tirto.id - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengucapkan selamat kepada Paus Leo XIV usai terpilih menjadi pemimpin umat Katolik seluruh dunia. Trump pun mengungkapkan keinginannya untuk bertemu dengan Paus Leo XIV di masa depan.
"Merupakan suatu kehormatan untuk menyadari bahwa ia adalah Paus Amerika pertama. Sungguh menggembirakan, dan merupakan Kehormatan Besar bagi Negara kita. Saya berharap dapat bertemu dengan Paus Leo XIV," Kata Trump dari akun X White House, Jumat (9/5/2025) waktu setempat.
Donald Trump mengaku bahwa pemilihan Paus Leo XIV, yang memiliki nama asli Robert Francis Prevost, adalah hal yang membanggakan baginya dan penghormatan bagi Amerika Serikat. Hal itu mengingat Paus Leo XIV adalah pemimpin umat Katolik dunia pertama yang berasal dari AS. Ia yakin pertemuan dengan Paus Leo XIV akan menjadi momen berarti.
"Ini akan menjadi momen yang sangat berarti," kata Trump.
Wakil Presiden AS, JD Vance, juga menyampaikan selamat atas terpilihnya Paus Leo XIV. Vance, yang baru saja menganut agama Katolik 6 tahun lalu, berharap bahwa Paus Leo dapat memimpin gereja Katolik dengan baik dan dirahmati Tuhan dalam bekerja.
"Saya meyakini jutaaan orang Katolik Amerika dan umat Kristiani lainnya akan mendoakan agar sukses dalam bekerja memimpin gereja, semoga Tuhan menganugerahinya," kata Vance via X.
Mantan Presiden AS, Barack Obama, dan istrinya, Michelle Obama, menyampaikan harapan atas terpilihnya Paus Leo XIV. Menurutnya, menjadi Paus adalah kerja sakral untuk memimpin gereja Katolik seluruh dunia.
"Ini adalah hari bersejarah bagi Amerika Serikat, dan kita akan berdoa untuknya saat ia memulai pekerjaan suci memimpin Gereja Katolik dan memberikan contoh bagi banyak orang, terlepas dari keyakinannya," kata Obama via X.
Sebelumnya, Kardinal Robert Francis Prevost terpilih sebagai Paus baru setelah proses Konklaf yang berlangsung sejak Rabu (7/5/2025) lalu. Kardinal yang berasal dari Amerika Serikat ini diperkenalkan ke publik dengan memilih nama Paus Leo XIV di hadapan umat Katolik di Basilika Santo Petrus pada Kamis (8/5/2025).
Dalam pidato pertamanya dalam bahasa Latin, Paus Leo XIV mengatakan bahwa ia ingin pesan perdamaian ini “masuk ke dalam hati kalian, menjangkau keluarga kalian dan semua orang, di manapun berada.”
Terpilihnya Paus Leo XIV ini mengawali babak baru dalam sejarah Katolik. The Guardian menyebut Vatikan telah lama menentang gagasan seorang paus dari AS karena status negara adidaya dan pengaruh global sekulernya. Namun, Prevost yang moderat dan lahir di Chicago ini masih layak untuk dipilih oleh mayoritas elektor dari 133 Kardinal yang mengikuti konklaf.
Penulis: Irfan Amin
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id
































