Menuju konten utama

10 Puisi untuk Ibu yang Menyentuh Hati & Penuh Kasih Sayang

Puisi tentang ibu bisa dibacakan dalam momen besar seperti Hari Ibu. Namun, bisa juga dikirimkan kepada ibu tercinta untuk menggambarkan kasih sayang kita.

10 Puisi untuk Ibu yang Menyentuh Hati & Penuh Kasih Sayang
Seorang siswa sekolah dasar (SD) membaca puisi dalam kegiatan Lomba Baca Puisi yang diadakan oleh komunitas Guru Literasi Jakarta (Gliter Jak) di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Sabtu (21/12/2023). ANTARA FOTO/Bagus Ahmad Rizaldi/Ak/nym.

tirto.id - Puisi merupakan karya sastra yang peruntukannya sangat luas. Kita bisa membuat puisi pendek menyentuh hati untuk ibu dan ayah, kekasih, saudara, dan sebagainya.

Puisi tentang ibu dapat dikirim kepada ibunda tercinta di momen-momen tertentu. Misalnya, Hari Ibu dan Mother's Day.

Hari Ibu 22 Desember berkaitan dengan sejarah Kongres Perempuan Indonesia Pertama 1928 di Yogyakarta. Sementara itu, Mother's Day mengacu pada perayaan dalam lingkup global, yang dirayakan pada Minggu kedua Mei.

Meskipun Hari Ibu Nasional dan Mother's Day dirayakan pada tanggal berbeda, keduanya menyatukan kita dalam penghargaan terhadap perempuan yang memiliki andil besar dalam hidup kita.

Selain dibuat dan dikirim pada momen Hari Ibu, puisi pendek tentang ibu juga bisa diperuntukkan di hari-hari biasa. Sebagai misal, untuk menggambarkan kasih sayang kita kepada ibu tercinta.

Kumpulan Puisi tentang Ibu yang Menyentuh Hati

Puisi untuk ibu bisa dibuat dengan struktur rapi. Misalnya, puisi tentang ibu 4 bait. Namun, bisa juga ditulis secara bebas, yang penting dapat mewakili perasaan anak terhadap ibu tercinta.

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut sejumlah contoh puisi untuk ibu yang menyentuh hati.

1. Puisi berjudul "Ibu"

Berikut isi puisi untuk ibu berjudul "Ibu" karya Rija yang dimuat dalam situs web resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah.

Ibu, perantaramu aku terlahir ke dunia ini

Kaulah orang pertama yang aku kenal

Banyak pelajaran hidup yang kau ajarkan

Meski aku tak minta, tapi takdir yang menggariskan

Bahwa Engkau malaikat kecilku dalam hidup ini

Ibu, betapa perhatiannya engkau padaku

Dalam pengawasan dan pengasuhanmu, aku tumbuh dewasa

Waktu begitu cepat berlalu, aku tumbuh, engkau rapuh

Do’amu Ibu, menjadikan anakmu seperti sekarang ini

Do’aku Ibu, semoga engkau sehat selalu

Ibu, aku menyadari walau raga berjauhan

Bathin kita tetap dekat

Setiap saat aku mengingatmu

Semoga engkau tetap bahagia

Ibu, maafkan anakmu ini

Yang tak kunjung tiba menemuimu

Karna jarak, waktu dan kesibukanku

Aku tahu, Ibu selalu menanti, menungguku di depan pintu

Tanpa kenal lelah dan bosan, semoga ada harap bertemu langsung anakmu ini

Ibu, dihari yang fitri ini

Semoga kita bisa berjumpa

Melepas kerinduan

Menghapus segala dosa dan kesalahanku

Semoga Tuhan mengampuniku

2. Puisi untuk ibu berjudul "Surgaku di Telapak Kakimu Ibu"

Puisi tentang ibu 4 bait berjudul "Surgaku di Telapak Kakimu Ibu" ditulis oleh Agustinus Sada Nalu, dimuat di situs web resmi SDN Inpres 2 Waikomo. Berikut isi puisi untuk ibu tersebut:

Ibu…

Nyawamu kau pertaruhkan

Rasa sakit engkau tak perdulikan

Demi menghadirkanku ke dunia ini

Ibu…

Tak terhitung banyaknya syair yang engkau lantunkan

Banyaknya dongeng yang engkau ceritakan

Demi melelapkanku dalam dekapanmu

Ibu…

Kaulah seorang pengajar yang tak pernah mendapat imbalan

Kaulah seorang pembantu yang tak pernah dibayar

Kaulah sosok pelayan yang selalu dan selalu terlupakan

Ibu…

Kasih dan sayangmu seperti sang surya yang terus menyinari

Yang tak pernah mengharapkan balasan

dan tak akan pernah dan tak akan bisa terbalaskan

Ibu…

Engkau sosok malaikat pelindungku di dunia ini

Engkaulah surgaku

Surgaku ditelapak kakimu ibuku

3. Puisi ibu berjudul "Ibu"

Puisi tentang ibu bertajuk "Ibu" ini ditulis oleh Kornadus Nuba yang dimuat dalam situs web resmi SDN Inpres 2 Waikomo.

