tirto.id - Pada 2025, dinamika pasar keuangan global menunjukkan perkembangan yang menarik. Meski terdapat ketidakpastian akibat kebijakan makroekonomi dan tarif, pasar cryptocurrency tetap mengalami pertumbuhan yang kuat.
Data TradingView hingga 3 September 2025 mencatat bahwa Bitcoin (BTC) tumbuh sebesar 18,6%, sementara Ethereum (ETH) naik 28,6% sepanjang tahun berjalan. Bitcoin bahkan berhasil mencetak rekor tertinggi sepanjang masa sebanyak empat kali dalam tahun ini. Di sisi lain, kapitalisasi pasar crypto secara keseluruhan juga meningkat sebesar 18,2% pada periode yang sama.
Peningkatan serupa juga terlihat pada aliran dana institusi. Sejak ETF (Exchange Traded Fund) Bitcoin diluncurkan pada 2024, lalu disusul oleh ETF Ethereum dan ETF Solana, jumlah investor institusional yang masuk ke pasar aset digital terus bertambah. Berdasarkan data Farside Investors, total dana institusi yang masuk ke Bitcoin melalui ETF telah mencapai $54,5 miliar, sementara Ethereum mengumpulkan $13,4 miliar, dan Solana sebesar $190,4 juta (per 3 September 2025).
Kondisi ini memberikan peluang baru bagi trader dan investor untuk memanfaatkan perkembangan pasar, khususnya di sektor cryptocurrency. Bagi investor Indonesia, tren positif ini membuka banyak peluang investasi. Namun, memilih aplikasi crypto yang tepat menjadi kunci penting agar proses investasi berjalan optimal dan efisien.
Pilihan aplikasi crypto di Indonesia kini semakin beragam. Namun, faktor keamanan dan regulasi tetap harus dijadikan prioritas utama agar aktivitas transaksi berlangsung dengan aman dan nyaman.
Artikel ini akan membandingkan lima aplikasi crypto paling populer yang digunakan di Indonesia. Dengan memperhatikan tren adopsi teknologi finansial serta kebutuhan akan platform yang aman, efisien, dan mudah diakses, pembahasan ini diharapkan dapat membantu pembaca dalam mengevaluasi aplikasi crypto yang paling sesuai dengan preferensi serta tujuan investasi masing-masing.
1. Pluang
Pluang semakin mengukuhkan dirinya sebagai salah satu aplikasi crypto terdepan di Indonesia. Dengan ekosistem investasi yang luas dan jumlah pengguna lebih dari 12 juta, platform ini hadir sebagai solusi investasi digital yang aman, berizin, dan diawasi langsung oleh Bappebti serta OJK.
Lewat satu aplikasi, pengguna bisa mengakses lebih dari 1.000 produk investasi—mulai dari aset crypto, saham Amerika dan ETF, emas, reksa dana, hingga crypto futures dan opsi saham Amerika—dengan biaya kompetitif.
Fitur & Keunggulan
- Jual beli 360+ aset crypto populer seperti Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Solana (SOL), Pepe, dan Altcoin lainnya mulai dari Rp10.000 dengan pair IDR maupun USD/USDT.
- Trading crypto futures 130+ coin dengan leverage hingga 25X. Dengan fitur ini, trader dapat bertransaksi melebihi modal yang dimiliki, sehingga peluang keuntungan bisa meningkat signifikan.
- Pro Features: advanced order, take profit, dan stop loss, ditambah akses gratis ke web trading berbasis TradingView untuk analisis teknikal yang lebih akurat.
- Kirim dan terima aset crypto kapan saja. Transfer token populer antar platform via Binance Smart Chain (BSC) mulai dari Rp6.300, terima aset tanpa biaya.
- Pluang Academy dengan video dan artikel edukasi investasi ringkas dan relevan.
Catatan Risiko
Meski berada dalam pengawasan regulator, investor tetap perlu mewaspadai volatilitas tinggi aset crypto.2. Robinhood
Robinhood adalah perusahaan layanan finansial asal Amerika Serikat yang memungkinkan pengguna memperdagangkan instrumen seperti saham, ETF, opsi, futures, dan cryptocurrency, dengan fitur wallet crypto, layanan wealth management, hingga kartu kredit—meski lisensinya khusus untuk AS, Inggris, dan Uni Eropa, dan belum diawasi oleh OJK untuk pasar Indonesia.
Fitur & Keunggulan
- Crypto trading & self-custodial wallet: Termasuk wallet crypto yang memungkinkan pengguna memegang aset sendiri (self-custody), tokenized stock derivatives (EU), dan staking (AS).
