Menuju konten utama

Temui Prabowo, Bahlil & Golkar Bahas Nasib Koalisi ke Depan

Bahlil membahas beragam program Asta Cita Prabowo seperti makan bergizi gratis, Sekolah Rakyat, pengelolaan SDA, hingga dukungan Golkar pada Prabowo-Gibran.

Temui Prabowo, Bahlil & Golkar Bahas Nasib Koalisi ke Depan
Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia saat hendak menemui Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu (27/8/2025). tirto.id/Muhammad Naufal

tirto.id - Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, mengaku pertemuan dengan Presiden Prabowo membahas nasib koalisi di pemerintahan Prabowo.

Kata Bahlil, nasib koalisi perlu dibahas lantaran menentukan nasib program pemerintah era Prabowo, yakni Asta Cita.

"Kita berbicara tidak hanya sekarang, tapi kita juga berbicara tentang bagaimana koalisi ke depan itu ke arah yang lebih baik dan produktif," ucapnya di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu (27/8/2025).

"Sudah barang tentu itu kita semua dalam rangka bagaimana bisa kita mewujudkan apa yang menjadi program program Bapak Presiden dalam Asta Cita," sambung dia.

Bahlil mengaku membahas soal makan bergizi gratis (MBG), Sekolah Rakyat, hingga pengelolaan sumber daya alam (SDA). Ia mengeklaim, diskusi antara pimpinan Partai Golkar dengan Presiden Prabowo berlangsung produktif. Salah satu indikator adalah pembahasan penerapan Pasal 33 UUD 1945 yang membahas soal perekonomian disusun berdasar azas kekeluargaan.

"Kami melakukan diskusi yang sangat konstruktif, terkait dengan berbagai perkembangan yang ada di bangsa kita. Saya pikir, ini adalah diskusi yang menurut saya sangat produktif," tuturnya.

Selain itu, Bahlil menjawab normatif soal kemungkinan Partai Golkar mendukung Presiden Prabowo Subianto-Wakil Presiden Gibran Rakabuming dalam perhelatan Pemilihan Presiden (Pilpres) tahun 2029. Bahlil menyinggung bahwa keputusan mendukung Prabowo-Gibran berdasarkan forum tertinggi partai, yakni Musyawarah Nasional (Munas) Golkar.

"Kami di Munas Golkar itu sudah memutuskan, munas itu forum keputusan tertinggi, telah memutuskan bahwa mendukung Bapak Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Mas Gibran," ucapnya.

Bahlil mengaku telah meyakinkan semua kader dan anggota Partai Golkar agar mengikuti keputusan munas partai tersebut. Ia meyakini Partai Golkar tidak akan membuat keputusan yang menyulitkan kader maupun anggota mereka.

Di satu sisi, Bahlil juga mengaku tidak mempermasalahkan perpecahan keputusan yang terjadi di Partai Golkar. Ia menekankan kebersamaan antara kader/anggota Golkar untuk menjalankan keputusan bersama.

"Kami menyakini bahwa kalau semuanya itu baik, dan tidak ada yang bisa menghalangi untuk menjalankan kebaikan Golakar, sejatinya lahir untuk bagimana mewujudkan cita-cita proklamasi dan menjalankan apa yang ada dalam Pancasila 1945," tutur Bahlil.

"Kita tidak pernah mempersoalkan golongan atau siapa, yang penting adalah kita bisa bersama-sama," lanjut dia.

Untuk diketahui, Bahlil menemui Prabowo di tengah isu Golkar yang akan melakukan musyawarah nasional luar biasa (Munaslub). Bahlil sempat menepis isu munaslub partai berlogo pohon beringin tersebut. Ia juga menampik isu adanya keretakan di tubuh Partai Golkar.

“Masa mau dipercaya berita yang enggak ada sumbernya,” kata Bahlil, dalam keterangannya, Senin (4/8/2025).

Senada dengan Bahlil, Ketua Bidang Keagamaan dan Kerohanian Partai Golkar, Nusron Wahid, menampik isu tersebut, terutama yang mengaitkannya dengan nama dirinya.

“Pertama, saya tidak tahu-menahu tentang isu tersebut. Kedua, sampai hari ini tidak pernah ada pembicaraan di lingkungan Istana kepada saya ataupun kepada pihak-pihak lain di lingkungan Partai Golkar yang membicarakan tentang munaslub,” kata Nusron.

Nusron menegaskan fokus utama pembahasan yang melibatkan dirinya dan kelompok kerja di Golkar adalah persoalan-persoalan strategis yang menyentuh kepentingan rakyat, bukan konflik internal partai.

Baca juga artikel terkait PEMERINTAHAN PRABOWO-GIBRAN atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Flash News
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Andrian Pratama Taher