Menuju konten utama

Cara Kelola Sampah Mandiri karena TPA Piyungan Tutup 45 Hari

Bagaimana cara mengelola sampah mandiri untuk menangani TPA Piyungan yang tutup?

Cara Kelola Sampah Mandiri karena TPA Piyungan Tutup 45 Hari
Warga melintas di dekat tumpukan sampah di Alun-Alun Kidul, Yogyakarta, Senin (24/7/2023). ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah/Spt.

tirto.id - Sejak tanggal 23 Juli sampai 5 September 2023, Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) di kawasan Piyungan Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ditutup sementara.

Langkah tersebut dilakukan karena TPST Piyungan kapasitasnya telah melewati batas maksimal akibat volume sampah yang membludak. Oleh karena itu, belum bisa untuk menampung sampah regional.

Sebelumnya TPST Piyungan bisa menampung sampah yang berasal dari 3 wilayah yang ada di Provinsi DIY. Tiga wilayah tersebut adalah Kabupaten Sleman, Kota Yogyakarta, dan Kabupaten Bantul.

Sementara itu, ketiga wilayah tersebut dihimbau untuk mengelola sampah secara mandiri dengan melakukan gerakan darurat sampah selama TPST Piyungan ditutup.

Sejak tahun 2022 lalu, tempat penampungan sampah tersebut telah mengalami darurat sampah saat kuantitas sampah bertambah secara drastis.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bantul Ari Budi Nugroho mengatakan bahwa jumlah sampah yang ditampung TPST Piyungan sebanyak 734 ton setiap bulannya pada bulan Januari 2023.

Cara Mengelola Sampah Secara Mandiri

Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman mengatakan bahwa pihak pengelola tempat dan desa wisata di kawasan tersebut harus bisa mengelola sampah secara mandiri.

Kepala Dispar Kabupaten Sleman Ishadi Zayid menjelaskan, sebenarnya pihaknya telah mengadakan pelatihan pengelolaan sampah secara mandiri bagi pelaku usaha tempat maupun desa wisata. Dirinya mengungkapkan bahwa tempat dan desa wisata adalah salah satu dari penghasil sampah.

Ishadi menyatakan, telah melakukan kolaborasi dengan Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk menggelar pelatihan pengelolaan sampah di desa dan tempat wisata antara lain Desa Wisata Pancoh dan Pulesari.

Nantinya sampah organik dapat dijadikan eco-enzim untuk pupuk dan sampah anorganik bisa diolah menjadi produk kerajinan tangan.

Untuk mengelola sampah secara mandiri, Anda bisa melakukan cara berikut ini, dikutip dari laman pengelola sungai Citarum:

  1. membuat tempat sampah sesuai jenisnya, sampah organik dan anorganik,
  2. mengganti alas plastik sampah menjadi koran atau kardus untuk mengurangi konsumsi sampah plastik,
  3. manfaatkan sampah organik menjadi pupuk kompos,
  4. manfaatkan sampah anorganik yang sekiranya masih layak didaur ulang,
  5. membuang sampah ke TPS atau TPA setiap seminggu 2 kali,
  6. mulailah mengelola sampah berbahaya seperti sampah elektronik, baterai, dan lain sebagainya,
  7. berilah rewards untuk diri sendiri setiap minggunya jika masalah sampah di rumah tinggal anda sudah selesai,
  8. bijak-bijaklah menjadi seorang konsumen.

Baca juga artikel terkait AKTUAL DAN TREN atau tulisan lainnya dari Tifa Fauziah

tirto.id - Sosial budaya
Kontributor: Tifa Fauziah
Penulis: Tifa Fauziah
Editor: Dipna Videlia Putsanra