Update Corona 5 April di Indonesia: Sebaran Covid-19 di 32 Provinsi

Oleh: Addi M Idhom - 5 April 2020
Dibaca Normal 2 menit
Update Corona 5 April 2020: Indonesia saat ini memiliki 2.273 kasus positif Covid-19 yang tersebar di 32 provinsi.
tirto.id - Data terbaru jumlah kasus positif virus corona (Covid-19) di Indonesia menunjukkan penambahan 181 pasien anyar dalam 24 jam terakhir.

Jumlah kasus baru itu merupakan angka penambahan harian tertinggi kedua sejak kasus pertama diumumkan pada awal maret lalu. Sebelumnya, penambahan kasus harian yang lebih tinggi terjadi pada 3 April lalu, yakni 196 pasien.

Berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 yang diperbaharui pukul 15.40 WIB, Minggu, 5 April 2020, total jumlah kasus positif corona di Indonesia sebanyak 2.273 pasien.

Data yang sama juga memperlihatkan sebanyak 1.911 pasien positif Covid-19 sampai sekarang masih menjalani perawatan. Angka itu setara 84,07 persen dari total kasus corona di tanah air.


Sementara pasien positif Covid-19 yang berhasil sembuh meningkat menjadi 164 orang. Dengan tambahan 14 pasien pulih pada hari ini, angka kesembuhan kasus Covid-19 di Indonesia mencapai 7,21 persen.

Sayangnya, jumlah kematian pasien positif Covid-19 di Indonesia masih terus bertambah, yakni menjadi 198 orang pada hari ini. Meskipun demikian, case fatality rate (CFR) atau rasio kematian pasien Covid-19 di Indonesia turun jadi 8,71 persen. Sehari sebelumnya, CFR sebesar 9,13 persen.

Selain itu, daerah pemilik kasus Covid-19 masih 32 provinsi. Lonjakan kasus baru terbanyak dalam 24 terakhir terjadi di DKI Jakarta, yakni mencapai 96 pasien.


Penambahan kasus baru yang cukup signifikan terjadi pula di Jawa Timur. Dengan penemuan 36 kasus baru dalam sehari terakhir, jumlah pasien positif Covid-19 di Jawa Timur menjadi terbanyak ketiga di Indonesia.

Rincian persebaran kasus positif corona di 32 Provinsi Indonesia ialah sebagai berikut:

