Menuju konten utama

Warga Buang Sampah di Kantor Bupati & DPRD Sintang, Ada Apa?

Aksi buang sampah dilakukan oleh warga di halaman Kantor Bupati dan DPRD Sintang. Apa penyebabnya?

Warga Buang Sampah di Kantor Bupati & DPRD Sintang, Ada Apa?
Ilustrasi Membuang Sampah. foto/IStockphoto

tirto.id - Warga Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, melakukan aksi buang sampah ke halaman kantor Bupati dan DPRD setempat. Lantas, kenapa warga buang sampah di Kantor Bupati dan DPRD Sintang?

Aksi warga buang sampah di Kantor Bupati dan DPRD Sintang terjadi pada Selasa (23/7/2024). Video detik-detik warga melakukan kasi buang sampah tersebut viral di media sosial.

Berdasarkan video tersebut, warga mengirimkan empat truk pengangkut sampah ke kawasan kantor Bupati dan DPRD Sintang. Truk-truk tersebut lantas diarahkan untuk menumpahkan sampah di sekitar halaman kantor.

Tidak butuh waktu lama, tumpukan sampah memenuhi sebagian area halaman kantor Bupati dan DPRD Sintang. Sampah-sampah juga tampak menutupi jalan menuju pintu masuk kantor.

Warga yang melakukan aksi tersebut mengaku berasal dari Forum Pemuda Peduli Sampah Kabupaten Sintang. Setelah berhasil membuang sampah-sampah tersebut, warga memasang spanduk berwarna merah di salah satu pilar kantor.

Spanduk tersebut berbunyi, "Buanglah Sampah pada Tempatnya." Video rekaman aksi warga Kabupaten Sintang itu mendapat banyak respons dari warganet.

Banyak warganet yang mendukung aksi protes tersebut dan memuji keberanian warga Sintang. Sebagian lagi, membandingkan aksi warga Sintang seperti protes petani di Prancis, yang membuang sampah dan menyemprotkan kotoran ke depan kantor pemerintah.

Penyebab Warga Buang Sampah di Kantor Bupati & DPRD Sintang

Aksi warga buang sampah di Kantor Bupati dan DPRD Sintang dilakukan sebagai bentuk protes. Warga mengaku bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sintang tidak dapat mengatasi permasalahan sampah yang ada di Kabupaten Sintang.

Anong, salah satu warga yang terlibat aksi mengaku wilayahnya di Jalan Lingkar Hutan Wisata mengalami permasalahan sampah selama berbulan-bulan. Ia mengaku sudah melaporkan masalah tersebut ke pemerintah daerah, namun tak kunjung mendapatkan penanganan.

"Aksi hari ini merupakan bentuk protes kami kepada pemerintah kabupaten supaya sampah yang ada di Kabupaten Sintang ini segera ditangani dengan cepat," kata Anong, seperti yang dikutip dari RRI, Rabu (24/7/2024).

Anong dan warga yang protes mengaku selama ini kewalahan dengan permasalahan sampah di lingkungannya. Warga setempat diketahui mengeluarkan biaya sendiri untuk membersihkan sampah-sampah tersebut.

Adapun sampah-sampah yang dikirimkan ke kantor Bupati dan DPRD Sintang berasal dari berbagai titik di Kabupaten Sintang. Beberapa wilayah yang diklaim memiliki sampah menumpuk termasuk Kelam, Pinoh, hingga Sungai Durian.

"Aku sudah 1 bulan lebih ini nahan sampah di depan rumahku tak pernah digubris. Jadi hari ini saya pindahkan, supaya tau pemerintah menikmati sampah juga," katanya.

Lebih lanjut, warga Sintang yang terlibat protes mengatakan siap membawa sampah lebih banyak jika pemerintah tidak segera menanggapi protes tersebut.

Menurut Kepala Bidang Kebersihan dan Pengelolaan Sampah pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sintang Kornelius Parang Kunci, kasus sampah di wilayah Sintang merupakan permasalahan serius.

Kondisi ini terjadi lantaran tempat pembuangan akhir (TPA) milik Pemkab Sintang sudah melebihi kapasitas.

“Ketinggian tumpukan sampah di sana sudah lebih dari ketinggian bangunan tingkat 2," katanya.

Kondisi itu menyebabkan petugas harus bekerja tiga kali lipat untuk mengatur sampah-sampah di TPA. Terlebih pemerintah juga kekurangan biaya operasional untuk pengangkutan dan pengelolaan sampah.

Sementara itu, Kornelius menilai bahwa aksi protes warga bukan ditunjukkan terhadap DLH Kabupaten Sintang. Menurut Kornelius, pihaknya tak berwenang mengurus sampah-sampah di wilayah Jalan Hutan Wisata.

"Sampah di Jalan Hutan Wisata itu bukan wewenang kami dan bukan wilayah kami, itu milik BKSDA, kami juga harus ijin BKSDA saat akan mengangkut sampah di sana," lanjut dia.

Baca juga artikel terkait PERISTIWA atau tulisan lainnya dari Yonada Nancy

tirto.id - Aktual dan Tren
Penulis: Yonada Nancy
Editor: Iswara N Raditya