Menuju konten utama

Apa Itu Golden Time di Evakuasi Santri Ponpes Al Khoziny?

Apa itu Golden Time dalam evakuasi santri Ponpes Al Khoziny? Temukan penjelasan lengkap dan update evakuasi para santri.

Apa Itu Golden Time di Evakuasi Santri Ponpes Al Khoziny?
Foto udara bangunan musala yang ambruk di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Kecamatan Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (29/9/2025). ANTARA FOTO/Umarul Faruq/nz

tirto.id - Golden Time dalam upaya penyelamatan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur resmi berakhir pada Kamis, 2 Oktober 2025 pukul 16.00 WIB. Setelah Golden Time berakhir, maka saat ini upaya penyelamatan berubah menjadi evakuasi jenazah. Apa itu Golden Time?

Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit menyebutkan jika saat ini Golden Time dalam upaya penyelamatan tragedi runtuhnya bangunan Ponpes Al Khoziny sudah berakhir. Golden Time diawali pada Senin, 29 September dan berakhir pada Kamis, 2 Oktober kemarin.

Setelah Golden Time berakhir, tim SAR kemudian meminta persetujuan dari berbagai pihak untuk mulai menggunakan alat berat dalam proses evakuasi lanjutan.

“Sudah tidak ada tanda-tanda kehidupan. Tim SAR gabungan memutuskan untuk masuk ke tahap selanjutnya, yaitu mengevakuasi korban yang meninggal menggunakan alat berat,” Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto dilansir Antara (2/10).

Sebanyak lima unit crane, 30 unit ambulans, 300 kantong jenazah, dan 30 dump truck dipersiapkan untuk mulai proses evakuasi yang diperkirakan akan dimulai hari ini.

Apa Itu Golden Time di Evakuasi Santri Ponpes Al Khoziny?

Mengutip laman Think Global Health, Golden Time atau Golden Hour adalah istilah yang dipopulerkan oleh R. Adam Cowley, seorang ahli bedah militer AS pada awal 1980-an.

Golden Time merupakan periode waktu sangat kritis (sekitar satu jam pertama) setelah cedera berat yang membutuhkan intervensi medis cepat dapat menyelamatkan nyawa dan mencegah kondisi memburuk.

Aturan "1 jam" bukanlah aturan mutlak secara ilmiah, namun para tenaga medis sepakat bahwa penanganan trauma bersifat waktu sensitif. Artinya, semakin cepat korban trauma mendapat perawatan yang tepat, maka semakin besar peluang untuk bertahan hidup.

Setelah 24 jam, kemungkinan korban selamat menurun tajam, terutama dalam kondisi cedera berat, tertimpa puing besar, kekurangan oksigen atau air, serta merasakan suhu ekstrem (dingin atau panas).

Dalam upaya penyelamatan para santri yang terjebak dalam reruntuhan bangunan Ponpes Al Khoziny, Tim SAR Surabaya menetapkan periode Golden Time adalah 72 jam, terhitung mulai Senin (29/9) hingga Kamis (2/10).

Dalam periode Golden Time, tim SAR menghindari penggunaan alat berat yang bisa saja malah membuat korban yang masih hidup lebih terhimpit.

Setelah 72 jam, operasi pencarian beralih dari “rescue” ke “recovery”, artinya tim SAR tidak lagi melakukan pencarian korban hidup namun beralih ke evakuasi jenazah. Karena itulah, mereka mulai menggunakan alat berat untuk memilah puing bangunan dan menemukan korban yang masih dinyatakan hilang.

Baca juga artikel terkait GEDUNG AMBRUK atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Aktual dan Tren
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra