tirto.id - Tim SAR telah memasuki tahap evakuasi korban meninggal dunia hari ini, Jumat 3 Oktober 2025 di reruntuhan bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur. Sampai siang ini total korban meninggal dunia berjumlah 9 santri.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto S.Sos., M.M. menyebut jika saat ini masa Golden Time telah berakhir. Sehingga proses evakuasi berubah dari pencarian korban selamat menjadi evakuasi jenazah.
BNPB dan tim SAR meminta persetujuan dari para orang tua santri untuk menggunakan alat berat, setelah tim menyimpulkan bahwa tidak ada lagi tanda-tanda kehidupan di bawah puing reruntuhan.
“Sudah tidak ada tanda-tanda kehidupan. Tim SAR gabungan memutuskan untuk masuk ke tahap selanjutnya, yaitu mengevakuasi korban yang sudah meninggal menggunakan alat-alat berat. Keluarga korban sudah sepakat dan meminta kami melanjutkan operasi SAR menggunakan alat berat. Mereka sudah menandatangani berita acara,” jelas Letjen TNI Dr. Suharyanto di laman resmi BNPB.
Update Korban Ponpes Al Khoziny Hari Ini 3 Okt & Evakuasi
Upaya pencarian dan evakuasi korban terus dilakukan secara intensif oleh tim SAR gabungan. Dalam operasi terbaru, tim berhasil menemukan empat jenazah tambahan di bawah reruntuhan, sehingga total korban meninggal dunia menjadi sembilan orang sejak hari pertama kejadian (29/9).
Ketiga jenazah yang berhasil dievakuasi langsung dibawa ke RS Bhayangkara Surabaya untuk identifikasi lebih lanjut.
Hingga pukul 11.45 WIB, data korban menunjukkan total 166 orang. Dari jumlah tersebut, 111 orang telah ditemukan, dengan rincian 14 dirawat inap, 89 sudah dipulangkan, dan 9 meninggal dunia.
BNPB mencatat, masih ada sekitar 54 santri dalam pencarian, berdasarkan absensi resmi pondok pesantren.
Korban yang berhasil selamat dirawat di beberapa rumah sakit seperti RSUD RT Notopuro Sidoarjo, RS Siti Hajar, RS Delta Surya, RS Sheila Medika, RS Unair, Klinik BDS Tebel, RSUD dr. Mohamad Soewandhie Surabaya, dan RS Sakinah Mojokerto.
Lebih dari 400 personel gabungan dari Basarnas, TNI-Polri, BPBD, Damkar, Dinsos Tagana, Dinas PU dan SDA, serta relawan dikerahkan untuk melakukan pencarian. Tim bekerja 24 jam nonstop secara bergantian.
Berbagai metode telah digunakan, mulai dari pemanggilan suara, pencarian fisik, hingga penggunaan alat canggih seperti Search Cam Flexible Olympus, Xaver 400 Wall Scanner, dan Multi Search Leader. Namun, hasil re-assessment tidak menunjukkan adanya tanda-tanda korban selamat, sehingga pencarian kini difokuskan pada evakuasi jenazah dengan bantuan alat berat.
Kepala BNPB, Letjen TNI Dr. Suharyanto, menyampaikan bahwa proses pencarian akan terus dimaksimalkan, dan perkembangan terbaru akan disampaikan tiga kali sehari oleh posko darurat, yakni pukul 06.00, 12.00, dan 18.00 WIB.
Selain itu, BNPB juga mengerahkan dukungan logistik besar, termasuk 200 kantong jenazah, ribuan masker, APD, dan alat pemotong beton, serta alat berat seperti crane, excavator, dump truck, dan 30 ambulans.
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id





























