan kadar enzim antioksidan yang kuat.

Antioksidan dapat melindungi sperma dari polusi dan radikal bebas. Oleh karena itu, pria disarankan melakukan olahraga secara rutin setidaknya 30 menit sehari atau sebanyak dua sampai tiga kali dalam seminggu.

4. Makan makanan bernutrisi

Perbanyak konsumsi makanan bernutrisi seperti sayur dan buah, khususnya yang mengandung antioksidan dan likopen.

Antioksidan bekerja dengan cara melindungi sperma dari kerusakan akibat radikal bebas. Sementara itu, likopen membantu sperma meningkatkan produksi sperma dan meningkatkan kemampuan motilitasnya.

Beberapa makanan yang mengandung antioksidan contohnya apel, plum, anggur, kecambah alfafa, terong, hingga bawang-bawangan. Sedangkan, makanan yang mengandung likopen adalah tomat, stroberi, ceri, hingga paprika merah.

5. Hindari alkohol

Alkohol perlu dihindari oleh pasangan yang sedang merencanakan kehamilan. Hal ini karena alkohol dapat mengganggu kinerja hormon yang ada di dalam tubuh, termasuk testosteron.

Minum banyak alkohol dapat memicu penurunan produksi testosteron, impotensi, hingga penurunan produksi sperma. Selain itu, konsumsi alkohol berlebih juga dapat merusak kualitas air mani.

Menurut Mayo Clinic, alkohol sebaiknya dihindari atau paling tidak dibatasi konsumsinya. Wanita yang sehat bisa mengonsumsi tidak lebih dari satu gelas sehari, sedangkan pria tidak lebih dari dua gelas.

6. Hindari stres

Stres dapat memicu terganggunya hormon dan fungsi seksual, termasuk kesehatan sperma.

Ketika individu mengalami stres, maka tubuhnya akan memproduksi kortisol. Hormon kortisol dinilai dapat menghambat produksi testosteron.

Selain itu, stres juga dikaitkan dengan penurunan libido atau keinginan untuk melakukan hubungan seksual dengan pasangan. Oleh karena itu, sebaiknya stres bisa dihindari dengan cara tidur cukup, meditasi, atau olahraga yang rutin.

7. Jaga kesehatan diri dari IMS

Infeksi menular seksual (IMS) seperti klamidia dan gonore yang menyebabkan inferilitas pada pria. Kondisi ini dapat dihindari dengan menerapkan seks yang aman, termasuk dengan cara:

  • hanya berhubungan seks dengan satu pasangan;
  • melakukan tes IMS sebelum menikah;
  • menggunakan kondom sebagai proteksi.

8. Berhenti merokok

Selain buruk bagi kesehatan paru-paru dan jantung, merokok juga tidak baik untuk kesehatan sperma. Dikutip dari Very Well Family pria yang merokok cenderung memiliki jumlah sperma yang lebih rendah daripada pria yang tidak merokok.

Selain itu, rokok juga memicu kerusakan DNA pada sperma. DNA sperma yang rusak menyebabkan bentuk sperma yang diproduksi tidak normal dan menurun motilitasnya.

Hal ini karena ada beberapa zat beracun dalam rokok yang memengaruhi hormon testosteron dan kualitas sperma. Suami yang memiliki ketergantungan dengan merokok sebaiknya memperoleh bantuan dari dokter untuk berhenti.

Baca juga artikel terkait LIFESTYLE atau tulisan lainnya dari Yonada Nancy

tirto.id - Kesehatan
Penulis: Yonada Nancy
Editor: Yantina Debora