Menuju konten utama

Update Corona Jatim 3 Mei: 63 Karyawan Sampoerna Positif Covid-19

Puluhan karyawan pabrik rokok HM Sampoerna di Surabaya dinyatakan positif corona (Covid-19). 

Update Corona Jatim 3 Mei: 63 Karyawan Sampoerna Positif Covid-19
Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Jatim, dr Joni Wahyuhadi (kanan) saat mendampingi Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa (kiri) di Gedung Negara Grahadi di Surabaya beberapa waktu lalu. (ANTARA/Humas Pemprov Jatim/HO)

tirto.id - Sebanyak 63 karyawan pabrik rokok PT HM Sampoerna telah dinyatakan positif virus corona (Covid-19). Puluhan karyawan HM Samporna itu selama ini bekerja di di pabrik Rungkut 2, Kota Surabaya, Jawa Timur.

Hasil tes swab dengan metode PCR itu diumumkan Ketua Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan COVID-19 Jatim, sekaligus Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, pada hari ini.

"Pada tes swab tahap satu ada 34 karyawan [positif corona], sedangkan [di] tahap kedua tercatat 29 karyawan positif Covid-19," kata Khofifah di Surabaya, Minggu, 3 Mei 2020, seperti dilansir Antara.

Menurut Khofifah, sejak terdeteksi klaster penularan virus corona di pabrik rokok Sampoerna pada 28 April 2020, koordinasi intensif yang dilanjutkan dengan pelaksanaan rapid test telah dilakukan.

Dia mencatat, hasil rapid test terhadap 100 karyawan HM Sampoerna menunjukkan reaktif (positif) sehingga mereka langsung diisolasi dan menjalani tes swab PCR dalam 2 tahap. Pada tahap pertama, 46 karyawan menjalani tes swab, sedangkan 54 orang lainnya dites di tahap kedua.

"Hasilnya tadi itu, 34 orang ditambah 29 orang. Mereka membutuhkan perawatan rumah sakit. Jika PT Sampoerna melakukan koordinasi dengan rumah sakit tertentu akan lebih efektif," ujar dia.

Khofifah menabahkan Gugus Tugas Jatim juga menggerakkan tim tracing untuk melakukan pelacakan riwayat kontak ke tempat tinggal puluhan karyawan Sampoerna yang dinyatakan positif corona. Hal itu juga dilakukan terhadap tetangga-tetangga mereka.

Manajemen HM Sampoerna sudah menghentikan sementara kegiatan produksi di pabrik Rungkut 2 Surabaya, sejak 27 April lalu sampai waktu yang belum ditentukan. Langkah itu untuk mencegah penularan virus corona di klaster ini semakin meluas.

Manajemen Sampoerna juga menegaskan telah melakukan berbagai upaya sesuai dengan anjuran pemerintah dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai bentuk komitmen perusahaan mencegah penyebaran Covid-19 di seluruh area kantor dan fasilitas produksi pabrik rokok tersebut.

Selain itu, manajemen HM Sampoerna juga memastikan bahwa kualitas produk merupakan prioritas perusahaan. Oleh karena itu, dilakukan karantina produk selama 5 hari sebelum didistribusikan.

Update Corona Jatim Hari Ini: Sudah Ada 1.114 Kasus

Jawa Timur kini menjadi provinsi dengan jumlah kasus positif corona terbanyak kedua di Indonesia atau hanya lebih sedikit dari DKI Jakarta.

Data Pemprov Jatim yang diperbarui per pukul 17.51 WIB, tanggal 3 Mei 2020 menunjukkan total jumlah kasus positif corona di Jawa Timur kini telah mencapai 1.114 pasien.

Dari jumlah itu, 177 pasien berhasil sembuh dari Covud-19. Namun, 117 pasien corona di Jatim meninggal dunia. Sebanyak 820 pasie lainnya kini masih dirawat.

Sementara jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Jatim hingga hari ini telah berjumlah 3.319 orang. Sekitar 1.593 PDP kini masih dalam pengawasan dan 312 lainnya meninggal. Sisanya sudah selesai menjalani pengawasan.

Total jumlah Orang Dalam Pengawasan (ODP) di Jatim juga cukup tinggi, yakni sebanyak 19.910 jiwa. Sebagian besar dari ODP di Jatim itu telah selesai menjalani pemantauan. Saat ini, masih ada 5.368 ODP yang masih dipantau dan 65 lainnya meninggal.

Lebih dari 1.000 kasus positif corona di Jawa Timur tercatat menyebar di 38 kabupaten/kota. Lima wilayah dengan jumlah kasus positif terbanyak di Jatim adalah Kota Surabaya (554 pasien), Kabupaten Sidoarjo (119 pasien), Kabupaten Magetan (48 pasien), Kabupaten Lamongan (46 pasien) dan Kabupaten Gresik (32 pasien).

Baca juga artikel terkait VIRUS CORONA atau tulisan lainnya dari Addi M Idhom

tirto.id - Kesehatan
Penulis: Addi M Idhom
Editor: Agung DH