- Web & Mobile Trading: Untuk saham, ETF, opsi, crypto, dan futures melalui platform web dan aplikasi mobile.
- Yield/Staking: Tersedia untuk crypto tertentu (ETH, SOL) di AS
Catatan Risiko
Robinhood belum memiliki izin resmi dari OJK sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD). Artinya, transaksi melalui platform ini berpotensi menimbulkan masalah terkait kepatuhan pajak maupun perlindungan konsumen bila dilakukan oleh pengguna di Indonesia.3. eToro
eToro adalah platform investasi global yang menawarkan akses ke saham, ETF, komoditas, dan crypto melalui konsep social trading. Platform ini diawasi oleh regulator internasional seperti FCA, CySEC, dan ASIC, namun belum berada di bawah lisensi OJK.
Fitur & Keunggulan
- 70+ aset crypto tersedia
- CFDs (non-US, leverage)
- Web & mobile app
- CopyTrader, social trading, Smart Portfolios, riset pasar
- Recurring deposits tersedia
- Akun demo
Catatan Risiko
eToro belum mengantongi izin PAKD dari OJK, yang berarti transaksi crypto di platform ini bisa menimbulkan masalah pajak dan perlindungan konsumen bagi pengguna di Indonesia.4. Coinbase
Coinbase adalah platform exchange dan dompet aset crypto asal Amerika Serikat. Platform ini merupakan salah satu bursa crypto dengan reputasi keamanan tinggi serta diawasi oleh berbagai regulator global terkemuka, namun belum berada di bawah lisensi OJK.
Fitur & Keunggulan
- 300+ aset crypto tersedia luas bagi pengguna
- Coinbase Wallet, staking, recurring buys, integrasi DeFi
- Jenis Order & Tools: Limit, Market, Stop-Limit, OCO (one-cancels-the-other), TWAP (time-weighted average price); Futures (hingga 20× leverage), margin, grid trading, copy trading
- Yield / Staking
Catatan Risiko
Coinbase belum berizin PAKD dari OJK, sehingga transaksi crypto di platform ini bisa menimbulkan masalah pajak dan perlindungan konsumen di Indonesia.5. Binance
Binance adalah platform crypto global yang diawasi oleh regulator internasional, namun belum berada di bawah lisensi OJK. Platform ini dikenal atas ekosistemnya yang lengkap, meliputi spot trading, derivatif, staking, hingga NFT marketplace.
Fitur & Keunggulan
- 500+ coins & 1500+ trading pairs.
- Memungkinkan akses ke token DeFi dan meme, pairing fiat, serta alat likuiditas.
- Trading tersedia melalui antarmuka web dan aplikasi seluler yang canggih, dengan charting real-time.
- Mendukung Limit, Market, Stop-Limit, OCO, TWAP; serta futures.
Catatan Risiko
Binance belum mengantongi izin PAKD dari OJK. Artinya, pengguna Indonesia berpotensi menghadapi kendala hukum dan pajak saat bertransaksi crypto di platform ini.Tips Memilih Aplikasi Crypto
- Pastikan aplikasi berizin dan diawasi regulator seperti OJK atau Bappebti.
- Pertimbangkan biaya transaksi, minimum deposit, dan fitur yang sesuai kebutuhan.
- Pilih aplikasi dengan keamanan data dan dana yang jelas.
- Manfaatkan akun demo atau fitur edukasi sebelum mulai investasi riil.
- Sesuaikan pilihan dengan profil risiko dan tujuan investasi Anda.
Kesimpulan
Di tengah pertumbuhan pesat industri aset digital di Indonesia, setiap aplikasi crypto menawarkan nilai tambah yang berbeda. Namun, investor tetap perlu memperhatikan aspek keamanan, biaya transaksi, serta kepatuhan regulasi sebelum mengambil keputusan.
Sepanjang 2025, Pluang terlihat menonjol sebagai salah satu platform investasi terdepan berkat ekosistem produk yang lengkap, biaya kompetitif, serta dukungan regulasi yang kuat. Komitmen Pluang terhadap literasi finansial dan penyediaan fitur edukasi juga memperkuat posisinya di pasar, sekaligus merefleksikan arah perkembangan industri investasi digital di Tanah Air.
Bagi investor, penting untuk mengevaluasi kebutuhan dan profil risiko pribadi sebelum berinvestasi. Manfaatkan fitur edukasi maupun akun demo yang tersedia agar lebih siap dalam mengambil keputusan investasi.
(JEDA)
Penulis: Tim Media Servis
Masuk tirto.id


































