Menuju konten utama

Ridwan Kamil Tetapkan Bandung Raya Siaga Satu COVID-19

Ridwan Kamil menginstruksikan perkantoran WFH 75 persen, penundaan sekolah tatap muka dan penutupan tempat wisata.

Ridwan Kamil Tetapkan Bandung Raya Siaga Satu COVID-19
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil bersiap untuk memberikan materi pada pelatihan relawan penanggulangan COVID-19 di SMKN 3, Bandung, Jawa Barat, Senin (19/10/2020). ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/wsj.

tirto.id - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menetapkan wilayah Bandung Raya berstatus siaga satu COVID-19. Hal itu ditetapkan bersarkan kajian zonasi yang meliputi Kota Bandung, Cimahi, Kabupaten Bandung Barat, dan Kabupaten Bandung.

"Wilayah Bandung Raya kami nyatakan sedang siaga 1 COVID-19," kata pria yang akrab disapa Kamg Emil itu saat konferensi pers di Makodam III Siliwangi Bandung, Selasa (15/6/2021).

Kang Emil menjelaskan status ini ditetapkan lantaran tingkat keterisian rumah sakit atau Bed Occupancy Rate (BOR) di Bandung Raya menyentuh angka 84,19 persen. Angka itu melebihi standar WHO dan ketetapan nasional yakni maksimal 60-70 persen.

Selain itu, tambah dia, Kabupaten Bandung dan Bandung Barat saat ini berada di zona merah level kewaspadaan.

"Dua daerah zona merah ditambah BOR yang tinggi dapat menjadi indikator penetapan siaga 1 karena berada dalam satu wilayah aglomerasi yang saling memengaruhi," jelasnya.

Kang Emil menginstruksikan mulai 16 Juni 2021 hingga 7 hari ke depan diberlakukan Work From Home (WFH) 75 persen di wilayah Bandung Raya. Ia juga memerintahkan rencana sekolah tatap muka agar ditunda.

"Ini sesuai instruksi dari Mendagri (Menteri Dalam Negeri RI)," ujarnya.

Kang Emil mengimbau wisatawan tidak berkunjung ke Bandung Raya sampai situasi terkendali. Ia mengatakan destinasi wisata khususnya di Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat akan ditutup sementara.

"Wisatawan yang mayoritas dari Jabodetabek kami minta untuk tidak datang selama tujuh hari ke depan ke Bandung Raya," pinta Kang Emil.

Untuk mengantisipasi lonjakan kasus, Pemprov Jabar sudah merekomendasikan ke pemerintah pusat agar tidak ada libur panjang.

"Antisipasi terdekat adalah libur Iduladha yang juga selalu ada mudik," ujar Kang Emil.

Baca juga artikel terkait LONJAKAN KASUS COVID-19 atau tulisan lainnya dari Andrian Pratama Taher

tirto.id - Kesehatan
Reporter: Andrian Pratama Taher
Penulis: Andrian Pratama Taher
Editor: Gilang Ramadhan