Oh, ibuku…

Sungguh besar kasih dan cintamu

Buat aku anakmu

Sembilan bulan aku dalam rahimmu

Ibuku…

Aku bayi kau selalu bersama

Menetekku dalam dekap dan peluk mesra

Menjaga dan merawat dari hari ke hari

Oh, ibuku…

Begitu besar pengorbananmu

Kulewati masa kecil penuh mesra

Seluruh perhatian tercurah padaku

Oh, ibuku…

Menanjak dewasa ibu selalu menasihati

Tutur katamu menguatkanku dalam melangkah

Ku selalu mendengar petuahmu

Oh, ibuku…

Kala aku di pendidikan SPG bangku terakhir

Ibu selalu iringi doa dalam belajarku walau sedang sakit

Ketika di hari akhir ujianku ibu pergi selamanya

Aku tak tahan semua ini

Mengapa begitu cepat semuanya

Hasil kelulusan tanpa ibu di sampingku

Yang telah bersusah payah demi cita-citaku

Oh Ibu…

Di pusaramu aku hanya menunduk dan menangis

Sembari doa kecil ku senandungkan buatmu

Agar bahagia di surga abadi

4. Puisi pendek tentang ibu berjudul "Ibuku"

Puisi ibu singkat berjudul "Ibuku" karya Rekyan Vierry Sudarmono dimuat dalam situs web resmi SD Islam Al-Azhar 38 Bantul. Berikut isi puisi pendek tentang ibu ini.

Ibu engkau menderita karena aku

Ibu engkau menangis karena aku

Menurutku kau ibu yang hebat

Kau selalu ada untukku

Disaat aku senang

Disaat aku kesulitan atau sendirian

Engkau selalu ada

Selamat Hari Ibu

5. Puisi tentang ibu singkat berjudul "Kasih Sayang Seorang Ibu"

Puisi ibu singkat berjudul "Kasih Sayang Seorang Ibu" karya Anggar Setiarini diterbitkan dalam buku Rindu Untuk Ibu Antologi Puisi Siswa (2012) terbitan Kemdikbud. Simak isi puisi kasih sayang ibu tersebut di bawah:

lbu…

Sinar wajahmu memancarkan kasih sayang

Kulit halusmu membelaiku

Saat aku terlelap dalam tidurku

Alunan cerita nyanyian lagu nuranimu

Membuatku menorehkan sejuta senyuman

Kerinduan, kehangatan akan belaianmu

lndah berseri cinta seorang ibu

Merawat buah hatinya dengan tulus ikhlas

Terima kasih ibu

6. Puisi untuk ibu berjudul "Sajak (Ibu) Rinduku"

Puisi tentang ibu 4 bait berjudul "Sajak (Ibu) Rinduku" ditulis oleh Gesfi Anugrah dan diterbitkan di buku Rindu Untuk Ibu Antologi Puisi Siswa (2012). Berikut isinya:

Embun di mata perempuan renta

Bak sorot lampu yang nyaris redup

Tak ada lagi kehidupan terpancar dari imajinya

Hanya tersisa nostalgia yang rapat tertutup

Mata yang indah kini tak ada lagi memandangku

Tatap yang teduh telah punah dimakan waktu

Segala perhatiannya enyah untukku

Menyisakan nasihat yang kini terdengar sendu

Maha Pencipta, aku titip keberadaannya di surgaMu

Maha Megah, hibur dia dengan melodi dawaiMu

Aku tak mau ia jadi senar yang bisu karena menunggu

kedatanganku

Maha Damai

Kulayangkan sebuah doa bagi lbu yang tercinta

Mohon kirimkan Malaikat untuk temaninya

Dan biarkan ia lelap, biarkan ia lesap

Dalam harmoni keabadianMu

7. Contoh puisi tentang ibu berjudul "Ibu"

Puisi untuk ibu berjudul Ibu karya Emmy Nitami dalam buku Rindu Untuk Ibu Antologi Puisi Siswa (2012) terbitan Kemdikbud.

Ibu…

Engkau adalah keajaiban yang tak bisa aku jelaskan

Engkaulah cinta kasihku

Pengorbananmu sangat mulia bagiku

Ibu…

Engkau bagaikan pelita dikatra gelap menyelimutiku

Tetesan keringatmu sangat berarti bagiku

Terima kasih ibu…

Sampai kapanpun aku akan selalu menjagamu

Hingga engkau menutup mata

8. Puisi untuk ibu berjudul "Rindu untuk Ibu"

Puisi untuk ibu berjudul "Rindu untuk Ibu" ditulis oleh Ruth Elika Cahyati, terbit di buku Rindu Untuk Ibu Antologi Puisi Siswa (2012) keluaran Kemdikbud.

