Kronik

Sejarah 10 Januari: Wafatnya Achmad Kurniawan, Kiper Legenda Arema

Oleh: Iswara N Raditya - 10 Januari 2019
Dibaca Normal 1 menit
Nama Achmad Kurniawan (AK) dipastikan harum dalam catatan sejarah Arema dan persepakbolaan nasional, termasuk Timnas Indonesia.
tirto.id - Tanggal 10 Januari 2017, hari ini dua tahun lalu, Achmad Kurniawan wafat dalam usia 37 tahun setelah sempat dirawat di rumah sakit. Kiper yang akrab dipanggil AK ini mencatatkan sejarah karier yang cukup apik di persepakbolaan nasional. Ia adalah legenda hidup Arema dan pernah mengawal gawang Timnas Indonesia.

AK menghabiskan sebagian besar kariernya bersama Arema, sama seperti adik kandungnya yang juga kerap memperkuat Timnas Indonesia, Kurnia Meiga. Selain di tim Singo Edan, kiper kelahiran Jakarta ini juga pernah berkarier di Persita Tangerang, Persik Kediri, hingga Semen Padang.

Berikut ini rekam jejak karier Achmad Kurniawan:

1979
Achmad Kurniawan lahir di Jakarta tanggal 31 Oktober 1979. AK nantinya dikenal sebagai salah satu penjaga gawang papan atas di sepakbola Indonesia. Adik kandung AK, Kurnia Meiga, mengikuti jejak sang kakak berkarier di lapangan hijau juga sebagai kiper.


2001-2006
Mengawali karier profesional bersama Persita Tangerang. Ia turut mengantarkan Persita menjadi runner-up Liga Indonesia 2002. Penampilan apiknya bersama tim Pendekar Cisadane membuat AK dipanggil Benny Dollo untuk masuk skuad Timnas Indonesia U23 yang akan berlaga di SEA Games 2001.


2006-2008
AK digaet Arema Malang yang kala itu dibesut oleh Benny Dollo. Namun, AK tidak terlalu banyak memperoleh kesempatan bermain sebagai kiper utama lantaran Arema punya penjaga gawang top yakni Kurnia Sandy. Kendati begitu, AK turut mengantarkan Arema meraih trofi Copa Indonesia 2006.

2008-2009
Dari Arema, AK pindah ke Persik Kediri. Selama semusim, ia cukup sering menjadi andalan di bawah mistar gawang skuad Harimau Putih dengan mengemas 21 pertandingan. Namun, Persik tetap tidak mampu lolos dari jurang degradasi.


2009-2010
AK berganti klub lagi, kali ini ia bergabung dengan Semen Padang. Di klub kebanggaan masyarakat Minangkabau ini, AK bermain sebanyak 23 laga dan turut mengantarkan tim Kabau Sirah ke pentas sepakbola tertinggi tanah air, Indonesian Super League (ISL).

Akan tetapi, kebersamaan AK dengan Semen Padang hanya bertahan setahun saja. Ia diminta sang ayah untuk kembali ke Malang. Selain itu, AK juga ingin berada satu tim dengan adiknya, Kurnia Meiga.

2010-2017
Kembali memperkuat Arema, AK kini harus bersaing dengan Kurnia Meiga yang saat itu sudah menjadi salah satu kiper muda terbaik di tanah air. Kendati begitu, peran AK masih sangat dibutuhkan dan bertahan lama di Arema.


Tanggal 29 Desember 2016, AK dirawat di rumah sakit karena penyakit asam lambung dan masalah pernapasan. Sayangnya, nyawa AK tidak tertolong. Kiper legendaris Arema ini wafat pada 10 Januari 2017 di Rumah Sakit Saiful Anwar, Malang.

Baca juga artikel terkait KRONIK atau tulisan menarik lainnya Iswara N Raditya
(tirto.id - Olahraga)


Penulis: Iswara N Raditya
Editor: Iswara N Raditya