Menuju konten utama

Rupiah Tembus 15.000 Ribu per Dolar AS, BI Sebut Masih Stabil

BI klaim kinerja nilai tukar Rupiah masih relatif stabil walaupun beberapa waktu terakhir sempat melemah di posisi Rp15.002 per dolar AS.

Rupiah Tembus 15.000 Ribu per Dolar AS, BI Sebut Masih Stabil
Petugas bank menghitung uang di BNI KC Mega Kuningan, Jakarta, Selasa (28/6/2022). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/tom.

tirto.id - Direktur Eksekutif Kepala Bank Indonesia Institute, Yoga Affandi mengatakan kinerja nilai tukar Rupiah masih relatif stabil. Meskipun dalam beberapa waktu terakhir mata uang Garuda sempat melemah di posisi Rp15.002 per dolar AS.

"Nilai tukar relatif stabil meskipun ketidakpastian baru-baru ini datang dari pasar global," ujarnya dalam Side Event G20 Jalur Keuangan-Central Bank Policy Mix for Stability and Economic Recovery, Kamis (14/7/2022).

Dia mengklaim, bank sentral telah berhasil mengelola stabilitas eksternal di tengah ketidakpastian yang meningkat. Terlebih depresiasi nilai tukar Rupiah masih lebih baik dibandingkan mata uang negara berkembang lainnya.

Berdasarkan data yang dipaparkan sejak awal tahun hingga 22 Juni, secara point to point, rupiah telah terkoreksi 4,41 persen. Sementara ringgit Malaysia yang melemah 5,44 persen, rupee India 5,17 persen, peso Filipina 6,42 persen.

Dia mengatakan bahwa kondisi ekonomi Indonesia selama pandemi COVID-19 tetap menunjukkan kondisi yang baik. Hal ini tercermin dari indikator makro seperti pertumbuhan ekonomi kuartal I yang tercatat tumbuh 5,01 persen (yoy), kemudian laju inflasi, nilai tukar yang cukup terjaga.

"Kondisi eksternal juga terjaga mulai dari neraca dagang melanjutkan surplus selama lebih dari dua tahun. Cadangan devisa masih mencukupi sekalipun sedikit menurun," pungkasnya.

Sebelumnya nilai tukar Rupiah tembus di posisi Rp15.002 per dolar AS pada penutupan Kamis (7/7/2022). Mata uang Garuda melemah 3 poin atau 0,02 persen dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya sebesar Rp14.999 per dolar AS.

Pengamat Ekonomi IndiGo Network, Ajib Hamdani menilai pelemahan Rupiah bagi Indonesia tentu bagai dua sisi mata uang. Satu sisi memberikan keuntungan, di sisi lain memberikan kerugian bagi Tanah Air.

Dia mengatakan perekonomian nasional akan menemukan keseimbangan baru dengan makin melemahnya nilai Rupiah. Sisi positifnya, jangka pendek akan lebih mendorong orientasi untuk ekspor.

"Secara ekonomi bisnis, relatif banyak keuntungan," kata Ajib kepada Tirto, Kamis (7/7/2022)

Akan tetapi dari sisi keuangan negara, kata Ajib, justru ini akan membuat neraca keuangan makin mengalami tekanan. Hal ini karena sebagian utang dalam bentuk mata uang asing.

"Pemerintah harus lebih presisi dalam membuat struktur keuangan yang tetap terjaga dan sehat," ujar Ajib.

Baca juga artikel terkait NILAI TUKAR RUPIAH atau tulisan lainnya dari Dwi Aditya Putra

tirto.id - Ekonomi
Reporter: Dwi Aditya Putra
Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Intan Umbari Prihatin