tirto.id - Perumda Pasar Jaya DKI Jakarta mengatakan ada 132 orang (2 persen) dari 6.600 pedagang pasar dinyatakan positif COVID-19.
Hal itu diketahui setelah pihaknya melakukan swab test kepada pedagang di 70 pasar dari total 146 pasar yang aktif di DKI Jakarta
"Angka statistik terpapar COVID-19 dari angka 6.600 yang di-swab, 2 persen itu positif [COVID-19], negatifnya banyak," kata Direktur Periksa Pasar Jaya Arief di Jakarta, Rabu (1/7/2020).
Ia mengatakan Perumda Pasar Jaya akan terus melakukan swab test kepada pedagang yang ada di pasar lain di Jakarta.
"Semoga tidak mengalami kenaikan [angka positif COVID-19] drastis di pasar," ucapnya.
Kemudian terkait dua pedagang di Pasar Tanah Abang yang dinyatakan positif COVID-19, dia mengatakan tidak akan menutup seluruh area pasar, tetapi hanya sebagian kios yang dideteksi sebagai tempat penularan virus.
"Kami sudah mendapatkan arahan dari Pak Gubernur [Anies Baswedan] dari rapat pimpinan agar bisa dilokalisir, diisolasi di sekitar kios yang terpapar," ucapnya.
Kendati demikian, ada pasar yang ditutup akibat pedagang positif Corona. Di antaranya, Pasar Kopro di Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat ditutup mulai 29 Juni-1 Juli 2020 setelah ada empat pedagang positif.
Lebih lanjut, Arief menjelaskan berdasarkan arahan dari Gubernur Anies, Perumda Pasar Jaya akan menambah face shield atau pelindung wajah sekaligus sarana dan prasarana lainnya.
Selain itu, dia mengaku telah menerapkan sosialisasi terbaru yaitu dengan indoor communication.
"Inilah yang kita harapkan bisa jadi agen penyambung lidah dari kami ketika ada pembeli yang tidak pakai masker, jangan dilayani," katanya.
Penulis: Riyan Setiawan
Editor: Zakki Amali
Masuk tirto.id



























