Menuju konten utama

Update Korban Longsor Natuna: 33 Meninggal, 21 Masih Hilang

Total pengungsi akibat bencana longsor Natuna mencapai 1.216 orang dan rumah yang tertimbun longsor berjumlah 30 rumah.

Update Korban Longsor Natuna: 33 Meninggal, 21 Masih Hilang
Foto udara bencana tanah longsor di Kecamatan Serasan, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, Selasa (7/3/2023). BANTARA FOTO/Kiky Firdaus/Lmo/foc.

tirto.id - Korban meninggal dunia akibat longsor di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau (Kepri), bertambah menjadi 33 orang per Kamis malam, kemarin. Selain itu, masih ada 21 orang yang dinyatakan hilang, hal ini disampaikan oleh Juru Bicara Tanggap Darurat Bencana Longsor Natuna, Patli Muhamad.

“Data meninggal 32 teridentifikasi, 1 belum teridentifikasi. Dinyatakan hilang 21 Orang ,” kata Patli melalui pesan singkat, Jumat (10/3/2023).

Menurut data yang Patli berikan, sebelumnya ada 3 korban dalam kondisi kritis yang sedang ditangani.

“Sudah dikirim ke Pontianak via bukit raya dan di ranai, 1 meninggal dalam perjalanan rujukan ke Pontianak,” ujar Patli.

Total pengungsi akibat bencana longsor Natuna mencapai 1.216 orang. Adapun rumah yang tertimbun longsor berjumlah 30 rumah.

Berikut ini sebaran data pengungsi longsor Natuna, per Kamis malam:

Pengungsian PLBN : 219 Orang

Pengungsian Puskesmas : 215 Orang

Pengungsian Pelimpak & Mes Al Furqon : 500 orang

Pengungsian di SMA 1 Serasan : 282 orang

Sementara itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto meminta jajaran Pemerintah Kabupaten Natuna agar memperbaiki jaringan telekomunikasi di wilayah bencana tanah longsor Pulau Serasan.

“Komunikasi ini sangat vital. Saya sudah perintahkan. Karena satgas sudah terbentuk, Pak Bupati menjadi komandan satgas. Wakilnya Pak Dandim dan Pak Kapolres. Saya minta ini membereskan masalah komunikasi. Mengintegrasikan semua sarana komunikasi yang ada,” kata Suharyanto dalam keterangan resmi, dikutip Jumat (10/3).

Suharyanto juga meminta stakeholder penyedia layanan sinyal telekomunikasi dari dua provider yang berada di Pulau Serasan, dapat mendukung pemulihan jaringan telekomunikasi di lokasi terdampak.

"Harus segera. Kalau bisa hari ini sudah clear,” tambah Suharyanto.

Seperti diketahui, bahwa sejak hari pertama terjadi bencana tanah longsor di Pulau Serasan, jaringan komunikasi di wilayah ini turut terdampak. Akibatnya proses evakuasi dan pencarian korban terganggu, terutama dalam menyediakan informasi dan proses koordinasi yang menjadi terhambat.

Baca juga artikel terkait BENCANA LONGSOR NATUNA atau tulisan lainnya dari Mochammad Fajar Nur

tirto.id - Sosial budaya
Reporter: Mochammad Fajar Nur
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Restu Diantina Putri