Letih aku bertanya pada fajar

Dia tak pernah menjawab

Letih aku bertanya pada rembulan

Ia hanya meredup dan berlalu tanpa sepatah katapun

Ke mana lagi aku luapkan ini semua

Telah habis tinta untuk menuliskan beribu kata rindu

Sudah menipis benang yang tersisa bekas rajutan luka yang kubalut

Namun tak cukup puas hati ini

Aku berlari mencari tempat terindah 'tuk habiskan waktuku mengenangmu

Namun bukan kelegaan dan kebahagiaan yang kudapati

Melainkan dilema yang kian mendalam tertoreh dilubuk hati

Adakah secercah pelangi yang sanggup mengelokkan hati ini?

Kau bukan sosok orang yang bisa buatku bahagia

Namun setiap detik kita bersama adalah lebih dari sekedar itu

Mungkin tawaku terlihat lebih baik dibanding dengan tiap tetes air mata

Tapi kau tahu pasti setiap luka dan senyuman dalam senyum dan tangisku

Tak jarang kau redam api amarah dalam diriku

Aku sendiri muak melihat hidupku

Namun kau datang bawa sinar kedamaian dan pulihkan segala dukaku

Tiada kata yang mampu melukiskan tulusnya cintamu

Ibu…

Hanya untukmu setiap hela nafas ini

Aku tahu bahkan itu takkan cukup ‘tuk balaskan kasihmu

Aku bersumpah untuk setiap relung doaku

Semua hanya kupersembahkan untukmu

Bahkan jika harus aku menahan rindu ini

Akan kubeli lebih banyak waktu untuk bersamamu kelak

Peluk hangat ku persembahkan dari seorang negeri

Tak putus ku harap doamu selalu menyertai

Sosok ciptaan-Nya yang kotor dan penuh noda

Aku berjanji, takkan lama lagi aku kembali dari pulau seberang

9. Contoh puisi tentang ibu berjudul "Puisi Ibu"

"Puisi Ibu" karya Chairil Anwar pernah diulas dalam Sirok Bastra Jurnal Ilmiah Kebahasaan dan Kesastraan Vol. 5, No. 2 (2017). Berikut contoh puisi tentang ibu berjudul "Puisi Ibu".

Pernah aku ditegur

Katanya untuk kebaikan

Pernah aku dimarah

Katanya membaiki kelemahan

Pernah aku diminta membantu

Katanya supaya aku pandai

Ibu…

Pernah aku merajuk

Katanya aku manja

Pernah aku melawan

Katanya aku degil

Pernah aku menangis

Katanya aku lemah

Ibu…

Setiap kali aku tersilap

Dia hukum aku dengan nasihat

Setiap kali aku kecewa

Dia bangun di malam sepi lalu bermunajat

Setiap kali aku dalam kesakitan

Dia ubati dengan penawar dan semangat

dan bila aku mencapai kejayan

Dia kata bersyukurlah pada Tuhan

Namun…

Tidak pernah aku lihat air mata dukamu

Mengalir di pipimu

Begitu kuatnya dirimu…

Ibu…

Aku sayang padamu…

Tuhanku…

Aku bermohon padaMu

Sejahterakanlah dia

Selamanya…

10. Puisi berjudul "Ibu" karya Wiji Thukul

Berikut isi puisi tentang ibu karya Wiji Thukul, yang pernah diulas dalam Sirok Bastra Jurnal Ilmiah Kebahasaan dan Kesastraan Vol. 5, No. 2 (2017).

Ibu pernah mengusirku minggat dari rumah

Tetapi menangis ketika aku susah

Ibu tak bisa memejamkan mata

Bila adikku tak bisa tidur karena lapar

Ibu akan marah besar

Bila kami merebut jatah makan

yang bukan hak kami

Ibuku memberi pelajaran keadilan

dengan kasih sayang

Ketabahan ibuku

Mengubah rasa sayur murah

menjadi sedap

Ibu menangis ketika aku mendapat susah

Ibu menangis ketika aku bahagia

Ibu menangis ketika adikku mencuri sepeda

Ibu menangis ketika adikku keluar penjara

Ibu adalah hati yang rela menerima

Selalu disakiti oleh anak-anaknya

Penuh maaf dan ampun

Kasih sayang Ibu adalah kilau sinar kegaiban

Tuhan

Membangkitkan haru insan

dengan kebijakan

Ibu mengenalkan aku kepada Tuhan

Baca juga artikel terkait EDUKASI DAN AGAMA atau tulisan lainnya dari Umi Zuhriyah

tirto.id - Pendidikan
Kontributor: Umi Zuhriyah
Penulis: Umi Zuhriyah
Editor: Fadli Nasrudin