Sri Mulyani Sebut Dewas LPI Punya Cara Cegah 1MDB Terulang di SWF

Oleh: Vincent Fabian Thomas - 25 Januari 2021
Dibaca Normal 1 menit
Anggota Komisi XI DPR mengkhawatirkan LPI bakal mengulangi praktik 1MDB, kasus megakorupsi yang menimpa SWF Malaysia dengan tersangka Najib Razak.
tirto.id - Menteri Keuangan Sri Mulyani memastikan kejadian mega korupsi yang menimpa Sovereign Wealth Fund (SWF) Malaysia atau 1MDB tak akan terulang di Indonesia. Ia mengatakan Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau SWF milik RI telah diisi oleh profesional yang memiliki rencana jelas untuk mencegah praktik itu terjadi lagi.

“Mereka yang kami rekomendasikan kepada Pak Presiden melalui pansel dan kemudian presiden memilih adalah mereka yang tahu betul praktik tata kelola yang harus dihindari supaya tidak terjadi kasus seperti 1MDB,” ucap Sri Mulyani dalam rapat dengar pendapat virtual Komisi XI, Senin (25/1/2021).

Jawaban Sri Mulyani merupakan respons atas pertanyaan salah satu anggota Komisi XI yang mengkhawatirkan LPI bakal mengulangi praktik 1MDB. 1MDB pada 2018 sempat menjadi sorotan usai menjadi skandal korupsi Perdana Menteri Malaysia Najib Razak. Najib kemudian divonis bersalah 12 tahun penjara atas skandal pencurian uang yang melibatkan dirinya.

Soal itu, Sri Mulyani mengaku sudah sedari awal mempersiapkan langkah pencegahannya. Ia bahkan memasukan topik 1MDB sebagai salah satu pertanyaan ketika mewawancarai anggota dewan pengawas LPI untuk mengetahui langkah konkret apa yang bisa mereka tawarkan.

Di samping itu, ia memastikan LPI bakal menjadi lembaga yang memiliki pondasi transparansi dan akuntabilitas yang jelas. Dewan direksi yang kemudian akan dibentuk pun harus menjalankan tugasnya berdasar batasan itu.

“Dalam proses rekrutmen kami untuk dewan pengawas kami secara spesifik menanyakan supaya membangun LPI ini dan peran dewan pengawas untuk bisa mencegah tejadinya kasus 1MDB,” ucap Sri Mulyani.



Baca juga artikel terkait LEMBAGA PENGELOLA INVESTASI atau tulisan menarik lainnya Vincent Fabian Thomas
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Vincent Fabian Thomas
Penulis: Vincent Fabian Thomas
Editor: Restu Diantina Putri
DarkLight