Menuju konten utama

Tangkal Terorisme & Radikalisme, BNPT Belajar ke Arab Saudi

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Suhardi Alius melakukan kunjungan kerja ke General Intelligence Directorate (GID) Arab Saudi, 11-16 Januari 2017, untuk memperkuat hubungan sekaligus mempelajari program deradikalisasi yang dijalankan lembaga itu.

Tangkal Terorisme & Radikalisme, BNPT Belajar ke Arab Saudi
Wakapolri Komjen Pol Syafruddin (kiri) berjabat tangan dengan Kepala Public Security Department (PSD) Kerajaan Jordania Mayor Jenderal Ahmad Sarhan Al Faqih saat kunjungan kerja di Jordania, Rabu (18/1). Pertemuan tersebut membahas kerjasama keamanan kedua negara dalam rangka pencegahan terorisme mengingat Jordania memiliki intelejen terkuat kedua di dunia yang fokus pada keamanan dalam negeri. ANTARA FOTO/HO/Pras.

tirto.id - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Suhardi Alius menjelaskan bahwa pihaknya sedang melakukan upaya keras membuat program penanggulangan terorisme dalam rangka menekan pemikiran radikal dan terorisme yang kini banyak digandrungi oleh anak-anak muda.

Ia menegaskan bahwa pemerintah Indonesia sangat serius dalam menghentikan fenomena seperti ini karena bukan saja merusak tatanan kehidupan masyarakat, tetapi juga telah merusak citra agama Islam sebagai agama mayoritas di Indonesia. Untuk itu BNPT melakukan kunjungan kerja ke General Intelligence Directorate (GID) Arab Saudi, 11-16 Januari 2017, demi memperkuat hubungan sekaligus mempelajari program deradikalisasi yang dijalankan lembaga itu.

"Kunjungan ini adalah bagian dari upaya BNPT dalam menyiapkan program penanggulangan terorisme, dalam hal ini deradikalisasi dari hulu sampai hilir," kata Suhardi di Jakarta, Sabtu (21/1/2017), sebagaimana dikutip dalam siaran pers dan dikutip Antara.

Turut dalam kunjungan kerja Kepala BNPT itu Deputi Pencegahan, Perlindungan, dan Deradikalisasi Mayjen TNI Abdul Rahman Kadir, Direktur Deradikalisasi Irfan Idris, serta kelompok Ahli BNPT yang diwakili oleh Nasaruddin Umar dan Hamdi Muluk.

Mereka juga melakukan peninjauan ke Pusat Konsultasi dan Pembinaan Muhammad bin Naif dalam rangka menggali pengalaman dalam membina mantan teroris serta sistem resosialisasi dan rehabilitasi pemikiran ekstrem di kalangan kelompok radikal di sana.

"Di sana kami banyak melakukan tukar informasi dan ilmu, menyaksikan langsung proses deradikalisasi yang dilakukan pemerintah Arab Saudi terhadap para tahanan terorisme," kata Suhardi.

Pada pertemuan itu Kepala Direktorat Intelijen Kementerian Dalam Negeri Kerajaan Arab Saudi Abdul Aziz Alhwairny menyambut gembira kunjungan ini sebagai wujud hubungan baik antara BNPT dan GID.

Ia juga menyampaikan Kerajaan Arab Saudi sangat mengapresiasi langkah-langkah BNPT dalam menanggulangi terorisme di Indonesia dan menekankan bahwa GID akan memberikan penghormatan dan penghargaan kepada para syuhada Densus yang gugur dalam peristiwa penangkapan teroris dengan memberikan kesempatan menunaikan ibadah haji bagi keluarga mereka.

Abdul Aziz Alhwairny juga menegaskan Pusat Konsultasi dan Pembinaan Muhammad bin Naif menyediakan kesempatan kepada BNPT untuk mengikuti pelatihan terkait mekanisme dan proses deradikalisasi yang selama ini diterapkan di Arab Saudi.

Pelatihan itu akan dipusatkan tentang proses-proses yang harus dilalui oleh seorang mantan teroris atau mereka yang terlibat dalam pemikiran radikal untuk kembali ke masyarakat dan bekerja sebagaimana masyarakat lainnya.

Selain pertemuan dengan GID serta kunjungan ke Markaz Naif dan Lapas, delegasi BNPT juga melakukan pertemuan dengan ulama-ulama di Arab Saudi, termasuk dengan Imam Masjidil Haram Syekh Abdurrahman as-Sudais dan dengan masyarakat Indonesia di Jeddah.

Baca juga artikel terkait BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN TERORISME atau tulisan lainnya dari Akhmad Muawal Hasan

tirto.id - Hukum
Reporter: Akhmad Muawal Hasan
Penulis: Akhmad Muawal Hasan
Editor: Akhmad Muawal Hasan