tirto.id - Jemaah haji Indonesia difasilitasi Bus Shalawat pulang-pergi dari hotel ke Masjidil Haram selama 24 jam. Ada 452 armada yang disiapkan dengan 21 rute yang tersebar di lima wilayah, mulai dari Jarwal, Misfalah, Raudhah, Syishah, hingga Misfalah.
21 rute Bus Shalawat dari lima wilayah tersebut akan berhenti di tiga terminal dekat Masjidil Haram, yaitu Syib Amir, Ajyad, dan Jabal Ka'bah. Masing-masing terminal terdapat petugas dari PPIH Arab Saudi yang berjaga (standby) membantu jemaah.
Kepala Pos (Kapos) Terminal Jabal Ka’bah, Taufiq Hidayat, mengatakan, terminal Jabal Ka'bah akan melayani dua wilayah, yaitu jemaah haji yang pemondokannya di wilayah Jarwal dan Aziziyah.
"Untuk rotasi bisnya itu berjalan setiap 10 menit," kata Taufiq saat ditemui Tim MCH di Terminal Jabal Ka'bah, Minggu (3/5/2026).
Taufiq mengatakan, bus akan standby di terminal, sehingga jemaah tidak perlu menunggu lama setelah beribadah untuk kembali ke hotel.
Menurut Taufiq, jarak Terminal Jabal Ka'bah ke Masjidil Haram cukup dekat, yakni sekitar 300 hingga 400 meter, tapi jalannya memanjat.
"Tapi alhamdulillah dari para jemaah, tidak ada yang mengeluhkan untuk jalurnya yang menanjat," kata dia.
Taufiq juga memberikan tips bagi jemaah. Menurut dia, jika jemaah datang dari terminal Jabal Ka'bah, maka pintu masuk dan keluar dari Masjidil Haram adalah Menara Anjung atau WC 6.
"Kalau yang arah Aziziyah, [hotel] Al-Hidayah, itu adalah ke kanan terminalnya, arahnya. Kemudian untuk yang Jarwal, untuk jemaah, arahnya ke kiri," kata Taufiq.
Taufiq menambahkan, untuk pembagian petugas di Terminal Jabal Ka'bah dibagi menjadi tiga sif, yaitu pagi, sore, dan malam.
"Pergantiannya dari jam 7 pagi sampai jam 4 sore, kemudian jam 4 sore sampai jam 11 malam, jam 11 malam kembali lagi ke 7 pagi," kata Taufiq.
Penulis: Abdul Aziz
Editor: Rina Nurjanah
Masuk tirto.id

































