tirto.id - Pihak Rumah Sakit (RS) Polri menjelaskan kondisi 10 jenazah korban meninggal dunia akibat kecelakaan antara kereta Argo Bromo dan Kereta Rel Listrik (KRL) di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026). Sebanyak 10 jenazah dari total 15 korban meninggal dunia tersebut telah teridentifikasi identitasnya.
Kepala Biro Dokter Kepolisian (Karodokpol) Pusdokkes Polri, Brigjen Nyoman Eddy Purnama Wirawan, menjelaskan para korban mengalami multiple trauma atau mendapat dua atau lebih cedera di bagian tubuhnya. Kebanyakan terjadi di area kepala dan dada.
"Jadi dalam pemeriksaan kami, seperti juga kecelakaan-kecelakaan yang lain, tipikalnya adalah yang kami sebut sebagai multiple trauma. Jadi ada perlukaan hampir di seluruh tubuh ya, ada yang dominan di kepala, di dada, dan seterusnya, bahkan di anggota tubuh yang lain," kata Nyoman saat konferensi pers di RS Polri Kramat Jati, Selasa (28/4/2026).
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, VP Corsec KAI Commuter, Karina Amanda, mengatakan dari total 88 korban luka-luka seluruhnya telah dievakuasi ke sejumlah rumah sakit dan sebagian di antaranya telah pulang ke rumah masing-masing.
"Saat ini untuk korban yang mengalami luka- luka dan sebagian juga sudah pulang dari rumah sakit, secara total yang kita evakuasi ke rumah sakit 84 penumpang, 84 orang dan sebagian juga sudah bisa kembali pulang, sudah keluar dari rumah sakit," kata Karina.
Para korban juga akan mendapatkan santunan dari pihak Jasa Raharja dengan rincian Rp20 juta untuk korban luka dan Rp50 juta akan diberikan ke ahli waris korban meninggal dunia.
Jenazah para korban, telah dikembalikan ke keluarga untuk selanjutnya dimakamkan di tempatnya masing-masing. Berikut identitas jenazah teridentifikasi yang seluruhnya berjenis kelamin perempuan:
1. Tutik Anitasari (31)
2. Harum Anjasari (27)
3. Nur Alimantun Citra Lestari (19)
4. Farida Utami (52)
5. Vica Acnia Fratiwi (23)
6. Ida Nuraida (48)
7. Gita Septia Wardany (20)
8. Fatmawati Rahmayani (29)
9. Arinjani Novita Sari (25)
10. Nur Ainia Eka Rahmadhyna (32)
Penulis: Auliya Umayna Andani
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id
































