Sejarah Indonesia

Sejarah Kerajaan Kutai Martapura: Penyebab Runtuhnya & Daftar Raja

Oleh: Syamsul Dwi Maarif - 29 Maret 2021
Dibaca Normal 1 menit
Berdasarkan prasasti sejarah yang ditemukan, Kerajaan Kutai Martapura adalah kerajaan tertua di Nusantara atau Indonesia.
tirto.id - Kerajaan Kutai Martapura didirikan oleh Maharaja Kudungga pada abad ke-3 atau sekitar tahun 400 Masehi. Berdasarkan bukti atau prasasti sejarah yang ditemukan, Kerajaan bercorak Hindu ini adalah kerajaan tertua di Nusantara atau Indonesia.

Puncak kejayaan Kerajaan Kutai Martapura terjadi pada masa pemerintahan Maharaja Mulawarman pada abad ke-4. Mulawarman adalah raja ke-3 Kutai Martapura, putra Aswawarman sekaligus cucu Kudungga.

Kejayaan kerajaan yang terletak di tepi Sungai Mahakam, Kalimantan Timur, pada era kepemimpinan Maharaja Mulawarman diceritakan dalam Prasasti Yupa.

Dikisahkan, seperti tertulis dalam buku Dari Swapraja ke Kabupaten Kutai (1979) terbitan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Maharaja Purnawarman pernah mengadakan upacara persembahan berupa emas dan 20.000 ekor lembu untuk kaum brahmana.

Kehidupan ekonomi kerajaan mengalami perkembangan pesat dari sektor pertanian dan perdagangan. Kutai terletak di jalur perdagangan yang strategis. Kaum saudagar dari India dan Cina melewati Selat Makassar menuju Filipina dimungkinkan singgah di Kutai.


Runtuhnya Kerajaan Kutai Martapura

Di tanah Kutai, ada dua kerajaan yang bernama mirip namun berbeda, yakni Kerajaan Kutai Martapura yang menganut ajaran Hindu dan Kesultanan Kutai Kartanegara yang sudah memeluk Islam.

Setelah sekian lama hidup berdampingan, perselisihan antara dua kerajaan di Kalimantan Timur, yaitu Kutai Kartanegara dan Kutai Martadipura mulai muncul pada abad ke-16 Masehi.

Kala itu, Kerajaan Kutai Martapura dipimpin oleh Raja Dharma Setia, sedangkan Kesultanan Kutai Kartanegara berada pada era pemerintahan Aji Pangeran Sinum Panji Mendapa.

Muhammad Sarip melalui buku Dari Jaitan Layar sampai Tepian Pandan: Sejarah Tujuh Abad Kerajaan Kutai Kertanegara (2018) menerangkan bahwa Kesultanan Kutai Kartanegara memenangkan perang dan menguasai wilayah Kerajaan Kutai Martapura sejak tahun 1635.

Kemenangan tersebut menandai sejarah baru yakni dengan munculnya Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martapura yang memeluk Islam. Dengan kata lain, wilayah kekuasaan Kerajaan Kutai Martapura dikuasai oleh Kesultanan Kutai Kartanegara.


Daftar Raja Kerajaan Kutai Martapura

Berikut ini daftar penguasa Kerajaan Kutai Martapura dikutip dari hasil penelitian bertajuk "Kerajaan Kutai Kartanegara ing Martadipura dan Peran Raja dalam Pengembangan agama Islam di Kerajaan Kutai Abad ke-17 dan 18" oleh Muhammad Fahmi (2016):

  1. Maharaja Kudungga Anumerta Dewawarman
  2. Maharaja Aswawarman
  3. Maharaja Mulawarman
  4. Maharaja MarawijayaWarman
  5. Maharaja GajayanaWarman
  6. Maharaja TunggaWarman
  7. Maharaja TunggaWarman
  8. Maharaja JayanagaWarman
  9. Maharaja NalasingaWarman
  10. Maharaja Gadingga Warman Dewa
  11. Maharaja Indra Warman Dewa
  12. Maharaja Sangga Warman Dewa
  13. Maharaja Candrawarman
  14. Maharaja Sri Langka Dewa
  15. Maharaja Guna Parana Dewa
  16. Maharaja Wijaya Warman
  17. Maharaja Sri Aji Dewa
  18. Maharaja Mulia Putera
  19. Maharaja Nala Pandita
  20. Maharaja Indra Paruta Dewa
  21. Maharaja Dharma Setia


Baca juga artikel terkait KERAJAAN KUTAI MARTAPURA atau tulisan menarik lainnya Syamsul Dwi Maarif
(tirto.id - Pendidikan)

Kontributor: Syamsul Dwi Maarif
Penulis: Syamsul Dwi Maarif
Editor: Iswara N Raditya
DarkLight