tirto.id - Glory Harimas Sihombing adalah tersangka baru kasus korupsi program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia kini dijebloskan ke Rutan Salemba oleh Kejaksaan Agung (Kejagung). Siapa dia dan bagaimana rekam jejaknya hingga terseret dalam korupsi ini?
Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kejaksaan Agung Syarief Sulaeman Nahdi, menyebut bahwa Glory Sihombing kini telah ditangkap dan ditahan untuk 20 hari ke depan. Syarif menyebut Glory terlibat dalam skema korupsi yang dilakukan eks Ketua Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana.
Syarief menyebut Glory sebagai pihak swasta dalam kasus korupsi ini. Ia bertindak sebagai orang dekat Dadan dan menjadi perantara untuk berbagai transaksi ilegal.
“Saudara GHS ini merupakan pihak swasta yang diminta oleh saudara tersangka DH [Dadan] … untuk mencari mitra dalam rangka pelaksanaan program makan bergizi gratis,” kata Syarief dalam konferensi pers pada Kamis (18/6).
Lantas, siapa latar belakang Glory dan bagaimana bisa jadi tersangka baru kasus korupsi MBG?
Profil Glory Harimas Sihombing dan Rekam Jejaknya
Glory Harimas Sihombing merupakan salah satu sosok yang mirip dengan Dadan Hindayana. Namanya hilir mudik di banyak upaya pemenangan Prabowo Subianto sebagai Presiden RI pada pemilu 2024 lalu.
Serupa Dadan, Glory termasuk dalam struktur Balai Dewan Pakar di balik kampanye kepresidenan Prabowo Subianto. Balai Dewan Pakar merupakan “otak” di balik program-program kampanye Prabowo kala itu, termasuk MBG yang semula bernama makan siang gratis.
Namun, jauh sebelum menjadi bagian dari “pakar” pilihan Prabowo untuk mengarungi Pilpres 2024, Glory Harimas Sihombing dikenal sebagai analis dan konsultan. Sejumlah bidang dikuasai Glory, mulai dari pengembangan bisnis hingga lingkungan.
Berbekal ijazah yang ia dapat dari Institut Teknologi Bandung (ITB), rekam jejak Glory ada di sejumlah perusahaan. Ia pernah menjadi National Acquisition Analyst PT Toyota Astra Financial Service pada 2016; konsultan McKinsey & Company pada 2018; hingga Head of Corporate Planning and Business Development LinkAja pada 2019.
Jika dilihat dari rekam jejaknya, pengalaman kerja, dan jejaring Glory Sihombing tampaknya telah mengarahkannya merapat ke sosok Prabowo Subianto. Hal itu karena ia tercatat sebagai Direktur PT Agro Industri Nasional (PT Agrinas) pada 2020.
PT Agrinas merupakan perusahaan yang terkait dengan proyek ketahanan pangan ketika Prabowo masih jadi Menteri Pertahanan. Posisi direksi perusahaan itu juga diisi oleh banyak orang-orang dekat Prabowo. Dalam sebuah rilis yang diterbitkan Pemerintah Provinsi Bangka Belitung pada 2020, Glory tercatat pernah menjabat sebagai direktur di perusahaan tersebut.
Dari sana, Glory kemudian menjadi salah satu anggota Balai Dewan Pakar untuk kampanye kepresidenan Prabowo. Melalui organisasi ini Glory makin memantapkan posisinya dalam lingkaran jejaring Prabowo Subianto.
Ketika Prabowo Subianto menang Pilpres 2024 dan jadi presiden, sejumlah anggota Balai Dewan Pakar ditarik jadi pejabat. Salah satunya adalah Dadan Hindayana yang kini mendekam di penjara.
Akan tetapi, Glory Sihombing tidak termasuk dalam golongan orang-orang tersebut. Meski begitu, ia tetap dekat dengan kekuasaan pasca-kemenangan Prabowo dalam pemilu.
Ia kemudian menjadi Ketua Yayasan Indonesia Food Security Review (IFSR). Yayasan ini beroperasi seperti lembaga think tank yang rajin menerbitkan publikasi terkait manfaat sejumlah program unggulan Prabowo, termasuk MBG.
Co-founder yayasan ini adalah Dirgayuza Setiawan, kader Gerindra yang kini menjabat Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi. Sementara pembinanya adalah Hanief Adrian, Sekjen Relawan Muda Prabowo-Gibran.
Akan tetapi, keterlibatan dalam IFSR justru kini jadi masalah untuk Glory Sihombing. Melalui yayasan itu Glory terlibat dalam korupsi MBG bersama Dadan Hindayana.
Menurut keterangan pihak Kejagung, Dadan Hindayana telah memberikan sejumlah titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG. Glory kemudian memperjualbelikan izin tersebut melalui IFSR.
Calon mitra yang berniat membuat SPPG bisa mendapatkan kuota pembangunan dapur melalui IFSR. Tak hanya itu, Glory juga akan membantu mitra tersebut pada tahap verifikasi lantaran Glory diberikan akses untuk berkomunikasi dengan tim verifikator oleh Dadan.
Dari skema itu Glory kemudian mendapatkan aliran dana korupsi. Sebagian jumlah uang yang ia dapatkan lalu diberikan pula kepada Dadan secara berkala. Kejagung menyebut aliran uang haram dari Glory ke Dadan dalam wujud tunai melalui berbagai bentuk mata uang.
IFSR juga rupanya memiliki sejumlah dapur di empat daerah di Pulau Jawa. Dapur IFSR itu tersebar di Ciputat, Tangerang Selatan; Sleman, Yogyakarta; Mantrijeron, Yogyakarta; Jonggol, Bogor; hingga Karawang.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar
Masuk tirto.id

































