Menuju konten utama
Pandemi COVID-19

Satgas Sebut Istirahat Siang Berkontribusi di Klaster Perkantoran

Wiku menyebut Satgas COVID-19 menduga istirahat makan siang atau ibadah berkontribusi dalam klaster perkantoran.

Satgas Sebut Istirahat Siang Berkontribusi di Klaster Perkantoran
Juru Bicara Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito berpose usai memberikan keterangan di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (21/7/2020). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/aww.

tirto.id - Satuan Tugas Penanganan (Satgas) COVID-19 menyebut masa istirahat makan siang dan ibadah diduga menjadi salah satu masa penyebaran COVID-19. Hal tersebut disampaikan Juru Bicara Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito secara daring, Selasa (8/9/2020).

“Kami juga perlu sampaikan klaster yang terjadi di perkantoran salah satu kontribusinya adalah pada istirahat makan siang ataupun ibadah," kata Wiku, Selasa (8/9/2020).

Wiku meminta agar para pekerja untuk terus menerapkan jaga jarak pada waktu ibadah maupun makan siang. Ia pun mengimbau agar masyarakat tetap berjaga jarak dan melepaskan masker hanya saat makan siang. Ia juga mengajak para pegawai kantor untuk tidak berdekatan.

Selain itu, Wiku juga mengingatkan kepada kementerian, lembaga maupun pemerintah daerah untuk mengatur kembali jadwal kerja sesuai Peraturan Menteri PANRB Nomor 67 tahun 2020. PermenpanRB tersebut mengatur soal persentase jumlah aparatur berdasarkan zonasi.

Ia mengingatkan, persentase maksimal pegawai di zona hijau sekitar 100 persen; zona kuning maksimal diisi 75 persen pegawai; zona oranye maksimal diisi oleh 50 persen pegawai; dan zona merah diisi maskimal 25 persen pegawai.

"Kami mohon agar seluruh daerah segera menyesuaikan diri dan menerapkan peraturan ini dalam rangka betul-betul mencegah terjadinya klaster yang terkait dengan perkantoran karena orang yang bekerja melebihi kapasitas dan tidak bisa dikendalikan dalam menjalankan protokol kesehatan," kata Wiku.

Baca juga artikel terkait VIRUS CORONA atau tulisan lainnya dari Andrian Pratama Taher

tirto.id - Kesehatan
Reporter: Andrian Pratama Taher
Penulis: Andrian Pratama Taher
Editor: Abdul Aziz