1. DKI Jakarta

Terkonfirmasi: 1,124
Sembuh: 56
Meninggal: 95

2. Jawa Barat

Terkonfirmasi: 252
Sembuh: 12
Meninggal: 28

3. Jawa Timur

Terkonfirmasi: 188
Sembuh: 30
Meninggal: 14

4. Banten

Terkonfirmasi: 177
Sembuh: 7
Meninggal: 17

5. Jawa Tengah

Terkonfirmasi: 120
Sembuh: 14
Meninggal: 18

6. Sulawesi Selatan

Terkonfirmasi: 83
Sembuh: 9
Meninggal: 5

7. Bali

Terkonfirmasi: 35
Sembuh: 18
Meninggal: 2

8. Daerah Istimewa Yogyakarta

Terkonfirmasi: 34
Sembuh: 1
Meninggal: 3

9. Kalimantan Timur

Terkonfirmasi: 30
Sembuh: 1
Meninggal: 1

10. Papua

Terkonfirmasi: 26
Sembuh: 3
Meninggal: 1

11. Sumatera Utara

Terkonfirmasi: 25
Sembuh: 0
Meninggal: 4

12. Sumatera Selatan

Terkonfirmasi: 16
Sembuh: 1
Meninggal: 2

13. Kalimantan Selatan

Terkonfirmasi: 16
Sembuh: 0
Meninggal: 0

14. Riau

Terkonfirmasi: 11
Sembuh: 1
Meninggal: 0

15. Lampung

Terkonfirmasi: 11
Sembuh: 0
Meninggal: 1

16. Kalimantan Tengah

Terkonfirmasi: 11
Sembuh: 4
Meninggal: 0

17. Kalimantan Barat

Terkonfirmasi: 10
Sembuh: 2
Meninggal: 2

18. Kepulauan Riau

Terkonfirmasi: 9
Sembuh: 2
Meninggal: 1

19. Sumatera Barat

Terkonfirmasi: 8
Sembuh: 0
Meninggal: 0

20. Kalimantan Utara

Terkonfirmasi: 8
Sembuh: 0
Meninggal: 0

21. Nusa Tenggara Barat

Terkonfirmasi: 7
Sembuh: 0
Meninggal: 0

22. Sulawesi Tenggara

Terkonfirmasi: 6
Sembuh: 1
Meninggal: 0

23. Aceh

Terkonfirmasi: 5
Sembuh: 0
Meninggal: 1

24. Sulawesi Tengah

Terkonfirmasi: 4
Sembuh: 0
Meninggal: 0

25. Sulawesi Utara

Terkonfirmasi: 3
Sembuh: 1
Meninggal: 0

26. Jambi

Terkonfirmasi: 2
Sembuh: 0
Meninggal: 0

27. Bengkulu

Terkonfirmasi: 2
Sembuh: 0
Meninggal: 1

28. Kepulauan Bangka Belitung

Terkonfirmasi: 2
Sembuh: 0
Meninggal: 1

29. Sulawesi Barat

Terkonfirmasi: 2
Sembuh: 0
Meninggal: 0

30. Papua Barat

Terkonfirmasi: 2
Sembuh: 0
Meninggal: 1

31. Maluku

Terkonfirmasi: 1
Sembuh: 1
Meninggal: 0

32. Maluku Utara

Terkonfirmasi: 1
Sembuh: 0
Meninggal: 0

33. Dalam proses verifikasi di lapangan: 42 kasus positif.

Pemerintah Minta Masyarakat Pakai Masker

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19, Achmad Yurianto meminta masyarakat semakin disiplin dalam menjaga jarak, mencuci sabun, memakai masker dan melakukan upaya pencegahan lainnya. Yurianto pun meminta masyarakat menggunakan masker ketika terpaksa harus beraktivitas di luar rumah.

"Mulai hari ini, sesuai rekomendasi dari WHO, kita jalankan masker untuk semua. Semua harus memakai masker ketika berkegiatan di luar," kata dia dalam konferensi pers yang disiarkan BNPB, hari ini.

Dia mengingatkan kemungkinan masih banyaknya orang yang sudah terinfeksi, tapi tanpa gejala, di tengah masyarakat. Kelompok ini bisa menularkan penyakit Covid-19 tanpa mereka sadari.

Yurianto menyarankan masyarakat memakai masker kain yang dapat dicuci dan digunakan berkali-kali. Sementara masker bedah dan masker N-95 lebih baik dipakai petugas medis.

"Masker kain bisa dicuci. Masker kain digunakan tidak lebih dari empat jam. Rendam masker kain yang telah dipakai di air sabun, lalu dicuci," kata dia.

Adapun Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito meminta masyarakat memakai masker dengan tiga lapis kain. Sebab, pmasangan tiga lapis kain di masker akan meningkatkan efektivitasnya dalam menangkal virus.

Menurut dia, berdasarkan hasil penelitian tim pakar Gugus Tugas Covid-19, masker kain tiga lapis dapat menangkal virus hingga 70 persen.

Dia menjelaskan masker berbahan kain bisa dibuat oleh masyarakat dengan dijahit manual atau memakai mesin. Syaratnya: masker harus sesuai dengan bentuk wajah dan bisa menutupi bagian wajah dari hidung hingga dagu.

"Pastikan tangan yang digunakan [pakai masker] bersih," kata Adisasmito dalam konferensi pers daring yang disiarkan BNPB.


Baca juga artikel terkait VIRUS CORONA atau tulisan menarik lainnya Addi M Idhom
(tirto.id - Kesehatan)

Penulis: Addi M Idhom
Editor: Agung DH
DarkLight