Sri Mulyani: UU P2SK jadi Pekerjaan Rumah bagi KSSK

Reporter: Dwi Aditya Putra, tirto.id - 2 Jan 2023 10:44 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mengatakan, terdapat PR yang penting untuk dilakukan pada 2023. Salah satunya terkait implementasi UU P2SK.
tirto.id - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mengatakan, terdapat pekerjaan rumah (PR) yang penting untuk dilakukan tahun ini. Salah satunya terkait implementasi Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK).

"UU P2SK yang sudah ditetapkan dan dalam hal ini akan menjadi PR bagi kami Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK)," kata Sri Mulyani dalam pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), di Jakarta, Senin (2/1/2023).

Sri Mulyani menyebut dalam hal ini KSSK yang digawangi Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) akan membangun fondasi sektor keuangan lebih kuat, stabil, kredibel, akuntabel dan dipercaya.

"Ini adalah suatu tugas yang tidak mudah namun harus dilakukan. Ini juga merupakan tugas untuk menggapai potensi kapital market yang begitu sangat besar di Indonesia," tuturnya.

Sri Mulyani berharap dengan kehadiran Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada pembukaan perdagangan bursa tidak hanya memberikan arahan. Tetapi juga yang paling penting semangat motivasi dari seluruh pelaku pasar, SRO dan tentu saja dari OJK.

Semangat motivasi dari seluruh pemangku pasar tersebut dalam rangka untuk terus membangun integritas dan kepercayaan para investor. Terutama investor pemula, investor pemuda, pemula dan yang muda yang sekarang ini menganggap akan menjadi pemain di pasar dalam negeri.

"Dengan adanya harapan yang begitu besar kita berharap seluruh pemangku kepentingan termasuk dalam hal ini KSSK akan terus bekerja di dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional khususnya sektor keuangan karena ini akan menjadi ujian yang sangat berat bagi kita semua menghadapi tahun 2023," kata dia.

Lebih lanjut Sri Mulyani mengatakan, tahun ini disebutkan menjadi tahun ujian bagi bagaimana mengendalikan inflasi global, mencegah resesi terjadi dan terus meningkatkan pemulihan ekonomi pasca pandemi.

"Kita menganggap bahwa di dalam UUP2SK yang harus kita lihat adalah bagaimana akses jasa keuangan diperluas, sumber pembiayaan jangka panjang untuk pembangunan terutama pembangunan infrastruktur perlu ditingkatkan daya saing dan efisien," pungkasnya.




Baca juga artikel terkait UNDANG-UNDANG P2SK atau tulisan menarik lainnya Dwi Aditya Putra
(tirto.id - Bisnis)

Reporter: Dwi Aditya Putra
Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Intan Umbari Prihatin

DarkLight