Menuju konten utama

Teddy: Pemerintah Tangani Bencana Sumatra Sejak Hari Pertama

Sekretaris Kabinet Teddy juga meminta kepada publik, untuk tidak menggiring opini seolah Pemerintah Pusat tidak bekerja menangani bencana Sumatra. 

Teddy: Pemerintah Tangani Bencana Sumatra Sejak Hari Pertama
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya bersiap menyampaikan keterangan kepada wartawan terkait reshuffle Kabinet Merah Putih di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (8/9/2025). ANTARA FOTO/Galih Pradipta/app/tom.

tirto.id - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya meminta agar publik, secara khusus yang memiliki pengaruh, untuk tidak menggiring opini seolah Pemerintah Pusat tidak bekerja menangani bencana Sumatra. Publik diminta lebih bijak ketika menyampaikan pernyataan yang bisa memacu reaksi dari kelompok di masyarakat.

"Kalau ada di antara saudara-saudara yang dianugerahkan Tuhan, punya pengaruh, entah itu kecil atau besar, dan punya kemampuan untuk berbicara panjang lebar, gunakanlah dengan bijak. Bukan sebaliknya, memperumit," katanya saat konferensi pers penanganan bencana Sumatra di Landasan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (19/12/2025).

"Sampaikan pernyataan dan pertanyaan yang bijak. Jangan menggiring-giring seolah pemerintah tidak kerja," sambung dia.

Teddy juga menyanggah anggapan kalau pemerintah cenderung lambat dalam menanggapi bencana Sumatra. Dia mengatakan kalau perangkat pemerintah tanggap dan langsung turun ke lapangan sejak awal bencana.

"Saya mau cerita begini. Sejak tanggal 24-26 November itu hujan di tiga lokasi. Kemudian puncaknya itu di 25 dan 26. Pak Kepala BNPB langsung ke Sumatra Utara. [...] Di lapangan seluruh petugas; TNI, Polri, Basarnas, semuanya di detik pertama, hari pertama, tanpa kamera [di situ]," tegas Teddy.

Dia melanjutkan kalau Presiden Prabowo Subianto juga sejak awal langsung mengambil tindakan dengan berkoordinasi dengan para pemerintah daerah. Presiden, kata Teddy, juga langsung menginstruksikan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) untuk mengkoordinir kekuatan, untuk memobilisasi semua upaya dan tenaga yang ada di sekitar lokasi bencana.

"Kemudian di tanggal 27, seluruh helikopter yang ada di Pulau Sumatra, langsung bergerak ke Padang, Medan, dan Banda Aceh. Juga seluruh helikopter dan pesawat yang ada di Jawa digerakkan ke Sumatra," tambahnya.

Teddy melanjutkan kalau Presiden Prabowo, telah secara langsung mengunjungi ketiga provinsi yang terdampak. Langkah yang kemudian diikuti Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan para menteri yang lain. Teddy juga sempat memaparkan sejak tanggal 30 November, saat 52 kabupaten terdampak, mulai perlahan pulih.

"Di hari kelima Bapak Presiden ke sana dan saat ini Bapak Presiden sudah ke Aceh tiga kali, ke enam kabupaten. Ke Sumatra Utara dua kali, Sumatra Barat dua kali, masing-masing empat kabupaten," tutur Teddy.

Tanpa Status Bencana Nasional, Penanganan Pemerintah Sudah Berskala Nasional

Teddy turut menyinggung banyaknya pihak yang menginginkan status bencana nasional atas peristiwa yang menimpa Sumatra. Tanpa status bencana nasional, pemerintah diklaim telah menangani bencana Sumatra, dengan skala nasional di Sumatra Utara, Sumatra Barat, serta Aceh.

Puluhan ribu pasukan dari TNI-Polri, Basarnas, BNPB, dan instansi lain disebut telah terjun langsung ke lokasi sejak bencana Sumatra hari pertama.

Teddy turut menyampaikan anggaran penanganan bencana dialokasikan dari Pemerintah Pusat, meski tidak menetapkan status bencana nasional.

"Bapak Presiden [Prabowo Subianto] sudah jawab dari awal. Semuanya ini akan menggunakan dana pusat. Disampaikan Rp60 triliun akan sudah dikeluarkan secara berangsur," tuturnya.

Kata Teddy, meski tak menetapkan status bencana nasional, Pemerintah Pusat juga tetap mengerahkan alat berat, pesawat, helikopter, dan lainnya untuk memulihkan Sumatra usai bencana.

Di satu sisi, ia mengakui penanganan bencana oleh Pemerintah Pusat belum sempurna. Masih ada daerah yang belum menerima bantuan logistik.

"Makanya ayo, kita sama-sama, bahu membahu, saling dukung. Kalau niat bantu, ayo, ikhlas, tulus. Kalau Anda ke sana, ada daerah yang belum dapat logistik, sampaikan ke petugas. Sampaikan ke TNI-Polri, Basarnas, BNPB; 'Titik ini belum ada logistik, desa ini belum.' Pasti langsung dikerjakan," urai Teddy.

Baca juga artikel terkait BANJIR HARI INI atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Flash News
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Alfons Yoshio Hartanto