Menuju konten utama

WNA Bermasalah di Indonesia Kerap Tinggal di Kawasan Elite

Biasanya mereka jarang ke luar rumah dan kerap memesan makanan melalui aplikasi online dalam jumlah banyak.

WNA Bermasalah di Indonesia Kerap Tinggal di Kawasan Elite
Petugas mengawal warga negara asing (WNA) saat dihadirkan dalam konferensi pers operasi Wirawaspada serentak di Direktorat Jenderal Imigrasi, Jakarta, Selasa (16/12/2025). ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/nym.

tirto.id - Direktorat Jenderal Imigrasi pada Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) mencatat Warga Negara Asing (WNA) bermasalah kebanyakan tinggal di wilayah elite di Indonesia.

"Beberapa kasus yang kami ungkap, itu selalu mereka berada di wilayah pemukiman elite," kata Plt. Dirjen Imigrasi, Yuldi Yusman, saat konferensi pers di Gedung Kementerian Imipas, Jakarta Selatan, Senin (19/1/2026).

Hal tersebut, disampaikan Yuldi saat konferensi pers pengungkapan penangkapan 27 WNA di sejumlah kawasan elite di Tangerang dan Tangerang Selatan. Para WNA tersebut, merupakan pelaku kejahatan siber dengan modus love scamming.

Kata Yuldi, para WNA yang kebanyakan berasal dari Cina ini, melakukan penipuan dengan mengaku sebagai wanita muda. Dalam operasinya, mereka menggunakan aplikasi Telegram dan bantuan Artificial Intelligence untuk melakukan video call sex yang menjadi bahan pemerasan. Korbannya, adalah warga Korea Selatan.

Yuldi mengatakan sebagai langkah pencegahan, pihaknya melakukan pendataan terhadap para WNA yang tinggal di kawasan elite di Indonesia. Hal ini dilakukan lantaran WNA bermasalah kebanyakan ditemukan di lokasi mewah yang memiliki sistem penjagaan.

"Kami lakukan penggalangan kepada security-security," ujar Yuldi.

Dia mengatakan bahwa gerombolan WNA yang melakukan kejahatan di Indonesia biasanya memiliki kebiasaan jarang ke luar rumah, dan kerap memesan makanan melalui aplikasi online dalam jumlah banyak.

"Mereka jarang ke luar rumah, pengiriman Gojek, GoFood itu sekali ngirim dalam jumlah yang sangat besar, bisa sampai 30-40 sekali ngirim," tutur Yuldi.

Dia meyakini, dengan adanya pendataan tersebut akan memudahkan deteksi terhadap WNA bermasalah, yang masih bersarang di Indonesia, terutama para sindikat kejahatan.

Lebih lanjut, Yuldi juga menjelaskan, selain pencegahan dan pengawasan melalui pendataan. Imigrasi juga memperketat penjagaan di pintu masuk Bandara, untuk memastikan bahwa WNA yang masuk ke Indonesia berkualitas dan memiliki tujuan yang jelas.

"Jadi dari awal sudah kita lakukan proses penyaringan," ucap Yuldi.

Baca juga artikel terkait WNA atau tulisan lainnya dari Auliya Umayna Andani

tirto.id - Flash News
Reporter: Auliya Umayna Andani
Penulis: Auliya Umayna Andani
Editor: Bayu Septianto