Menuju konten utama

Tanah Bergerak Melanda Padasari Tegal, Ratusan Warga Mengungsi

Pergerakan tanah juga menyebabkan air masuk ke permukiman warga dan memperparah kondisi tanah yang retak.

Tanah Bergerak Melanda Padasari Tegal, Ratusan Warga Mengungsi
Kondisi rumah dan jalanan di Desa Padasari, Jatinegata, Tegal, Rabu (4/2/2026). FOTO/Itsma Imdadul

tirto.id - Bencana tanah bergerak melanda Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, sejak Senin (2/2/2026) siang. Peristiwa tersebut menyebabkan ratusan rumah warga rusak dan memaksa warga mengungsi ke sejumlah titik pengungsian.

Salah seorang warga terdampak, Tarmidi (65), mengatakan tanda-tanda pergerakan tanah mulai terlihat sejak Senin siang berupa retakan kecil di permukaan tanah yang makin lama makin membesar.

Kondisi tersebut menyebabkan sejumlah rumah warga mengalami kerusakan parah hingga roboh.

“Awalnya retak kecil, lama-lama tambah besar. Rumah di sini hampir ambruk, bahkan ada yang langsung roboh. Rumah saya juga hampir roboh dan akhirnya rata,” ujar Tarmidi saat ditemui pada Rabu (4/2/2026).

Dia menambahkan pergerakan tanah juga menyebabkan air masuk ke permukiman warga dan memperparah kondisi tanah yang retak.

Seluruh warga terdampak saat ini telah mengungsi, sebagian ke desa tetangga. Warga berharap pemerintah segera memberikan bantuan dan penanganan lebih lanjut.

Sementara itu, Bupati Tegal Ischak Maulana Rochman mengatakan pemerintah daerah bersama Forkopimda dan unsur terkait telah melakukan peninjauan lokasi sebagai tindak lanjut keputusan evakuasi yang diambil sejak Selasa malam.

“Kami memutuskan mengevakuasi warga di Dukuh Tigasari dan Pedukuhan Padareka karena masih ada potensi bencana susulan akibat pergerakan tanah,” kata Ischak.

Menurutnya, total terdapat sekitar 200 rumah atau 200 keluarga terdampak, dengan jumlah pengungsi mencapai sekitar 700 jiwa.

Para pengungsi kini ditempatkan di tiga titik, yakni di rumah warga yang aman, SDN Negeri 1 Padasari, serta di sebuah majelis taklim di belakang rumah kepala desa.

Pemda juga telah menyiapkan tenda darurat, alas tidur, serta dapur umum di dua titik pengungsian. Selain itu, lima unit toilet darurat telah disediakan untuk kebutuhan para pengungsi.

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Namun, sekitar 200 rumah mengalami kerusakan ringan hingga berat. Bahkan beberapa bangunan, termasuk fasilitas pendidikan seperti SMA NU Al Adalah di kompleks pondok pesantren, dilaporkan roboh,” ujarnya.

Ischak menambahkan, hingga Rabu pagi pergerakan tanah masih terasa di lokasi, sehingga evakuasi warga terus dilakukan.

Untuk penanganan jangka panjang, pemerintah daerah telah berkoordinasi untuk menyiapkan langkah relokasi, baik melalui pembangunan hunian sementara maupun hunian tetap bagi warga terdampak.

Baca juga artikel terkait BENCANA ALAM atau tulisan lainnya dari Tegalterkini.id

tirto.id - Flash News
Reporter: Tegalterkini.id
Penulis: Tegalterkini.id
Editor: Fadrik Aziz Firdausi