Menuju konten utama

Soetta & 5 Bandara Terdampak Abu Vulkanik Kembali Beroperasi

3 bandara masih ditutup yakni Bandara Radin Inten II, Bandara M. Taufiq Kiemas, dan Bandara Salakanagara Tanjung Lesung.

Soetta & 5 Bandara Terdampak Abu Vulkanik Kembali Beroperasi
Sejumlah pekerja membersihkan badan pesawat Airbus A320 milik Citilink dari abu vulkanik yang diparkir di apron Terminal 1 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Senin (7/9/2026). ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/nym.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Enam bandar udara yang sebelumnya ditutup sementara akibat dampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau kembali beroperasi pada Selasa (8/9/2026). Sementara itu, tiga bandara lain masih berstatus ditutup hingga pukul 10.00 WIB.

Enam bandara yang kembali beroperasi antara lain Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Bandara Halim Perdanakusuma, Bandara Husein Sastranegara, Bandara Budiarto, Bandara Pondok Cabe, serta Bandara Pagar Alam/Atung Bungsu. Bandara-bandara tersebut lebih dahulu dibuka pada Senin (7/9/2026).

EVP of Corporate Secretary AirNav Indonesia Hermana Soegijantoro mengatakan status pembaruan itu mengacu pada perubahan kondisi sebaran abu yang berdampak terhadap operasional penerbangan

“Berdasarkan evaluasi keselamatan dan informasi aeronautika terbaru, sejumlah bandar udara dapat kembali beroperasi,” kata Hermana dalam keterangannya dikutip Selasa (8/9/2026).

Meski kembali beroperasi, Hermana mengingatkan awan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau masih persisten di dalam Flight Information Region (FIR). Karena itu, pilot diminta meningkatkan kewaspadaan selama proses kedatangan maupun keberangkatan.

Di sisi lain, tiga bandara yang masih berstatus closed akibat kondisi sebaran abu vulkanik yakni Bandara Radin Inten II (WILL) di Lampung, Bandara Muhammad Taufiq Kiemas (WILP), serta Bandara Salakanagara Tanjung Lesung (WIHI) di Pandeglang, Banten.

“Dengan memerhatikan hasil paper test volcanic ash yang dilakukan secara berkala pada 7 September 2026 di lokasi bandara-bandara terdampak,” kata Hermana.

AirNav Indonesia kini tengah melakukan pemantauan perkembangan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau serta pergerakan sebaran abu vulkanik yang dapat memengaruhi keselamatan penerbangan.

“Pembaruan informasi aeronautika akan terus dilakukan sesuai perkembangan kondisi dan hasil evaluasi keselamatan penerbangan,” kata dia.

Baca juga artikel terkait GUNUNG ANAK KRAKATAU atau tulisan lainnya dari Rahma Dwi Safitri

tirto.id - Flash News
Reporter: Rahma Dwi Safitri
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Fadrik Aziz Firdausi