Menuju konten utama

Update Palestina Terkini, Jumlah Korban, dan Kondisi Pengungsi

Update kondisi terkini perang Israel dan Hamas Palestina serta jumlah korban.

Update Palestina Terkini, Jumlah Korban, dan Kondisi Pengungsi
Warga Palestina berjalan melewati puing-puing bangunan yang hancur akibat serangan udara Israel di Kota Gaza pada Selasa, 10 Oktober 2023. (AP Photo/Hassan Eslaiah)

tirto.id - Angka korban kematian akibat perang Israel-Hamas Palestina kini sudah mencapai lebih dari 4 ribu orang. Sejumlah bantuan yang ingin masuk ke Jalur Gaza juga masih tertahan di perbatasan Mesir. Rumah Sakit di Gaza pun kekurangan stok bahan medis.

Data korban terbaru mengutip laman AP News hingga Senin, 16 Oktober 2023, korban meninggal akibat perang Israel-Hamas Palestina sudah melebihi 4 ribu orang, total dari kedua belah pihak.

Kementerian Kesehatan di Gaza menyebutkan 2.670 warga Palestina meninggal dunia dan 9.600 lainnya mengalami luka-luka. Sementara 1.400 warga Israel juga menjadi korban serangan Hamas yang dimulai pada Sabtu (7/10/2023).

Martin Griffiths, Kepala Bantuan Darurat PBB sekaligus Wakil Sekjen OCHA (Office for the Coordination of Humanitarian Affairs) mengatakan kondisi saat ini masih sangat sulit, sembari menyerukan pembebasan sandera yang diculik dari Israel.

"Kami ada di situasi terburuk. Yang ingin saya tekankan adalah tindakan yang tidak dapat diterima dan ilegal yang telah mengambil sandera-sandera dari Israel, yang banyak di antaranya anak-anak, wanita, orang tua dan orang sakit, dan menyembunyikan di Gaza. Mereka harus segera dibebaskan," kata Griffiths, dikutip laman resmi OCHA, dalam pernyataan yang dikeluarkan Senin, Oktober 2023.

Meskipun demikian, pihaknya terus menjalin komunikasi dengan Mesir, Israel, hingga sejumlah pihak dalam upaya membuka akses bantuan ke Gaza.

Update Kondisi Palestina Terkini

Reuters memberitakan bombardir dan pengepungan yang dilakukan Israel ke Gaza semakin gencar. Akibatnya, wilayah di Palestina itu tidak mendapatkan aliran listrik sama sekali. Sejumlah rumah sakit pun mengalami kesulitan, terutama bahan bakar untuk generator.

Banyak jenazah warga Palestina yang masih tersimpan di truk es krim, lantaran khawatir terhadap resiko jika dipindahkan ke rumah sakit serta tidak adanya tempat pemakaman yang memadai.

Di lain sisi, kedatangan kapal-kapal perang AS bisa semakin meningkatkan tensi konflik, terutama di perbatasan Israel utara dengan Lebanon. Presiden AS, Joe Biden rencananya juga akan melakukan kunjungan ke Israel pada Rabu (18/10).

Menurut Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken, yang sudah berada di Tel Aviv, kunjungan itu turut menunjukkan dukungan mereka terhadap Israel. Pasca melakukan lawatan ke Israel, Biden akan terbang ke Yordania untuk bertemu para pemimpin Arab.

"Kami turut prihatin dengan Israel bahwa Hamas mungkin akan menyita atau menghancurkan bantuan yang masuk ke Gaza atau mencegah bantuan tersebut sampai ke tangan orang-orang yang membutuhkan," beber Blinken.

Sementara Al-Jazeera melaporkan serangan udara Israel menewaskan setidaknya 3 orang di Khan Younis, Jalur Gaza bagian selatan. Serangan tersebut juga menghancurkan sebuah bangunan rumah.

Di dekat kota Hebron, Tepi Barat, 1 orang warga Palestina turut menjadi korban meninggal pasca serangan pasukan Israel. 30 orang pekerja yang berasal dari Gaza ditangkap pihak keamanan Israel di sebuah kawasan industri kota Halhul, utara Hebron.

Dalal Abu Amneh, penyanyi terkenal Palestina, turut diamankan polisi Israel setelah mengunggah postingan lewat Facebook.

Ia ditangkap di rumahnya, di Nazareth, setelah menuliskan kalimat "Tidak ada pemenang kecuali Tuhan". Abeer Bakr, pengacaranya mengatakan Abu Amneh masih menjalani interogasi oleh polisi Israel.

Baca juga artikel terkait ISRAEL HAMAS atau tulisan lainnya dari Beni Jo

tirto.id - Politik
Kontributor: Beni Jo
Penulis: Beni Jo
Editor: Dipna Videlia Putsanra