Menuju konten utama

Update Topan Bualoi di Vietnam, Korban, & Dampaknya ke Indonesia

Topan Bualoi menghantam Vietnam pada Senin (29/9/2025). Update korban bertambah dan masih ada belasan yang dinyatakan hilang.

Update Topan Bualoi di Vietnam, Korban, & Dampaknya ke Indonesia
Orang-orang bepergian di jalan yang sebagian terendam banjir setelah Topan Bualoi melanda provinsi Nghe An, Vietnam, 29 September 2025. REUTERS/Thinh Nguyen

tirto.id - Topan Bualoi menghantam wilayah Vietnam bagian utara-tengah pada Senin (29/9/2025) dini hari. Berdasarkan update terkini, topan ini menelan korban jiwa dan merusak rumah warga. Bagaimana dampaknya ke Indonesia?

Tak hanya merusak rumah, Topan Bualoi juga mengakibatkan hujan lebat dan angin kencang, membuat jalanan banjir, terputusnya aliran listrik, dan robohnya pepohonan di kawasan penduduk.

Di laut lepas dekat pantai bagian utara-tengah, topan juga menimbulkan gelombang setinggi delapan meter, membuat sejumlah nelayan hanyut di lepas pantai Provinsi Quang Tri dan sejumlah perahu kehilangan kontak.

Sebelum menghantam Vietnam, pemerintah setempat telah mengevakuasi lebih dari 28.500 orang dan menunda atau membatalkan ratusan penerbangan di bandara.

Update Topan Bualoi di Vietnam & Jumlah Korban hingga Hari Ini

Berdasarkan update situasi terbaru pada Senin malam, Topan Bualoi kini telah melemah menjadi depresi menuju Laos. Topan ini melemah sekitar pukul 13.00 waktu setempat, setelah 13 jam melanda wilayah tersebut.

Dilansir dari Reuters, jumlah korban akibat badai tercatat mencapai 13 orang hingga hari ini. Sebanyak 46 orang lainnya mengalami luka-luka.

Provinsi Nin Binh menjadi lokasi dengan korban jiwa terbanyak. Seturut Kantor Berita Vietnam, terdapat 9 korban jiwa akibat topan di provinsi tersebut.

Sementara itu, melansir media Vnexpress, sebanyak 17 nelayan dari tiga kapal berbeda hingga kini masih berstatus hilang.

Sebanyak 44.000 rumah di Vietnam rusak karena topan ini. Banyak di antara rumah-rumah terdampak tersebut mengalami kerusakan parah pada atap yang terbawa angin kencang.

Selain kerusakan rumah, Pemerintah Vietnam juga merilis dampak Topan Bualoi di sektor pertanian. Topan ini disebut telah membuat lahan padi dengan luas sekitar hampir 6.000 hektare digenangi air.

Meskipun Topan Bualoi kini telah berpindah di Laos, namun daratan Vietnam diprakirakan masih akan diguyur hujan berintensitas sedang hingga Selasa (30/9).

Jumlah korban jiwa yang terjadi di Vietnam tersebut menambah panjang daftar korban meninggal akibat Topan Bualoi yang sebelumnya menghantam Filipina pada pekan lalu.

Di Filipina, korban meninggal akibat topan tersebut meningkat menjadi 24 orang, setelah sebelumnya dilaporkan 10 orang.

Sebelum Bualoi, wilayah Filipina juga dilanda Topan Ragasa, membuat negara tersebut dilanda dua topan besar dalam satu minggu.

Apa Dampak Bualoi di Indonesia?

Meskipun topan terjadi di Vietnam dan Filipina, namun dampak Bualoi ternyata dirasakan di Indonesia. Bukan sebagai badai atau hujan, melainkan berupa hari yang terik.

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sejumlah wilayah di Indonesia tercatat mengalami peningkatan suhu mencapai 35-37 derajat celsius pada 22-29 September 2025.

Dijelaskan Deputi Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramadhani, hari-hari yang panas selama sepekan yang lalu itu turut dipengaruhi oleh Topan Bualoi.

Selain faktor kemarau, jelas Andri, Siklon Tropis Bualoi juga berpengaruh pada hari yang panas di Indonesia karena uap air yang tertarik oleh siklon tersebut, membuat peluang hujan di daerah selatan ekuator berkurang.

Seiring melemahnya Topan Bualoi, dampak berupa hari yang panas juga akan berkurang.

"Dalam 24 jam ke depan, intensitas Siklon Tropis Bualoi diperkirakan melemah menjadi kategori rendah dan kemudian punah saat memasuki daratan Myanmar," tutur Andri pada Senin, dikutip dari Antara.

Baca juga artikel terkait VIETNAM atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Aktual dan Tren
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Dicky Setyawan