Tips Cara Melatih Imajinasi Anak untuk Menumbuhkan Kreativitas

Oleh: Ahmad Efendi - 20 Juli 2020
Dibaca Normal 2 menit
Mengasah dan melatih imajinasi anak sejak usia dini bermanfaat untuk menumbuhkan kreativitas dan kemampuan si kecil dalam menganalisis sekaligus memecahkan masalah.
tirto.id - Tahun-tahun awal usia anak adalah masa sangat penting dan begitu menentukan perkembangan mereka selanjutnya. Semua hal yang orang tua dan sang buah hati lakukan bersama, mulai dari bermain, bernyanyi, membaca, hingga makan dan berjalan, akan berpengaruh terhadap fisik anak sekaligus "melatih otaknya."

Dikutip dari laman Baby Centre, melibatkan anak di setiap aktivitas yang merangsang rasa ingin tahu dan kemampuan imajinasinya, dapat membantu menciptakan koneksi di otak si kecil. Melalui pengulangan, koneksi ini membangun jaringan di otak yang memungkinkannya untuk berpikir dan belajar.

Menurut Eugene Schwartz, seorang direktur program pendidikan guru di Sunbridge College dalam sebuah ulasan di laman Parenting.com, "imajinasi membantu anak mengembangkan kreativitas."

Tahun-tahun awal perkembangan anak juga menjadi waktu paling penting dalam perkembangan mental si kecil. Sebab, otak anak jauh lebih padat pada masa itu daripada ketika ia berusia lebih dewasa. Koneksi yang digunakan secara berulang, akan menjadi permanen. Sedangkan koneksi yang jarang digunakan, atau diasah, mungkin tidak bertahan lama.

Sebagai orang tua, tentunya penting untuk mengetahui langkah-langkah dalam menumbuhkan imajinasi dan kreativitas anak. Akan tetapi, kesibukan seringkali menjadi penghambat waktu orang tua bersama anak. Selain itu, sekolah juga tidak tahu cara mengatasi masalah yang tidak mudah terlihat ini.

Hal itu diamini penulis buku Awakening Your Child’s Natural Genius (1991), Thomas Armstrong, yang mengatakan bahwa masalah pada hari ini, baik orang tua maupun sekolah, ialah tak mampu menerapkan formula bagaimana cara menumbuhkan imajinasi pada anak.

Meskipun demikian, ada sejumlah cara yang bisa dilakukan oleh para orang tua untuk mengasah dan melatih imajinasi anak. Berikut sejumlah tips yang dirankum dari sejumlah sumber.

1. Asah imajinasi anak melalui cerita

Cerita merupakan salah satu media pas untuk mengembangkan imajinasi anak. Imajinasi melalui bacaan, dapat mereka peroleh misalnya dari buku cerita, dongeng ataupun novel, yang mana anak tak hanya fokus dalam alur cerita tapi juga dapat berimajinasi seolah terlibat di dalamnya.

Eugene Schwartz menyebut, bahwa cerita tidak melulu dari buku yang bagus, film yang menarik, atau yang lainnya. Akan tetapi, orangtua juga bisa merangkai cerita mereka sendiri sesuai dengan kondisi sekitar. Misalnya tentang hubungan dengan orang lain atau bagaimana cara menyayangi binatang peliharaan.

2. Mengajak anak berkreasi lewat seni

Mengajak anak berkreasi sejak dini, seperti dengan mengenalkannya kepada dunia seni, juga bisa mengasah kemampuannya dalam berimajinasi. Berkreasi dalam seni, sebagaimana diungkapkan direktur eksekutif Church Street School for Music and Art, New York, tidak hanya menyiapkan anak sebagai seniman secara harfiah, tetapi juga membantu mereka mengembangkan mental, emosi dan kemampunya dalam bersosial.

Lebih jauh, dengan berkreasi juga dapat membantu anak "meningkatkan kapasitas menganalisis dan memecahkan masalah secara lebih kreatif," ujar Mary Ann F. Kohl, penulis buku Primary Art: It’s a Process, Not a Product (2012), dikutip dari laman Parents.

Orang tua disarankan untuk mengajak anak membuat suatu karya, bisa berupa lukisan, boneka lilin atau tanah liat, maupun karya lain. Orang tua pun perlu memberikan kebebasan bagi anak untuk berkreasi, serta memberikan motivasi berupa pujian pada setiap karya yang ia buat.

3. Bermain peran

Bermain peran dapat menjadi alternatif lain untuk merangsang imajinasi anak. Sebuah penelitian menemukan kalau anak-anak yang sering bermain peran dalam drama akan memiliki manfaat seperti belajar bersosialisasi, kemampuan mengingat dialog hingga memotiviasi dirinya dalam menampilkan yang terbaik.

Orang tua dapat mengajak anak berperan dalam berbagai jenis peran, seperti menjadi dokter, pemadam kebakaran, seorang juru masak, montir, petani dan sebagainya. Selain mengasah imajinasinya ketika harus bermain peran, anak juga akan lebih mengenal setiap profesi yang bisa mereka jalani kelak.



Baca juga artikel terkait ANAK-ANAK atau tulisan menarik lainnya Ahmad Efendi
(tirto.id - Sosial Budaya)

Kontributor: Ahmad Efendi
Penulis: Ahmad Efendi
Editor: Addi M Idhom
DarkLight