Warga Pendatang Baru di DKI Usai Libur Lebaran Diminta Lapor RT/RW

Oleh: Yuliana Ratnasari - 22 Juni 2018
Warga pendatang di DKI Jakarta pasca-libur Lebaran 2018 bisa terhindar dari pelanggaran administrasi kependudukan dengan segera melapor ke pengurus RT/RW.
tirto.id - Arus balik Lebaran turut berdampak terjadinya urbanisasi ke Ibu Kota. Menghadapi kondisi itu, Wakil Gubernur Sandiaga Uno meminta warga dari daerah yang baru datang ke DKI Jakarta segera melapor ke pengurus Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) di wilayah tempat mereka tinggal.

"Seiring dengan arus balik Lebaran, pasti terjadi urbanisasi. Untuk itu, saya minta agar semua pendatang segera melaporkan dirinya masing-masing kepada pengurus RT atau RW setempat," kata Sandiaga di Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat (22/6/2018).

Ia menambahkan, warga pendatang bisa terhindar dari pelanggaran administrasi kependudukan dengan segera melapor ke pengurus RT/RW.

"Oleh karena itu, saya imbau kepada seluruh warga pendatang, silakan berkoordinasi dengan pengurus RT atau RW setempat, sekaligus juga dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil," ujar Sandiaga.

Ia juga berharap para pendatang baru di Jakarta memiliki bekal keahlian dan keterampilan untuk bertahan hidup secara mandiri dan kemudian bisa meningkatkan kesejahteraannya di Ibu Kota.

"Sekarang ini kami sedang fokus untuk menurunkan angka kemiskinan dari 3,78 persen menjadi 2,78 persen dalam jangka waktu lima tahun ke depan. Maka dari itu, saya berharap para pendatang mempunyai bekal keahlian atau kemampuan khusus," kata Sandiaga.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil DKI Jakarta Edison Sianturi mengatakan instansinya siap melakukan pendataan sekaligus memberikan edukasi terhadap para pendatang baru melalui Operasi Bina Kependudukan.

"Rencananya, Operasi Bina Kependudukan itu akan kami gelar selama 14 hari setelah arus balik Lebaran. Kami akan pastikan para pendatang baru yang ada di Ibu Kota memiliki keahlian dan keterampilan," kata Edison.


Baca juga artikel terkait LIBUR LEBARAN 2018 atau tulisan menarik lainnya Yuliana Ratnasari
(tirto.id - Sosial Budaya)

Sumber: antara
Penulis: Yuliana Ratnasari
Editor: Yuliana Ratnasari